Satukan Tekad Membangun Pemuda Naipospos
MARI SATUKAN TEKAD
UNTUK MEMBANGUN PEMUDA NAIPOSPOS
* DIMANAPUN BERADA, KHUSUSNYA DI TAPANULI UTARA *
Sejarah Tapanuli Utara telah berjalan puluhan tahun. Berbagai
pembangunan fisik non fisik cukup banyak telah diwujudkan. Walau
pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara yang terkesan lambat, namun
kita sebagai keturunan Naipospos dimanapun berada, agar refleksi diri,
`Sudah sejauh mana kita membangun bonapasogit kita?`
Beberapa putra Naipospos, sukses di berbagai daerah dan berbagai
bidang. Namun di samping itu putra naipospos masih sangat banyak
tertinggal, baik material, pemikiran serta mentalitas. Ada rasa puas
di beberapa orang Naipospos, namun banyak rasa tidak puas dari
kalangan naipospos khususnya para pemudanya akan pembangunan
Naipospos yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara.
Kemajuan Naipospos adalah bagian dari suimbangsih terhadap kemajuan
Kabuapetn tapanuli utara. Maka untuk sebuah Kabupaten Tapanuli Utara
yang makin maju, layaklah sekali lagi kita bertanya dalam diri kita
masing ? masing khususnya buat Para Pemuda Naipospos dimanapun berada
khususnya yang berada di Tapanuli utara:
`Sudah sejauh mana keikutsertaan Pemuda Naipospos yang merupakan salah
satu penduduk asli Kabupaten Tapanuli utara berperan serta dalam
pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara selama Kabupaten ini lahir ?`
Pembangunan di Kecamatan Sipoholon yang merupakan basis Naipospos
hingga kini seperti berjalan ditempat. Bisa dikatakan tidak ada
pembangunan yang yang dapat memberikan dampak positif kepada
pembangunan pemuda Naipospos. `Kemana para keturunan Naipospos kita
yang telah sukses?
banyaknya potensi SDM dan SDA Naipospos yang bisa dikembangkan hingga
meraih prestasi, maka perlu suatu gebrakan yang nyata dengan
menciptakan sebuah kendaraan/ wadah perjuangan untuk menggali potensi
? potensi para pemuda naipospos yang dapat mengantarkan para pemuda
naipospos meraih cita cita. Maka sangat tepatlah pembangunan para
pemuda Naipospos diwadahi ataupun difasilitasi oleh Gerakan Pemuda
Naipospos (GERMUNA) Tapanuli Utara.
Untuk itu saya serukan kepada para pemuda Naipospos khususnya dan
keseluruhan Pemuda Naipospos di Indonesia agar menyediakan waktu
memberikan pemikiran dan material untuk pengembangan pemuda Naipospos.
Mari kita renungkan!
? Apakah kita pernah memperhatikan para anak kita, adek kita, saudara
kita yang tertinggal disekolahnya?
? Apakah kita pernah memperhatikan para adek kita, anak kita yang
sakit hingga kini tanpa mendapatkan pertolongan?
? Apakah kita pernah memperhatikan para adek kita, anak kita yang
sulit untuk mendapatkan sekali makan?
? DLL
Suatu saat Saya tersentuh sekali adanya berita anak di Kecamatan
Sipoholon keturunan Naipospos yang sangat kritis karena penyakit AIDS
yang dialaminya tidak diindahkan oleh masyarakat setempat bahkan
pemerintahpun tidak mengindahkannya dalam waktu yang lama. Setelah
Anak tersebut di usir dari kampung karena masyarakat takut tertular
Aids, maka pemerintah mencoba memberi perhatian. Apakah anak itu harus
terancam dulu maka berhak mendapat perhatian??? `Untuk hal ini, dimana
para keturunan Naipospos yang telah sukses???
“ Aku melihat sebuah sekolah bahwa ada seorang anak yang sulit
belajar yang prestasinya sering tinggal kelas dan orang tuanya tidak
mengarahkannnya untuk belajar secara baik, bahkan orang tuanya
me-nomor 2 sekolah anaknya“ .
“ Aku melihat begitu banyak Pemuda Naipospos menghabiskan waktunya di
tempat minum tuak, main billiard/ perjudian, dll yang padahal dia
mempunyai potensi yang terpendam“ .
“ Aku melihat begitu banyaknya Naipospos kehilangan jati diri bahkan
dia tidak tau sejarahnya bagaimana“
“Dan masih banyak lagi“.
“Apakah kita naipospos sibuk dengan adat istiadat saja tanpa mampu
melihat kehidupan nyata mau kemana Pemuda Naipospos yang sesungguhnya
???“
Baiklah, kita Naipospos di mana pun berada, khususnya yang berada di
Tapanuli Utara agar menyadari potensi ? potensi dan
kekurang-kekurangan kita. Semoga kita tetap bersama dan saling
memperhatikan, Hidup Naipospos???, Horas!!!
Oleh:
Miduk Lumban Gaol. SE
081370000997
Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0
Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net

Maridup Hutauruk,
Sebenarnya sudah banyak juga yang tanpa pamrih mau mendukung dan ikut membangun Taput secara umum dan khususnya kampungnya masing-masing. Setidaknya ada 4 orang yang secara personal sudah berupaya ikut prihatin dan mencoba membantu memberdayakan dalam scope kecil kampungnya sendiri dan saya sudah menyaksikan sendiri kebenarannya namun hasil yang diharapkan tidaklah seperti yang diharapkan, dan bahkan kelihatannya jadi tak bermanfaat sama sekali dan penyebab yang paling utama adalah penerimaan orang-orang setempat yang tidak serius dan tak mau sama sekali memberikan apresiasi atas upaya yang diberikan oleh perantau.
Ada yang pernah menyumbangkan babi untuk diternak senilai Rp 60 jt namun yang tersisa hanyalah 13 ekor saja yang dikelola oleh seorang yang dibantu, yang lainnya babinya sudah punah.
Ada juga yang sudah menyumbangkan gedung sekolah, termasuk sebelumnya dia juga sudah menyumbangkan dana yang berorientasi peningkatan ekonomi keluarga, namun semuanya tidak berkembang dan ludes.
Adajuga yang sudah menggerakkan pertanian massal dan mendirikan usaha desa, namun tak disambut bahkan berusaha untuk dihambat perkembangannya dan mereka malah mendoakan supaya tak jalan.
Ada juga yang mendirikan wujud kebudayaan untuk kebanggaan bersama malah dananya ratusan juta dikorupsi sehingga rencananyapun putus ditengah jalan.
Pernah saya ajak beberapa orang yang dianggap mampu secara ekonomis, namun mendapat tanggapan yang tidak mengenakkan.
Sebaliknya pernah ada sumbangan bibit jagung dan padi untuk masyarakat sipoholon sewaktu Pesta Naipospos Juni 2008, tapi tak tau juntrungannya. Kabarnya tak ada yang menerima bantuan tersebut?
Kesimpulan sementara bahwa mungkin semuanya baik yang di bonapasogit maupun yang diperantauan untuk merenung dulu, kalau boleh ada dulu solusinya sebelum hayat berkalang tanah. Horas.
May 27th, 2009 at 4:38 pmadmin,
Hacit mulak mangido humacitan mulak mangalehon, saya pernah punya pengalaman seperti komentar Bapak Maridup Hutauruk.
May 27th, 2009 at 8:56 pm