Agama apa yang dianut leluhur kita?

Apakah nenek moyang kita penganut Hindu? Kristen? Islam? Budha? Parmalim? Pabas? atauuuuu si ‘pelebegu’..?

Apakah ada fakta-fakta yang dapat dipercaya… sebagai bukti bahwa para leluhur Naipospos adalah orang-orang yang beriman?

Kiranya… kalimat singkat ini mendapat respon untuk memulai suatu diskusi forum yang menurut hemat saya tidak bisa kita abaikan. 

Perkenankan saya mengundang seluruh Oppung, Bapak Tua, Bapak Uda, Appara ro di saluhut ale-ale na di parserahan.

Mauliate,

Saortua Marbun

Hp. 08123643289

saortuam@gmail.com

Denpasar, Bali 25 Nov 2008

 



Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0

Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net
 

7 Komentar mengenai “Agama apa yang dianut leluhur kita?”

  1. 1



     admin,

    Mauliate ma ala bukkado rohamu mambahen tulisan di Naipospos Online on.

    Tarsingot agama ni leluhurta na ikkon mar siantusan ma hita diakka naung parjolo. Alani kerinduan akan sesuatu yang Maha Besar sehingga lahirlah sosok MULAJADI NABOLON

  2. 2



     KARMILAWATI,

    pak marbun saya mau tanya kenapa kristen memanggil TUHAN itu ALLAH? DAN di ISLAM pun TUHAN juga di sebut ALLAH?

  3. 3



     Hendry Lbn Gaol,

    Daripada di panggil Cess….atau Bro…atau mungkin Cin???…

  4. 4



     Saortua Marbun,

    Kata ‘ALLAH’ adalah kosa kata bahasa Indonesia yang tersedia sampai saat ini untuk kata ‘Tuhan’. Itu sebabnya pada proses penterjemahan Alkitab dari bahasa aslinya ke bahasa Indonesia digunakan kata ‘ALLAH’, pilihan kata tersebut adalah yang paling tepat.

    Kata yang diterjemahkan dari Bahasa asli Alkitab adalah:
    1. Untuk Kitab Perjanjian Lama (bahasa Ibrani) ‘YAHWEH’ artinya (bahasa Indonesia = ALLAH)
    2. Untuk Kitab Perjanjian Baru (bahasa Yunani) ‘THEOS’ artinya (bahasa Indonesia = ALLAH)

    Semoga jawaban singkat ini bermanfaat. Terima kasih atas komunikasi yang baik.

  5. 5



     Maridup Hutauruk,

    @Karmilawati.
    Tuhan & Allah sama-sama Kata Benda (noun); Allah adalah kata benda pengganti (Proper Noun); jadi kalau anda menulis kata Tuhan menjadi tuhan (huruf kecil) tidak menyalahi kaidah tatabahasa karena tuhan memang sebutan untuk benda, tetapi Allah adalah sebutan nama untuk tuhan dan harus menggunakan huruf besar (awalan huruf besar). Saya (sebuah benda) adalah manusia, nama saya Maridup; jadi, tuhan adalah sebuah benda atau satu oknum yang diberi namanya ‘Allah’. Kalau orang Ibrani menyebut nama tuhannya Yahwe; orang Indonesia menyebutnya Allah; orang Arab Alloh (susah kali bilangnya); orang Batak menyebut tuhannya (debata) dengan nama Mulajadi Nabolon; orang Inggris menyebut nama tuhannya The Almighty God.

  6. 6



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    Santabi di hita saluhutna.

    Agar jawaban kepada saudara Karmilawati lebih jelas, mari kita membaca artikel yang terdapat dalam LAI ONLINE dengan mengklik pranala berikut.

    Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN” dipakai dalam Alkitab Kita?

    Terimakasih.

    Salam hangat persaudaraan,

    RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG

  7. 7



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    Santabi di hita saluhutna.

    Agar jawaban kepada saudara Karmilawati lebih jelas, mari kita membaca artikel yang terdapat dalam LAI ONLINE dengan mengklik pranala berikut.

    Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN” dipakai dalam Alkitab Kita?

    Terimakasih.

    Salam hangat persaudaraan

    RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG


Form Penulisan Komentar

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru