Demi jaga adik yang HIV, Abang berhenti Kelas V SD

Demi rasa sayangnya terhadap adik bungsunya yang dalam proses perawatan medis karena HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immuno Deficiency Syndrome), Afles Hutauruk (11) terpaksa berhenti dari bangku sekolah. Padahal dia sudah kelas V SD di Sipaholon, Toba Samosir.

Sebagai anak yang selalu berada di rangking lima besar di sekolahnya, dia ternyata mampu menahan rasa pedih di hati kecil-nya. Bahkan, saat diberi uang, dia berusaha menolak seakan menggambarkan biarlah derita itu ditanggungnya sendiri dan dia mampu untuk itu.

Bagaimana tidak, walau masih kecil tapi statusnya sebagai anak tertua yang ditinggal mati ayah dan bunda berusaha bertanggungjawab terhadap adik-adiknya.

Dimana harus mengadu. Dikampung, jangankan untuk membantu kehidupan mereka sebagai anak yatim piatu. Malah mereka sudah tidak diterima warga lagi karena penyakit HIV/AIDS yang diderita adiknya itu.

“Saya sudah tiga bulan keluar dari sekolah. Tak ada yang mau menjaga adik. Saya harap dia bisa sembuh. Kalau dia sembuh, saya ingin sekolah lagi,” sebutnya.

Afles Hutauruk sendiri setelah di tes ternyata sama sekali negatif mengidap HIV. Hal ini diakui Direktur Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan Dr dr Umar Zein DTM&H SpPDKPTI. “Hasil penelitian tim voluntary counseling and testing (VCT) RS Pirngadi, abangnya negatif. Memang almarhum ibunya dulu merupakan klien VCT Pirngadi karena positif HIV,” sebut Umar Zein.

Sebagai seorang dokter yang memahami benar tentang HIV/AIDS, Umar melihat langsung kondisi adik Afles. Dia optimis, kondisi kesehatan pasien akan berangsur pulih.

Tahap awal, katanya, petugas akan memberikan asupan gizi. Setelah itu, akan diobati infeksi opportunitiknya seperti infeksi kulit dan jamur. “Baru nanti akan diperiksa CD-4 pasien untuk melihat seberapa besar kemungkinan dia harus mengonsumsi obat anti retroviral (ARV),” jelas Umar.

Mantan Kadis Kesehatan Medan itu menambahkan, ruang perawatan pasien pun tidak dibedakan dengan pasien lainnya. “Artinya, kalau pasien penyakit paru maka akan dirawat di ruang paru. Jadi, tergantung jenis penyakitnya. Sebab, HIV ini tidak menular lewat udara atau kontak fisik,” jelas Umar lagi. (nai)

Sumber : Harian Analisa, Kamis 23 April 2009 Hal.6

NB: Mohon doa nya biar cepat sembuh
Mudah2an artikel ini terbaca organisasi, perkumpulan sosial, pribadi, pejabat, pengusaha atau LSM, dan mau membantu meringankan biaya pengobatan adik Afles Hutauruk

Info Admin
Tulisan ini adalah email kiriman dari Junita Samosir
(namanya mirip temanku zaman naposo dulu, he he he)



Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0

Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net
 


Form Penulisan Komentar

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru