Partangiangan Situmeang se-Dunia 2009

Profil

Mari bergabung dalam dunia facebook dan jadilah teman saya dengan mengklik nama saya yang merupakan pranala berikut.

Ricardo Parulian Sibagariang


Disalin dari http://www.hariansib.com oleh Ricardo Parulian Sibagariang

Partangiangan Situmeang, Boru, Bere se-Dunia di Sipoholon dan Sibolga, 2-4 Juli

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juni 26th, 2009

Jakarta (SIB)

Partangiangan Pomparan Jamita Mangaraja Situmeang, Boru, Bere se-dunia akan digelar pada 2-3 Juli 2009 di Pea Nariburan, Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara dan 4 Juli di Sibolga. Acara tersebut akan dihadiri sekitar 10 ribu warga Situmeang dari penjuru tanah air.

Para tamu yang akan hadir antara lain : Prof Dr Robinson Situmeang MSc (pakar Matematika dan Komputer yang telah menjadi warga negara Amerika Serikat), Irjenad Mayjen (TNI) Robert Situmeang, Bupati Darmas Raya, Sumatera Barat, Datuk H Marlon Situmeang, mantan Wakasad Letjen (Purn) FX Sujasmin (Boru), dan lainnya.

Ketua Umum Partangiangan Situmeang, Boru, Bere se- Dunia 2009 St Patar Pandapotan Situmeang mengatakan bahwa panitia penyelenggara (Bolahan Amak di Bona Pasogit dan Sibolga) saat ini telah merampungkan berbagai persiapan demi suksesnya acara tersebut. Bahkan jalan menuju Pea Nariburan, lokasi partangiangan, telah dibenahi, termasuk tempat parkir dan akomodasi.

Dikemukakannya, partangiangan tersebut merupakan sejarah baru bagi Situmeang, Boru, Bere dalam rangka menggalang kebersamaan sekaligus untuk berdoa bersama, agar semua pomparan ( turunan) diberikan berkat yang yang berlipat ganda. Dengan adanya kebersamaan itu, diharapkan pada masa mendatang Situmeang dohot Boru dapat bersinergi dan bertalenta sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya.

Dalam rangka suksesnya acara, Patar Situmeang bersama panitia nasional dan Panitia Bolahan Amak Bona Pasogit telah melakukan berbagai kegiatan dan pertemuan dengan tokoh masyarakat Situmeang di Sipoholon dan Sibolga. Panitia juga telah melakukan audensi dengan Ephorus/Sekjen HKBP di Pearaja Tarutung dan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing (Toluto) untuk mengundang mereka agar hadir pada acara tersebut.

Sementara itu Koordinator Humas dan Publikasi Partangiangan Situmeang se-Dunia Drs Ampuan Situmeang, SS mengemukakan, sedikitnya ada dua tujuan partangiangan.

Pertama, mempersatukan Pomparan Jamita Mangaraja Situmeang dohot Boru agar saling mengasihi, tolong-menolong, dan saling mendoakan. Doa bersama tersebut adalah dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan atas segala berkat dan talenta yang diterima oleh seluruh pomparan Jamita Mangaraja selama ini, baik berupa hasangapon, hamoraon, hagabeon, pangkat, pendidikan, dan umur yang panjang.

Kedua, berdoa bersama untuk memohon kepada Tuhan, kiranya tetap memberkati Situmeang dohot Boru pada masa mendatang agar semakin banyak warga Situmeang dohot Boru yang diberikan talenta, baik berupa pendidikan tinggi, pangkat, jabatan, pengusaha sukses, dan kaum profesionalisme.

Saat ini Pomparan Situmeang dohot Boru sudah berjumlah puluhan ribu orang, tersebar di seantero nusantara dan luar negeri. Warga Situmeang banyak berdiam di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tanah Jawa Simalungun, Jakarta, Bogor, Tangerang, (Jabodetabek), Jawa timur, Riau, dan lainnya.
Di antara mereka, lima orang telah meraih pangkat jenderal, satu orang kepala daerah, banyak pejabat sipil, militer/ polisi, jaksa, di pemerintahan RI, banyak pengusaha/ pedagang, kaum profesionalisme, anggota DPRD, dan lainnya. Warga Situmeang telah banyak yang meraih jenjang pendidikan doktor (strata tiga/ S-3), magister (strata dua/ S-2), dan sarjana (strata satu/ S-1). Tetapi, masih banyak juga yang belum berhasil menggapai cita-citanya.

“Inilah semua yang akan didoakan, termasuk bila ada putra-putri terbaik Situmeang dohot Boru yang memiliki talenta dan berhasrat untuk membangun Bona Pasogit,” ujarnya.(Jl/g)


Partangiangan Situmeang se-Dunia di Sipoholon Dihadiri Ribuan Massa * Ephorus HKBP, Bupati dan Uspida Taput Diulosi Tokoh-tokoh Situmeang

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juli 3rd, 2009

Sipoholon (SIB)
Ribuan pomparan marga Situmeang menghadiri hari pertama Partangiangan Jamita Mangaraja Situmeang, boru dan bere se-dunia, Kamis (2/7) di Peanariburan, Sipoholon, Tapanuli Utara.

Partangiangan itu akan dilangsungkan selama tiga hari di dua tempat yaitu, tanggal 2-3 Juli di Sipoholon dan 4 Juli di Lapangan Simaremare Sibolga ditangani panitia nasional dengan ketua umum St Patar P Situmeang, panitia Bona Pasogit Tapanuli Utara dengan ketua umum Mangasi Situmeang SH LLM dan panitia Sibolga-Tapteng dengan ketua umum Syahlul Umur Situmeang.

Hari pertama partangiangan di Sipoholon dihadiri Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing didampingi istri Elly br Manalu, Ketua DPRD FL Fernando Simanjuntak SH MH, Dandim 0210 TU Letkol Arh Ramses Lumbantobing, Ketua PN Gerchad Pasaribu SH, Sekdakab Drs Sanggam Hutagalung MM dengan pengkhotbah Ephorus HKBP DR Bonar Napitupulu.

Dalam khotbahnya, DR Bonar Napitupulu mengharapkan acara partangiangan pomparan Situmeang se-dunia kiranya menjadi wadah yang pertemukan keluarga besar tersebut untuk saling mengasihi. Acara yang dilangsungkan di Bona Pasogit ini katanya mempunyai makna yang benar-benar jauh lebih besar dibandingkan jika diselenggarakan di “Parserahan” (kota-kota lain di Indonesia) sebab yang dapat menunjukkan kultur orang Batak yang sebenarnya kepada generasi yang lebih muda. “Ibarat Nangka, harus di pokoknya berbuah agar buahnya besar,” sebut DR Bonar.

Diingatkan, akan lebih indah jika cerita yang didengar tentang marga Situmeang adalah cerita-cerita yang baik dan kegembiraan. Untuk itu, diharapkan acara itu semakin mempersatukan marga Situmeang untuk dapat saling bertolong-tolongan.

Pada bagian lain acara tersebut, ketua umum Bona Pasogit Mangasi Situmeang SH LLM dalam sambutannya mengatakan, partangiangan yang dilaksanakan itu akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Forum sebagai sarana semakin mempersatukan pomparan marga Situmeang dan menggagasi hal-hal yang akan dilakukan demi mendukung kemajuan pomparan marga Situmeang.

Turut memberikan sambutan mewakili boru, bere Letjen (Purn) FX Sujasmin dan mewakili natua-tua Situmeang, Tota Situmeang. Acara partangiangan itu dihadiri sejumlah putra-putra Situmeang dari perantauan antara lain Irjen TNI Robert Situmeang, Ketua DPD K-SPSI Sumut Sugianto Situmeang, Ketua DPRD Kota Sibolga Syahlul Umur Situmeang.

Sementara itu Ketua Umum panitia nasional, St Patar P Situmeang dalam sambutannya meminta seluruh pomparan marga Situmeang untuk semakin bersatu padu dengan mengedepankan semangat dipersatukan oleh perbedaan bukan dipisahkan oleh perbedaan. Menurutnya, tiga unsur untuk mencapai sukses yaitu politik, agama dan budaya harus dipadukan dan harus saling seimbang dalam menjalankannya tidak dibuat saling berbenturan.

Sedangkan Bupati Taput Torang Lumbantobing dalam sambutannya lebih menekankan bahwa kemajuan akan diraih atas semangat ingin berobah dan maju dari pribadi lepas pribadi sebab keberhasilan seseorang tidak dapat diraih jika hanya mengharapkan bantuan orang lain. “Holan hita do naboi mambangun dirinta sandiri,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, kepada Ephorus HKBP DR Bonar Napitupulu didampingi ompu boru, Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing didampingi ibu Elly br Manalu, Ketua DPRD FL Fernando Simanjuntak SH MH, Dandim 0210 TU Letkol Arh Ramses Lumbantobing didampingi ibu, Ketua PN Gerchad Pasaribu SH dan Kajari Tarutung Mangasi Situmeang SH LLM didampingi ibu diberikan “ulos” oleh para tokoh marga Situmeang sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan yang diberikan.

Selanjutnya, seluruh panitia baik nasional dan Bona Pasogit bersama pomparan marga Situmeang se-dunia meresmikan prasasti Partangiangan Jamita Mangaraja Situmeang boru, bere se-dunia.(PR3/g)


Pesta Partangiangan Pomparan Jamita Mangaraja Situmeang se-Dunia di Sibolga Meriah

Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on Juli 6th, 2009

Sibolga (SIB)
Pesta Partangiangan Pomparan Jamita Mangaraja Situmeang Boru Bere se- Dunia di Sibolga, Sabtu (4/7) di Lapangan Simare-mare Jalan Sutomo Sibolga berlangsung meriah, dihadiri ratusan keturunan Situmeang berasal dari Kota Sibolga dan daerah lainnya di Indonesia serta penjuru dunia di antaranya DR Robinson Situmeang dari Amerika Serikat.

Pesta diawali ibadah/ partangiangan dilanjutkan dengan kata-kata sambutan masing-masing Ketua Bolahan Amak Sibolga Syahlul Umur Situmeang, Ketua Panitia Nasional St Patar Situmeang, mewakili boru Sintong Nainggolan, mewakili natua-tua SY Situmeang dan Bupati Tapteng.

Pemberian cindera mata oleh panitia pesta dan pengurus pomparan kepada Wakil Walikota Sibolga H Afifi Lubis dan Bupati Tapteng dilanjutkan dengan pemberian ulos, tortor dan hiburan.

Pengurus Pomparan selanjutnya memberikan bantuan pendidikan berupa 2 unit komputer komplit masing-masing untuk sekolah di lingkungan Diknas Pemko Sibolga dan Dinas Pemkab Tapteng.

Ketua Umum Partangiangan Ompu Jamita Mangaraja Situmeang se- Jabodetabek Raja Bonaran Situmeang SH MHum di sela-sela pesta menjawab wartawan berharap, pesta ini membawa dampak positif kepada seluruh poparan Jamita Mangaraja Situmeang se- Dunia seperti dalam hal terbukanya lowongan kerja bagi yang belum dapat kerja sedangkan yang sudah berkerja mendapat promosi peningkatan karier.

“Didoakan pesta ini juga membawa pomparan Jamita Mangaraja Situmeang mendapat kehidupan yang lebih sejahtera,” katanya seraya menambahkan tujuan pesta guna mempersatukan Pomparan Jamita Mangaraja boru, bere supaya saling mengasihi, tolong menolong dan saling mendoakan.

Tema Pesta “Idama Dengan Nai Dohot Sonang Nai, Molo Tung Pungu Sahundulan Angka Namarhaha Maranggi” (Psalmen (133:1) dan sub tema “Marsiamin-aminan Songon Lampak Ni Gaol, Marsitungkol-tungkolan Songon Suhat di Robean”. (T3/x)



Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0

Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net
 

25 Komentar mengenai “Partangiangan Situmeang se-Dunia 2009”

  1. 1



     Maridup Hutauruk,

    Bersatu dalam 10.000 orang bukanlah hal yang gampang, apalagi semuanya raja-raja. Sudah selayaknya segala yang direncanakan tidak tersia-siakan. 2-3 yang berkumpul atas NamaNya maka Dia ada hadir, maka kehadirannya pasti membuahkan hasil. Maju….Situmeang, GBU

  2. 2



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    @Maridup Hutauruk

    Syukur pada TUHAN, Amin

  3. 3



     Duliman H Situmeang,

    Sungguh alangkah indah, alangkah baik bila sesama saudara hidup rukun, itulah nyanyian yang dikumandang kan ,saat itu di Peanariburan. Secara pribadi saya naikkan puji syukur kepada Tuhan, dengan suksesnya acara ini. Harapan saya semoga ini membawa berkat kepada kita semuanya.

    Terima kasih saya sampaikan kepada,
    Bp.St.Patar Situmeang,Bp.Mangasi Situmeang, Bp.R.Bonaran Situmeang,Bp.Ampuan Situmeang,Bp.Harun Situmeang, dan kepada semua peserta Partangiangan Situmeang Th.2009
    Salam hormat saya kepada semua ruas Situmaeang Boru & Bere ,Horas ma dihita sude.

  4. 4



     Duliman H Situmeang,

    Sungguh alangkah indah, alangkah baik bila sesama saudara hidup rukun, itulah nyanyian yang dikumandang kan ,saat itu di Peanariburan. Secara pribadi saya naikkan puji syukur kepada Tuhan, dengan suksesnya acara ini. Harapan saya semoga ini membawa berkat kepada kita semuanya.

    Terima kasih saya sampaikan kepada,
    Bp.St.Patar Situmeang,Bp.Mangasi Situmeang, Bp.R.Bonaran Situmeang,Bp.Ampuan Situmeang,Bp.Harun Situmeang, dan kepada semua peserta Partangiangan Situmeang Th.2009
    Salam hormat saya kepada semua ruas Situmeang Boru & Bere ,Horas ma dihita sude.

  5. 5



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    @Duliman H. Situmeang

    Horas.

    Selamat berkunjung dan bergabung dalam NAIPOSPOS ONLINE.

    Terimakasih.

    Salam hangat persaudaraan,

    RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG

  6. 6



     Duliman H Situmeang,

    Horas juga ampara,
    Senang kalo bisa komunikasi dengan saudara-saudara semuanya,khusus nya kalo ada dari Pakkat yang marga Situmeang, sampai saat ini ingin berita mereka,
    Menurut info dan pesan kakek dahulu ada dongan tubu saya di Pakkat, mohon para pembaca yang budiman, ada informasi untuk ini.
    Data lengkap saya adalah.
    Nama : Duliman H Situmeang
    Situmeang : Binanga Julu No 11
    Alamat : Jakarta
    Kakek saya nama : Philemon (Ompu Palua Dekke)
    No.9
    Bp Kakek saya : Gumatam( Ompu Gadong) pernah
    tinggal di Pakkat
    Sampai saat inilah ingin mencari keturunan Ompu Gadong yg ada di Pakkat. Terima kasih………Horas

  7. 7



     Rukdin Situmeang,

    Horas Oppung (sementara saya panggil oppung dulu) saya nomor 13 dari generasi situmeang?jamitamangarja (ini juga belum tentu benar). Kami berasal dari Pakkat , oppung kami dua bersaudara, orangtua kami 5 bersaudara. Memang pernah oppung, datang dari Tarutung/Pintu Bosi datang ke Arbaan(Kec. Onanganjang) tempatnya kakek/nenek kami untuk mencari makam (salah satu istri Op. Sigadong) dan memang ada dan sudah diambil (berupa tano), makam itu dekat dengan makam kakek saya.
    Oppung alamat email saya :tumeangrds@gmail.com

  8. 8



     Duliman H Situmeang,

    Oppung Rukdin Situmeang, saya terharu membaca cerita yang disampaikan , sungguh demikian lah cerita ini yang disampaikan Bapa saya( beliau lah yang berangkat ke Arbaan ) yang saat itu beliau masih aktif bekerja di Kantor Penerangan P.Siantar, Jika inilah waktu permulaan kita berkomunikasi lewat media ini,saya berharap dapat ditingkatkan supaya usaha orang tua saya mencari dongan tubu dari Arbaan menjadi kenyataan, ya Oppung
    Horas, horas

  9. 9



     hendry lbn gaol,

    Horas ma abang,….

    mungkin dan mungkin inilah kekurang pedulian saya dengan dongan tubu saya selama ini. Saya lahir dan besar di Pakkat, tapi saya seolah tak dapat mengingat siapa MARGA SITUMEANG di PAKKAT.

    Di Arbaan pun yang saya kenal hanya beberapa marga SIBAGARIANG, sudi kiranya abanganda memberitahukan.

    Bapak saya St. D. Lbn Gaol di HKBP PAKKAT dan beliau lama menjadi ketua Pomparan LumbanGAOL-Situmeang, Pakkat. ( Dipakkat, marga Situmeang disatukan dengan Lumban Gaol, karna marga ini jarang disana, sehingga setiap seseorang yang marga SITUMEANG, selalu kuanggap LUMBAN GAOL juga, karna dah dari kecil seperti itu…).

    Bapanda juga hingga kini menjadi raja adat Naipospos di pakkat.

    Kalau abanganda tanaya sama orang pakkat, pasti kenal bapak saya ini ( karna hanya dia satu-satunya Sintua Lbn Gaol hehehehehe).

  10. 10



     Duliman H Situmeang,

    Horas ma diho ampara Henry Lumban Gaol,

    Salam hormat saya kepada admin Naipospos online,karena melalui media ini saya telah menemukan dongan tubu saya yang dari Arbaan, walaupun komunikasi belum begitu intens, “Sukses untuk Naipospos online”

    Kalau berkenan ampara boleh kita komunikasi melalui alamat email saya seperti tertera diatas.

    Terima kasih , horas ma dihita sude.

  11. 11



     hendry lbn gaol,

    Horas …

    mauliate di alus muna i abang. dang huida email muna i, attong ditoru on hubaen pe email hu\

    h2_oi@yahoo.com ( sekaligus YM)
    web: http://www.latteung.wordpress.com

    mauliate ma

  12. 12



     PM BANJARNAHOR,

    Saudara-saudaraku Pomparan Raja Naipospos, kita jangan munculkan sebuah opini yang dapat mengganggu stabilitas kekerabatan SILSILAH RAJA NAIPOSPOS. Dalam Rapat Pengurus Pusat Raja Naipospos hari Minggu 8 Nopember 2009 di Gedung Purnawirawan POLRI Blok A Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang dipimpin oleh Ketua Umum Brigjen Pol (Pur) Parasian Simanungkalit telah memutuskan sebagai berikut “Catatan kecil Doangsa Situmeang” yang menyangkut tentang SILSILAH RAJA NAIPOSPOS yang menyatakan bahwa Raja Naipospos mempunyai anak 5 (lima) adalah tidak benar. Yang benar adalah bahwa anak Raja Naipospos ada 2 (dua) yaitu Toga MARBUN (Lumban Batu, Banjarnahor, Lumbangaol) dan Toga SIPOHOLON (Sibagariang, Hutauruk, Manungkalit, Situmeang)dan SILSILAH ini sudah kita ikuti dan laksanakan lebih dari 20 generasi. Dan hingga sekarang saya sebagai pomparan Raja Naipospos sangat merasakan nilai kekerabatan kita yang begitu tinggi di Raja Naipospos. Marilah kita jangan ungkit2 lagi yang sudah HOT DI HUNDULANNYA. Horas dari St. PM (PUASA) BANJARNAHOR, Cibubur Jakarta

  13. 13



     hardi hutauruk,

    Horas.
    Sai anggiatma didongani asi ni roha ni Jahowa hita pomparan ni Raja Naipospos.
    Maulate godang hupasahat di hamu sude amang naung mangaradehon roha,pingkiran nang tingki mangalehon soso-soso nang angka opini manang ragam ni angka parbinotoan di Naipospos Online on.
    Dinaung hujaha hami email ni Ama nami PM.Banjarnahor,(posted tgl 10 November 2009 ),gabe tubu do di roha nami asa tung mansai tangkas nian tapamanat dia do boncir ni soso-soso on,jala dia do rumang ni gangguan stabilitas kekerabatan naung masa ditonga-tonga ni hita pomparan nia Raja Naipospos.
    Mangihuthon pandapot nami nian,songonon ma :
    1. Tong ma hot Naipospos Onlikne on,gabe inganan ni angka Naiposos manurathon ragam ni angka opini dohot ragam informasi,songon na n ijaha di tujuan ni dipamasa web site on,tanpa buru-buru dicurigai bahkan dihakimi.
    2. Molo tung adong asing pandohan manang pandapot,gabe manambai angka parbinmotoan doi, tutu molo manghorhon gangguan stabilitas,denggan ma tatangkasi,alai molo boi pangidoan nami tapatupa ma jumolo angka diskusi,unang jumolo hita menghakimi jala marpandapot dirinta sandiri na sintong.
    Lapatanna,sude tong2 do berhak manurat i web site on, lumobi molo sian ias ni rohana mangalehon informasi tu angka naasing, udutna muse molo boi nian tong2 ma hita manat mambaen rimpun ni namasa di website on siala inganan nasaling berdiskusi do web on,duduk sama rendah,berdiri sama tinggi.
    3.Hupangido roha nami asa tangkas nian huboto hami namengutip hasil rapat manang atas nama ni Pengurus Pusat raja Naipospos do Amang PM. Banjarnahor mambaen soso-sosdo on.
    4. Molo atas nama Pengurus Pusat Raja Naipospos,asa dumenggan nian ibaen songon sada surat edaran,natape hupangido hami unang gabe membunuh kreativitas pomparan ni Raja Naipospos,lumobi asa tong diparateatehon hasomalon dunia web aite (kebebasan berpendapat)
    5. Ianggo hami dang bersikap memihak di dua pandapot taringot tu Piga do pomparan ni Raja Naipospos,alai tarpaimaima do hami di habalgaon ni Naipospos boi mambaen sada pandapot na boi gabe ojahan,tungpe so hira sidung dope angka diskusi,jala i roha nami boi ma lebih berperan pengurus Pusat Punguan Raja Naipospos.

    Mauliate.

  14. 14



     Hotman Bandjarnahor,

    Horas,
    Mauliate atas prakarsanya dalam rangka penyusunan database Silsilah Naipospos (Versi 1.0). Untuk ini perlu disampaikan bahwa penulisan silsilah tersebut tidak sesuai dengan Silsilah yang berkembang di lingkungan Pomparan Naipospos, karena dalam silsilah di atas ditulis anak Raja Naipospos terdiri dari lima orang yaitu : Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun, pada hal menurut buku yang ditulis oleh Batara Sakti tahun 1905 Anak Raja Naipospos hanya ada dua yaitu Toga Marbun dan Toga Sipoholon.Mengingat adanya silang pendapat mengenai Sisilah Pomparan Naipospos yang sedang berkembang di antara Pomparan Naipospos (dapat dibaca pada Naipospos Online dengan Judul Tanggapan Punguan Naipospos Tentang Tarombonya hasil Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Gedung Purnawirawan Polri di Jalan Darmawangsa-II Jakarta Selatan pada Minggu, 8 Nopember 2009 yang dimulai pukul 16:00 WIB s/d selesai sekitar pukul 20:00 WIB Pimpinan Rapat Brigjen Pol. (Purn) Drs. Parasian Simanungkalit, SH. MH ).
    Jadi dipangido roha nian penulisan Silsilah Naipospos Versi 1.0. dipature ma mamangke Tarombo naung berkembang sejak tahun 1905 bahwa anak ni Raja Naipospos holan dua do ima Toga Marbun dan Toga Sipoholon

    Mauliate

  15. 15



     Maridup Hutauruk,

    Ada baiknya komentar yang disampaikan oleh penanggap diletakkan dalam konteks artikel yang sama supaya tidak membingungkan pengunjung yang membaca artikel di Naipospos Online ini. Misalnya penanggap PM BANJARNAHOR dari blog Voice Sulu Sulu yang mengomentari tentang Tarombo Naipospos sebaikknya ditempatkan dalam ruang tanggapan artikel \"Tanggapan Punguan Naipospos Tentang Tarombonya\" atau boleh juga pada artikel berjudul \"Salah Satu Versi Naskah Naipospos\", atau pada artikel berjudul \"Siapakah Martuasame Itu Sebenarnya\", atau artikel berjudul \"Benarkah Toga Sipoholon Adalah Putra Naipospos?\" atau artikel berjudul \"Kisah Raja Naipospos Dan Keturunannya\", atau artikel berjudul \"Apa Benar Naipospos Menurunkan 7 Marga?\", atau artikel lain yang berkaitan.

    Pesan ini hanya sebagai masukan agar isi komentar tersebut menjadi bermagna sesuai konteksnya sehingga pengunjung tidak dibingungkan antara isi artikel dan isi komentar. Kepada admin mungkin dapat mengalihkan komentar ini pada posisi yang pas, karena tanggapan seperti yang diberikan oleh PM Banjarnahor, Hardi Hutauruk, Hotman Banjarnahor adalah berisi pesan sangat penting untuk diketahui oleh pinompar Naipospos.

    Kalau komentar ke-3 penanggap yang disebutkan ini berada pada artikel \"Partangiangan Situmeang Se-Dunia 2009\" yang samasekali tidak berisi bahasan yang ada dalam tanggapan, maka ada selintas seolah menyampaikan pesannya hanya kepada Doangsa Situmeang, padahal semua orang (pinompar Naipospos) perlu mengetahuinya.

  16. 16



     Maridup Hutauruk,

    Saya ingin menanggapi komentar:
    @PM BANJARNAHOR,
    Tarombo yang dipegang oleh kebanyakan pinompar Naipospos termasuk saya bukan berasal dari 20 generasi terdahulu, tetapi diberlakukan karena ada kepentingan Penjajah Belanda pada masa itu untuk memecah rumpun bangsa Batak, dalam konteks ini adalah Keturunan Naipospos, sehingga Jabatan Demang pada masa itu adalah W.M Hutagalung membuat kekacauan Tarombo Naipospos (termasuk kepentingan W.M. Hutagalung pribadi secara marga dari kelompok Raja Sobu) sehingga terbitlah bukunya di tahun 1926 berjudul “Pustaha Batak” dan kacaulah Tarombo Naipospos.

    Sejak generasi-generasi awal bahwa Rura Silindung adalah tanah ulayat Pinompar Naipospos, sementara Pinompar Raja Sobu memiliki tanah ulayat gunung-gunung mulai Siatas Barita sampai kearah Pahae dan Sibolga. Pada generasi ke-5 dari Naipospos terjadi perselisihan dengan keturunan Raja Sobu sehingga mereka menguasai setengah dari Rura Silindung yang sebelumnya adalah ulayat dari pinpompar Naipospos. Perselisihan ini sempat menjadi topik pengambilan kekuasaan Harajaon ni Sisingamangaraja yang secara turun-temurun dianggap sebagai Raja Batak, maka berkumpullah 8 raja-raja Batak (8 Raja Marga Batak) untuk melerai perselisihan dan mereka ditempatkan dikawasan yang sekarang disebut Siualu Ompu – Tarutung, untuk melerai perselisihan tersebut.

    Pada sekitar generasi ke-6 dari Naipospos, Sibagariang (Sinagabariang)dari keturunan Naipospos mengambil inisiatif untuk mengumpulkan dalam satu Pesta yang untuk menggalang kekuatan karena pencaplokan tanah ulayat mereka, yang kemudian ternyata menjadi pemicu perselisihan di kelompok keturunan Naipospos. Pada masa inilah terbentuk 7 marga keturunan Naipospos, termasuk terbentuknya 2 kelompok namarpadan (6 marga) diluar Sinagabariang, dan dari sinilah sebenarnya berketurunan Naipospos (5 anak) membawakan marga-marganya sampai sekarang.

    Pada masa penjajahan belanda menguasai Tanah Batak dengan pengangkatan Raja Ihutan sebagai tandingan Raja Bius maka banyak perselisihan tanah ulayat diantara marga-marga Batak terutama di Silindung. Bila perlu harap dibaca buku karangan Ypes dan Vergouwen. Hal ini cukup memusingkan Belanda tetapi juga menjadi alasan untuk memecah belah agar Batak di Silindung tidak bersatu.

    W.M. Hutagalung sebagai pribadi keturunan Raja Sobu termasuk sebagai penguasa (Demang)kaki tangan Belanda tentu berkepentingan karena beliau sangat memahami tentang tanah ulayat Naipospos. Ini adalah sekelumit sejarah yang sedang saya teliti sampai sekarang.

    Dasar pemikiran ini sebenarnya ingin saya sampaikan pada rapat Naipospos pada tanggal 8 Nopember 2009 kemarin itu, dengan maksud untuk membuka wacana berpikir untuk alasan mengapa anak Naipospos ada 5 orang? Tetapi upaya saya untuk mencoba memaparkannya dipatahkan oleh kelompok Banjarnahor pada masa itu, sehingga wacana ini tidak terbuka secara umum.

    Pada hakekatnya tidaklah adalagi kepentingan terbentuknya Punguan Naipospos (marga-marga naipospos)yang sudah memuliakan marga-marganya masing-masing dalam konteks hubungan kekerabatan Dalihan Natolu yang mengatur tatanan adat istiadat diantara mereka, akan tetapi Punguan Naipospos sangat-sangat-sangat dipentingkan bila konteksnya untuk menyelamatkan tanah ulayat leluhurnya (dikhawatirkan kawasan Dolok Imun akan diambil alih oleh marga-marga lain). Untuk itulah kepentingan Naipospos berkumpul dalam satu wadah.

    Demikian pula tanggapan saya ini dialamatkan juga kepada @ Hotman Banjarnahor, atau dongan tubu yang hadir pada rapat Naipospos tanggal 8 Nopember 2009 itu, termasuk kepada semua pinompar naipospos yang memahami kepentingan tanah leluhur Naipospos bagi keturunannya.

    Mohon maaf kalau tanggapan ini menjadi agak panjang, namun perlu juga dibaca beberapa artikel yang ada di situs ini seperti yang berjudul “Kearifan Menapaki Sejarah Naipospos” atau artikel “Tarombo Naipospos Sebagai Ekspresi Jatidiri Bangso Batak”. HORAS

  17. 17



     hardi hutauruk,

    @Hotman Banjarbahor

    Horas di hita saluhutna,jumolo hami marsantabi molo tung adong nalobi hurang pandapot nami marhite surat on.

    Molo hupaihut-ihut sude angka pandapot na adong di Naipospos OL on,antar humurang dope huhilala lambas ni rohanta mangalapati pandapot ni donganta (hape sada keluarga do hita dibagasan sada Punguan Pomparan Raja Naipospos).

    Namarlapatan mai asa adong nian nanggo saotik pamanat hamu diangka opini Amang Maridup Hutauruk naung marulak loni dipatupa di website on.

    Jala unang manian mamintor tabaen sada ojahan (hasil rapat 8 November 2009)laho manghatahon naholan i nasintong,lumobi di dunia maya,tagonan jumolo tapamanat.

    Jala muse songon na gabe humurang do apresiasai nami di hasil ni rapot on siala adong pandapot ni Amang Maridup Hutauruk songon naso tipak pardalan ni rapot i.

    Mangihuthon pandapot nami jumolo ma tapatupa ruang diskusi asa unang tubu kesan nahumahojor jala dao sian tujuan2 naso pataridahon lambas ni roha umbege pandapot ni dongan.

    Songoni ma pandapot sian hami,nanionjar ni roha na ias laho patupahon nadumenggan ditonga-tonganta.

    Maulitae.

  18. 18



     Hotman Bandjarnahor,

    Horas Ampara Doli @ hardi hutauruk,

    Molo tabereng di Silsilah Naipospos Versi 1.0. nungga di bahen disi anak ni Raja Naipospos 5 halak terdiri dari Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun (hape sumber informasi on masih sepihak dan belum disepakti oleh Pomparan ni Raja Naipospos). Manat hita mangalangka tujuloanon unang tartuktuk. Molo sepakat hita tongtong naeng mambahen Silsilah Naipospos, sumber tarombo naung tarsurat saleleng on ma tabahen ima anak ni Raja Naipospos 2 ima Toga Marbun (Lumban Batu, Bandjarnahor, Lumban Gaol) dohot Toga Sipoholon (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang).Molo ndang sepakat hita di pending ma jolo pembuatan Silsilah Naipospos.
    Salom

  19. 19



     Maridup Hutauruk,

    @Hotman Banjarnahor,
    Molo so sala nunga hea adong alus ni Administrator ni Naipospos Online on mengenai sungkunsungkun na sarupa tentang tarombo naung dipatupa di situs on ima di Kategori Tulisan ‘Forum Online’, alai ndang na sala molo ta ulahi manungkun tu admin.

  20. 20



     hendry lbn gaol,

    Ai aha do lapatanni TOGA??
    Boasa sai adong halak mandok “Sitoga Marbun, Sitoga sipoholon” manang na SiRaja Toga Marbun, siRaja Toga Sipoholon.

    Bukka be nma jo pustaha bahasa batak i bah, aha do lapatanni TOGA, ai sai dibaen be komentar na di web on, sai hira namalo….

    Songoni do nang na hea binege, makkataima amatta on, didok ma “di hita pomparan ni opputta si Raja Toga Naipospos…”

    ta torushon ma muse,……

  21. 21



     Dodi situmeang S.kom,

    kalau bisa tolong di buat silsilah poparan situmeang,agar suatu saat anak dan cucu kita.dapat mengetahui sturktur silsilah itu tersebut.sehingga kita pun dapat mengetahui urutan marga situmeang dan seterusnya…..?
    salam buat kita yang bersaudara.terima kasih buat kita semua. Tuhan Memberkati kita Semua.

  22. 22



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    @Hendry Lumban Gaol

    Horas, Amparangku.

    Anggo Amparangku na sada on nian, ndang mansaedi sungkunsungkunna. Alai tahe ndang na pola boha i. Denggan do i. Ai ingkon songon i do, asa tipak songon na tagi hudok i, i ma:

    Tangkasi hamu ma saluhutna; na denggan i ma tiop hamu! (I Tesalonika 5:21)

    Alai i ma da tutu, unang sai mampartahanhon na binotona be da. Ai molo liat humurang do na binoto jala molo tinangkasan ndang bonar hape, na ingkon rade do iba manjalo na nidok ni dongan. Molo indada songon i, unang tadok halak siginjang roha manang halahan pomparan ni siginjang roha, hape iba sandiri ndang marsormin (berkaca), na iba do hape santipul so angkupan satonga so donganon jala naginjang roha situtu.

    Tangkas ma i taparateatehon di parngoluonta siganup ari.

    Amang Hendry Lumban Gaol, nunga tar jotjot ra hupatorang aha lapatan ni TOGA i. Marhite sungkunsungkunmuna i tanda ma hamu na hurang manangi di hata ni dongan jala na hurang mamparrohahon na nidok ni dongan. Pada artikel Benarkah Toga Sipoholon adalah putera Naipospos jala di KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA dohot di Sanggahan Ricardo Parulian Sibagariang terhadap pendapat Ama Natalia Lumban Gaol nunga mansai tangkas hupatorang lapatan ni TOGA i. Berikut petikannya.

    Dalam bahasa Batak, toga dapat diartikan sebagai kumpulan (punguan). Toga digunakan oleh Suku bangsa Batak (Silindung-Samosir-Humbang-Toba) ke dalam persatuan (parsadaan) marga. Seperti halnya Toga Sihombing sebagai persatuan kumpulan marga Sihombing (Silaban-Lumban Toruan-Nababan-Huta Soit).

    Beberapa dari keturunan Naipospos selalu menyebut Naipospos dengan Toga Naipospos dan bukan Raja Naipospos. Penulis merasa lebih baik menyebut Naipospos dengan Raja Naipospos. Karena dalam bahasa Batak, toga berarti kumpulan ataupun dalam bahasa Batak, punguan. Jadi apabila meggunakan kata toga dalam kalimat Punguan Toga Naipospos, kalimat itu dapat diartikan Kumpulan-Kumpulan Naipospos. Apalagi disebut Raja Toga Naipospos, maka artinya semakin amburadul atau tidak baku lagi atau rancu atau bahkan tidak punya arti. Ada baiknya disebut dengan Punguan Raja Naipospos. Sejak dulu pun Naipospos selalu disebut Raja Naipospos dan bukan Toga Naipospos.

    Ada baiknya menyebut Raja Naipospos dan bukan Toga Naipospos.

    Mari kita renungkan bersama, apakah memang begitu banyaknya nenek moyang kita yang lahir pada zaman dulu dengan melekatnya kata “toga” sebelum namanya? Jelas tidak. Kata toga kemudian digunakan oleh keturunan beberapa nenek moyang untuk menyatakan kumpulan atau pun punguan mereka. Jadi dalam bahasa Batak, toga berarti punguan atau pun kumpulan.

    Amparangku, diboto hamu do didia bona pasogit ni Naipospos? Atau katakan saja perkampungan pertama Raja Naipospos.

    DOLOK IMUN, Huta Raja. Itulah bona pasogit Naipospos dan perkampungan pertama Raja Naipospos. Bukan Tanah Rambe, Amparangku.

    Jadi, tolonglah Amparaku pergi sekali-kali ke Huta Raja. Coba tanya Ampara, kepada orang tua kita keturunan Naipospos – janganlah dulu Sibagariang – yang ada disana: Penyebutan mana yang benar, apakah RAJA NAIPOSPOS atau TOGA NAIPOSPOS. Jangan mentang-mentang, Marbun disebut TOGA MARBUN dan Ampara ingin membawakannya ke Naipospos dengan menyebut TOGA NAIPOSPOS. Ampara salah berat jika demikian.

    Lagipula, kata “toga” itu lebih mengarah pada “punguan” atau kumpulan. Jadi apabila Ampara menyebut lagi Raja Toga Naipospos, aduh penyebutannya sudah semakin ambur-adul. Artinya menjadi Raja Kumpulan Naipospos. Jelek tidak didengar? Alani, molo boi unang torushon pandohan mi ate, Ampara. Saran saya lebih banyaklah Ampara membaca teks kuno bahasa Batak asli, seperti halnya BIBEL.

    Ondihon (maafkan) ahu molo tung adong hatangku na maralo tu roha ni Ampara.

    Mauliate.

    Botima.

    Tabi parhorasan sian ahu,

    RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG

  23. 23



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    @Dodi Situmeang, S.Kom

    Horas.

    Salam kenal dan parhorasan dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang kepada Amparaku sekeluarga Dodi Situmeang, S.Kom.

    Selamat datang dan berkunjung di situs NAIPOSPOS ONLINE ini.

    Mengenai penyusunan silsilah keturunan Situmeang, semoga terwujud kelak tepat pada waktunya dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

    Terimakasih.

    Salam hangat persaudaraan,

    RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG

  24. 24



     hansen,

    HOras ……………….! appara dhot ibotyo niba,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    ba pinangido ni roha nian tu hita asa molo mangisi blogger on asa ta baen ma nioan nmr ni telp ta,,,,,, asa boi lobi gampang komunikasitu hita akka namariboto/mardongan tubu

    mauliate,,

    hansen situmeang, Putra dari HUDOPA NAILI

    (Phone ) 081277349625

  25. 25



     Duliman H Situmeang,

    Menyambung komunikasi, saya masih mencari dongan tubu dari Barus (yaitu pinompar ni Ompu Sigadong generasi ke 8,
    dari Ompu Binanga Julu,Raja Niontang
    menurut informasi nya berdomisili didaerah Barus.)

    Bagi yang mengetahui nya, silah kan menghubungi,
    Duliman H Situmeang, Hp.0818834069

    Horas ma dihita sude.


Form Penulisan Komentar

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru