KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA
Profil Penulis
Mari bergabung dalam dunia facebook dan jadilah teman saya dengan mengklik nama saya yang merupakan pranala berikut.
Ricardo Parulian Sibagariang
Naipospos adalah salah satu marga (nama keluarga) dalam suku bangsa Batak khususnya Batak Silindung yang merupakan keturunan dari Raja Naipospos. Raja Naipospos sendiri memiliki 5 keturunan yang menghasilkan 7 (tujuh) marga. Hal tersebut menyebabkan keturunan Raja Naipospos disebut sebagai Naipospos silima saama pitu marga (Naipospos si lima satu bapak tujuh marga).
Kisah Raja Naipospos dan Keturunannya
Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera yang secara berurutan, yaitu:
- Donda Hopol, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang.
- Donda Ujung, yang merupakan cikal-bakal marga Hutauruk
- Ujung Tinumpak, yang merupakan cikal-bakal marga Simanungkalit
- Jamita Mangaraja, yang merupakan cikal-bakal marga Situmeang
- Marbun, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumban Batu, Marbun Banjar Nahor, Marbun Lumban Gaol
Gelar lain Raja Naipospos adalah MARTUASAME. Gelar Martuasame ini didapat Raja Naipospos karena dia mengambil isteri yang kakak-beradik.
Umbahen namambuat boru namarpariban (saama) Raja Naipospos jala alani namasa di tingki marsame Raja Naipospos marbunibuni mambuat tuanboruna napaduahon, gabe digoari ma ibana Martuasame. Jadi Martuasame, goargoar ni Raja Naipospos do i. Ndada goar ni anakna, songon pandok ni nadeba. (bahasa Batak)
Beberapa dari keturunan Naipospos selalu menyebut Naipospos dengan Toga Naipospos dan bukan Raja Naipospos. Perintis merasa lebih baik menyebut Naipospos dengan Raja Naipospos. Karena dalam bahasa Batak, toga berarti kumpulan ataupun dalam bahasa Batak, punguan. Jadi apabila meggunakan kata toga dalam kalimat Punguan Toga Naipospos, kalimat itu dapat diartikan Kumpulan-Kumpulan Naipospos. Apalagi disebut Raja Toga Naipospos, maka artinya semakin amburadul atau tidak baku lagi atau rancu atau bahkan tidak punya arti. Ada baiknya disebut dengan Punguan Raja Naipospos. Sejak dulu pun Naipospos selalu disebut Raja Naipospos dan bukan Toga Naipospos.
Ada baiknya menyebut Raja Naipospos dan bukan Toga Naipospos.
Silsilah Naipospos
Raja Naipospos merupakan putera bungsu dari 8 (delapan) bersaudara, yaitu:
- Sibagotnipohan
- Sipaettua
- Silahisabungan
- Raja Oloan
- Raja Hutalima
- Raja Sumba
- Raja Sobu
- Raja Naipospos
Anak laki-laki 8 (delapan) bersaudara itu merupakan hasil perkawinan Tuan Sorbadibanua dengan Nai Antingmalela boru Pasaribu sebagai isteri I (pertama) dan Boru Sibasopaet sebagai isteri II (kedua).
Raja Sumba, Raja Sobu, dan Raja Naipospos merupakan hasil perkawinan Tuan Sorbadibanua dengan Boru Sibasopaet yang konon dikatakan sebagai puteri Kerajaan Majapahit.
Raja Naipospos dan Keturunannya
Setelah keturunan Tuan Sorbadibanua dari isterinyanya Nai Antingmalela boru Pasaribu berpisah dengan keturunan Tuan Sorbadibanua dari isterinya Boru Sibasopaet, maka Raja Sumba, Raja Sobu, Raja Naipospos, bersama dengan ibunda mereka Boru Sibasopaet pergi ke arah Pintupintu hingga tiba di daerah Silindung.
Selanjutnya Raja Sumba yang menurunkan Toga Simamora dan Toga Sihombing, pergi ke arah Meat.
Sedangkan Raja Sobu dan Raja Naipospos membuka perkampungannya yang bernama Lobu Tangga di daerah Sipoholon, Silindung.
Mangihuthon baritana, tartanom do Boru Sibasopaet di sada tor nadi Hutabarat, Silindung. I do umbahen namargoar tor i ro di nuaeng “Sibasopaet”. Ia hinamborna, ima hatubuan ni hau sitorngom natubu di bona ni tor nadisi. Parsombaonan do i najolo. (bahasa Batak)
Sumber informasi lain menerangkan bahwa Raja Sumba, Raja Sobu, dan Raja Naipospos berpisah di Pariksabungan. Raja Sumba ke daerah Banualuhu Butar, Raja Sobu ke Sihujur, dan Raja Naipospos ke Bahalbatu yang kemudian pindah dan membuka perkampungannya di Dolok Imun, tepatnya dekat Desa Hutaraja, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara sekarang.
Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang isteri yang merupakan kakak-beradik (marpariban) boru Pasaribu. Raja Naipospos memiliki dua isteri karena ia tidak sabar menunggu keturunan dari isteri I (pertama) boru Pasaribu. Sehingga secara diam-diam ia menikahi isteri kedua yang adalah adik dari isteri pertama. Tanpa diduga isteri pertama dan kedua sama-sama mengandung. Isteri pertama lebih dahulu melahirkan anak bagi Raja Naipospos yang kemudian diberi nama Donda Hopol, kemudian isteri keduapun melahirkan anak bagi Raja Naipospos dan diberi nama Marbun. Isteri pertama melahirkan 3 (tiga) orang putera lagi bagi Raja Naipospos, yaitu: Donda Ujung, Ujung Tinumpak, Jamita Mangaraja. Putera dari isteri kedua hanyalah Marbun dan dianggap sebagai putera bungsu karena dalam silsilah Batak bahwa keturunan dari isteri yang memberi putera sulung bagi suaminya akan dianggap lebih sulung dan ditulis lebih dahulu kemudian diikuti keturunan isteri lainnya.
Jadi, putera Raja Naipospos adalah sebanyak 5 (lima) orang, yaitu:
- Donda Hopol, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang
- Donda Ujung, yang merupakan cikal-bakal marga Hutauruk*)
- Ujung Tinumpak, yang merupakan cikal-bakal marga Simanungkalit
- Jamita Mangaraja, yang merupakan cikal-bakal marga Situmeang
- Marbun, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumbanbatu*), Marbun Banjarnahor*), Marbun Lumbangaol*)
*)Penulisan marga yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Donda Hopol (Sibagariang)
Donda Hopol adalah putera sulung Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri pertama boru Pasaribu. Keturunan Donda Hopol pada awalnya bermarga Sinagabariang, karena sesuatu hal kemudian menjadi Sibagariang. Hingga kini keturunan Donda Hopol bermarga Naipospos Sibagariang.
Donda Ujung (Hutauruk)
Donda Ujung adalah putera kedua Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Donda Ujung bermarga Hutauruk. Hingga kini keturunan Donda Ujung bermarga Naipospos Hutauruk.
Ujung Tinumpak (Simanungkalit)
Ujung Tinumpak adalah putera ketiga Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Ujung Tinumpak bermarga Simanungkalit. Hingga kini keturunan Ujung Tinumpak bermarga Naipospos Simanungkalit.
Jamita Mangaraja (Situmeang)
Jamita Mangaraja adalah putera keempat Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri I (pertama) boru Pasaribu. Keturunan Jamita Mangaraja bermarga Situmeang. Hingga kini keturunan Jamita Mangaraja bermarga Naipospos Situmeang.
Marbun
Marbun adalah putera bungsu Raja Naipospos dari hasil perkawinannya dengan isteri II (kedua) boru Pasaribu.
Marbun mempunyai 3 (tiga) orang putera yang secara berurutan, yaitu:
- Lumban Batu, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumban Batu
- Banjar Nahor, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Banjar Nahor
- Lumban Gaol, yang merupakan cikal-bakal marga Marbun Lumban Gaol
Hingga kini keturunan Marbun bermarga Naipospos Marbun Lumbanbatu, Naipospos Marbun Banjarnahor dan Naipospos Marbun Lumbangaol.
Bukti lain bahwa Raja Naipospos mempunyai 5 putera
Telah jelas kita ketahui bersama bahwa tarombo Naipospos yang benar adalah bahwa Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera yang secara berurutan yaitu: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Nama-nama putera Raja Naipospos yang memiliki makna saling berhubungan dan pembagian warisan ogung menjadi bukti lain bahwa Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) putera.
Makna nama-nama putera Raja Naipospos
Raja Naipospos adalah sosok yang gabe dengan mempunyai 5 (lima) orang putera. Bagi Raja Naipospos, nama-nama puteranya tersebut memiliki makna dan menjadi doa kepada Sang Pencipta.
Berikut ini adalah makna nama-nama putera Raja Naipospos yang saling berhubungan satu sama lain.
- Donda Hopol, mengandung makna sahala hadumaon dengan harapan agar roh (tondi) Donda Hopol masihopolan saling pegang teguh dengan roh (tondi) saudara-saudaranya.
- Donda Ujung, mengandung makna sahala habeguon dengan harapan masioloan atau seia-sekata dengan saudara-saudaranya.
- Ujung Tinumpak, mengandung makna sahala panggalangon dengan harapan menjadi parhata sioloan.
- Jamita Mangaraja, mengandung makna sahala harajaon dengan harapan menjadi sipatangitangion.
- Marbun, mengandung makna sahala hagabeon dengan harapan menjadi sipatimbotimboon.
Pembagian warisan ogung
Raja Naipospos adalah sosok yang adil dalam membagi warisan terhadap 5 (lima) orang puteranya.
Pada suatu malam, Raja Naipospos menyuruh lima orang puteranya tersebut untuk mengambil ogung (gong) dan memainkannya. Sebenarnya mereka berlima tidak tahu apakah tujuan ayahanda mereka dalam hal itu. Mereka hanya berpikir bahwa Raja Naipospos hendak mendengar suara ogung tersebut.
Pada zaman dahulu, ogung adalah barang yang mahal.
Mereka berlima pun memainkan ogung tersebut. Sambil memainkannya, Raja Naipospos pun menggantikan ogung milik yang satu dengan yang lain hingga bunyi ogung nampak harmonis atau pun cocok.
Raja Naipospos pun menyerahkan ogung tersebut menjadi warisan bagi lima puteranya sesuai dengan ogung yang ada pada mereka masing-masing.
Raja Naipospos pun menyertakan berkat dan nasihat dalam menyerahkan ogung tersebut. Raja Naipospos memesankan agar lima puteranya tersebut menyatukan ogung yang ada pada mereka masing-masing untuk dimainkan pada pesta mereka agar suara ogung nampak bagus terdengar. Suatu pesan yang sangat berharga pula agar mereka berlima harus turut serta seia-sekata jika ada pesta yang dilangsungkan.
- Donda Hopol mendapatkan warisan Ogung Panggora
- Donda Ujung mendapatkan warisan Ogung Pangihut yang bernama Sipalangka.
- Ujung Tinumpak mendapatkan warisan Doal yang bernama Doal Piimbo.
- Jamita Mangaraja mendapatkan warisan Doal Oloan yang bernama Doal Sidambirdambir
- Marbun mendapatkan warisan Jerek.
Tampak begitu adilnya Raja Naipospos dalam membagikan warisan. Raja Naipospos menyerahkan jenis ogung yang sesuai dengan kemampuan putera-puteranya dalam memainkan ogung tersebut.
Hubungan dengan Sihotang
Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak menikah dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan.
Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (namarhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat kita lihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang menikah dengan marga Sihotang.
Pendapat Lain
Telah menjadi suatu kebiasan bagi umat manusia untuk berbeda pendapat, tetapi perbedaan pendapat tentang silsilah dalam suatu marga sungguh jarang ditemukan. Sehingga muncul suatu keprihatinan tertentu yang bersifat individu dengan adanya perbedaan pendapat mengenai berapa dan siapa putera Raja Naipospos di kalangan keturunan Raja Naipospos sendiri.
Saat ini begitu banyak pendapat tentang berapa dan siapa putera Raja Naipospos. Berikut ini 2 (dua) pendapat yang memang tak dapat dibuktikan kebenarannya namun sangat berkembang dan acap kali menjadi bahan pertentangan diantara keturunan Raja Naipospos.
Toga Sipoholon dan Toga Marbun
Raja Naipospos mempunyai dua orang putera yang secara berurutan, yaitu:
- Toga Sipoholon, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang
- Toga Marbun, yang merupakan cikal bakal marga Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol
Pendapat di atas jelas-jelas adalah salah.
Toga Marbun dan Toga Sipoholon
Raja Naipospos mempunyai dua orang putera yang secara berurutan, yaitu:
- Toga Marbun, yang merupakan cikal bakal marga Lumbanbatu, Banjarnahor,Lumbangaol
- Toga Sipoholon, yang merupakan cikal-bakal marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang
Pendapat di atas pun jelas-jelas adalah salah.
Kesimpulan
Telah jelas kita ketahui bersama bahwa Raja Naipospos mempunyai putera sebanyak 5 (lima) orang, yaitu:
Sehingga apabila ada individu yang mengatakan bahwa anak Raja Naipospos lebih atau kurang dari lima orang serta mengkarang-karang nama putera Raja Naipospos, itu bukanlah suatu hal yang perlu diiyakan ataupun dimaui.
Berbagai buku yang telah beredar di masyarakat hingga informasi yang ada di berbagai situs internet sebahagian berpendapat bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera, yaitu: Toga Sipoholon dan Toga Marbun atau Toga Marbun dan Toga Sipoholon. Namun perlu kita ingat bahwa belum tentu semua informasi yang telah kita dapat itu benar. Melainkan kita harus tetap menguji segala sesuatu dan memegang yang baik.
Taingot jala taulahon ma hata ni Tuhanta
- Ai nasa na patimbohon dirina, sipaoruon do; jala na paoru dirina, i do sipatimboon! Lukas 14:11
- Alai molo mardosa donganmi, topot jala ajari ibana, holan hamu padua. Molo ditangihon ho, dapot ho do ibana gabe donganmu muse.Mateus 18:15
- Laos songon i ma hamu, angka na umposo, unduk ma hamu di angka na tumunggane! Alai saluhutna ma hamu manolukkon haserepon sama hamu, ai dialo Debata do angka na ginjang roha, alai dilehon do asiasi tu angka na serep marroha. I Petrus 5:5
- Tangkasi hamu ma saluhutna; na denggan i ma tiop hamu! I Tesalonika 5:21
Mengenai siapa yang pertama sekali mengutarakan dua pendapat di atas tidaklah penting. Yang terpenting sekarang adalah agar kita kembali ke silsilah (tarombo) Raja Naipospos dahulu kala, yaitu:
Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera (SIBAGARIANG-HUTAURUK-SIMANUNGKALIT-SITUMEANG-MARBUN).
Toga Sipoholon bukan putera Naipospos
Mengenai Toga Sipoholon bahwa kisah hidup Toga Sipoholon hingga saat ini tidak dapat dibuktikan atau diketahui, karena memang Sipoholon bukanlah nama putera Raja Naipospos melainkan salah satu nama daerah persebaran keturunan Raja Naipospos. Dan seandainya Sipoholon adalah ayahanda Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, tentu Sipoholon akan dijadikan menjadi marga seperti halnya Marbun. Namun Sipoholon bukanlah ayahanda Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, sehingga Sipoholon tidak penah dan tidak akan pernah menjadi marga. Melainkan bahwa Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, adalah putera Raja Naipospos sendiri dari isterinya yang pertama boru Pasaribu. Sehingga fakta mengatakan, marga Naipospos yang dapat kita temukan dan bukan marga Sipoholon.
Marbun bukanlah putera sulung
Mengenai pendapat yang mengatakan Marbun sebagai putera sulung Raja Naipospos, itu merupakan hanyalah karena unsur kepentingan individual agar lebih dihormati. Perlu kita ketahui bersama bahwa pendapat yang mengatakan Marbun sebagai putera sulung ada sejak ± tahun 1983.
Catatan kaki (referensi dan sumber)
Mansai harop do nian roha asa unang tapauba naung tarsurat di panorangion sisaotik on. Alai tapadimpudimpu jala tatambai ma natarsurat on molo tung adong nataboto taringot turiturian pinompar ni Raja Naipospos. Alai tong ma taingot unang tapauba naung tarsurat di panorangion sisaotik napinatupa on. Jala unang lupa hamu manurat goarmuna songon sipanambai dohot mual panorangionmuna di toru on. Porlu taboto molo adong turiturian taringot pangalaho naso patut sitiruon sian ompunta, unang pola tapabotohon tu situan natorop. Sae ma holan hita naumbotosa. (bahasa Batak)
- Ricardo Parulian Sibagariang (Naipospos Sibagariang), penulis artikel “Naipospos.”
- Haran Ompu Basar Solonggaron Sibagariang (Alm), mantan Kepala Negeri Hutaraja sebagai sumber tertulis dalam buku sederhana susunannya sendiri tentang Raja Naipospos dan Keturunannya.
- Laris Kaladius Sibagariang, seorang yang dituakan dan kepala adat di Hutaraja Sipoholon sebagai sumber lisan.
- W. M. Hutagalung, sebagai sumber pembanding dalam bukunya yang bejudul PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak
- D. J. Gultom Raja Marpodang, sebagai sumber pembanding dalam bukunya yang berjudul Dalihan Natolu Nilai Budaya Suku Batak tentang marga keturunan Raja Batak
Anda dapat mengirimkan komentar Anda pada naipospos.sibagariang@gmail.com dan pada rajanaipospos@yahoo.co.id jika komentar Anda tidak ingin dipublikasikan.
>>>>> Admin
Diposting oleh Raja Naipospos : rajanaipospos@yahoo.co.id
Referensi / Tulisan yang sama terdapat di wikipedia
Tulisan dirintis oleh Ricardo Parulian Sibagariang
Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0
Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net

N. Tambunan,
Artikel ini sepertinya rangkuman dari 3 artikel yang diterbitkan terdahulu di web ini seperti DOLOK IMUN – Mei 2008, SIAPA ITU NAIPOSPOS? – Juni 2008, dan APA BENAR NAIPOSPOS MENURUNKAN 7 MARGA? – Juli 2008, kemudian artikel ini KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA – Nop 2008, apalagi sudah dimasukkan ke WIKIPEDIA yang punya HAK CIPTA. Mudah-mudahan semua marga NAIPOSPOS sdh sepakat sebagai kebenaran sejarah. Soalnya banyak kejadian yang menjadi pertentangan karena belum ada kesepahaman.
>>>>> Admin
Wikipedia adalah Ensiklopedia Bebas dengan konsep Lisensi Dokumentasi Bebas GNU yang bisa ditulis dan disadur oleh siapa saja. Wikipedia mempunyai Disclaimer / Penyangkalan bahwa Wikipedia tidak menjamin kebenaran, akurasi dan sumber tulisan. HAK CIPTA adalah hak merek dan desain dari Wikipedia dan bukan dokumen isi karena dokumen isi adalah Lisensi Dokumentasi Bebas atau GNU.
Halaman pada Wikipedia ini terakhir kali diubah pada 00:44, 21 November 2008 menurut pencatatan kami pada Tanggal 21 November 2008 Pukul 11:55 WIB
Pertentangan tentang kebenaran sejarah mungkin akan menjadi perekat kesatuan supaya kita tetap saling menyapa.
November 21st, 2008 at 11:01 amMarjan Tua Simanungkalit,
Horas ..! Apakah Semua Pomparan NAIPOSPOS dapat menerima kenyataan ini.. ! soalnya antara Marbun dengan Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang di sebahagian daerah belum jelas siapa Siangkangan dan tidak dapat diputuskan Mauliate
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Menghilangkan ataupun mengubah suatu ideologi atau paham yang dipegang teguh oleh seseorang amatlah sulit. Hal itu hanya dapat terjadi apabila orang tersebut mempunyai sifat terbuka tanpa memiliki sikap egoisme. Artikel penjelasan sedikit tentang keturunan Raja Naipospos ini kiranya dapat menambah pengetahuan bagi mereka yang belum mengetahui dan bagi mereka yang tekah mengetahui sedikit banyak diharapkan artikel ini dapat menjadi sebagai referensi dan bahan pertimbangan di kemudian hari. Artikel ini kiranya daat sebagai pemersatu dan ajang untuk saling menyapa bagi kita keturunan Raja Naipospos.
November 26th, 2008 at 2:50 pmMaridup Hutauruk,
Artikel ini tentu sangat bermanfaat untuk lebih melengkapi pengetahuan dan pemahaman tentang sejarah Naipospos dan keturunannya. Sangat bersyukur dan beruntung adanya situs ini dapat termanfaatkan untuk mempublikasi suatu WACANA agar terangkum berbagai pendapat baik yang bersifat memperbaiki, bersifat menambahi, atau bahkan yang bersifat pro-kontra yang pada akhirnya tiba saatnya terjalin kesepahaman dan secara domain diakui kebenaran sejarahnya.
Tadinya ada momen yang sangat berharga bagi keturunan Naipospos untuk meluruskan atau menetapkan sejarah Naipospos dan Keturunannya yaitu pada Pesta Jubeleum Naipospos di Dolok Imun 29 Juni 2008 tapi sayang tak ada agenda yang mengarah kepada pembetulan sejarah Naipospos. Oleh karena itu WACANA-WACANA perlu dikemukakan supaya tiba saatnya nanti resmi terpublikasi, apakah melalui wadah Punguan Naipospos yang resmi atau komite yang dibentuk khusus untuk pelurusan sejarah itu. Salah satu media untuk mengemukakan WACANA itu adalah situs ini, atau punguan-punguan marga (7 marga) turunan Naipospos. Sangat menarik perhatian bahwa artikel ini sudah dimuat di WIKIPEDIA sehingga ada asumsi BUKAN SEBAGAI WACANA LAGI tetapi menjadi terkesan sebagai sejarah resmi dari Naipospos dan keturunannya.
WIKIPEDIA adalah ensiklopedia bebas yang sangat-sangat pesat perkembangannya dan dalam waktu relative singkat sudah menjadi sumber data yang dianggap sangat akurat. Sampai saat ini sudah lebih dari 2,5 juta artikel yang dimuat di WIKIPEDIA dan menjadi data resmi bagi banyak kalangan. Dalam hal sejarah Naipospos dan keturunannya dimasukkan ke WIKIPEDIA tentu menjadi langkah besar untuk meresmikan sejarahnya, namun mungkin perlu dipahami bahwa Sejarah Naipospos dan keturunannya bukanlah milik satu marga atau seseorang melainkan harus diakui dan disetujui oleh marga-marga yang masuk dalam turunan Naipospos agar menjadi domain. Mungkin inilah salah satu yang tersirat dari komentar Marjan Tua Simanungkalit. Kemudian, bahwa ada falsafah Bangsa Batak yang disebut Dalihan Natolu: (Somba marhulahula, Elek marboru, Manat mardongantubu). Manat Mardongan Tubu yang sangat-sangat perlu diperhatikan dalam konteks pelurusan sejarah ini.
Memang masih bisa diperbaiki apabila memang perlu perbaikan atas apa yang sudah dimuat di WIKIPEDIA tentang sejarah Naipospos dan keturunannya. Dari apa yang tertulis di WIKIPEDIA edisi Indonesia “http://id.wikipedia.org/wiki/Naipospos” berjudul Naipospos memang sama seperti yang tertulis dalam artikel di atas dan artikel ini dirintis oleh Ricardo Parulian Sibagariang, di published di WIKIPEDIA edisi Indonesia pertamakali pada tanggal 4 Oktober 2008 dan setelah beberapa kali revisi maka published di Naipospos Online adalah pada 17 Nopember 2008 dan sebelum posting mungkin belum melihat wacana yang sudah berkembang di situs ini. Revisi terakhir pada saat comment ini di posting adalah tanggal 23 Desember 2008; Pada WIKIPEDIA edisi English di “http://en.wikipedia.org/wiki/Tarombo” ada di-published dibawah judul artikel Tarombo dalam tulisan berbahasa Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2008 jam 05:51 dan tak ada revisi lebih lanjut, namun pada artikel ini di paragrap terakhir ada kekurangan penulisan tanpa mencantumkan marga SITUMEANG. Termasuk pada artikel ini dibagian kesimpulan pada paragrap ke-6 supaya ditambahkan marga Situmeang.
Artikel ini yang sudah dimuat di Wikipedia selayaknya tidak lagi tertulis paragrap berjudul PENDAPAT LAIN kalau memang sudah merupakan sejarah yang baku dan bisa dipertanggungjawabkan (bukan lagi sebagai wacana), namun masih bisa dimaklumi karena pada catatan kaki sebagai sumber isi artikel memang tidak tercantum sumber isi dari marga lain keturunan Naipospos kecuali hanya dari satu marga yaitu versi dari Marga Sibagariang saja kalau sumber itu memang resmi dari marga Sibagariang.
Publishing di WIKIPEDIA perlu didukung sepenuhnya. Untuk itu, semua marga turunan Naipospos perlu memberikan masukan terutama atas nama punguan marga-marga turunan Naipospos agar ke absahannya dapat dipertanggungjawabkan. Untuk perhatian yang perlu diperhatikan adalah Catatan kaki (referensi dan sumber) dari artikel ini, dan sekali lagi harus memegang prinsip Manat Mardongan Tubu, supaya kesalahan-kesalahan dalam sejarah tidak perlu terulang kembali. HORAS
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Terima kasih, Ampara, atas masukannya.
Artikel ini adalah milik kita bersama keturunan nenek moyang kita Raja Naipospos.
Itulah doa dan harapan kita bersama agar kelak ada suatu kesepakatan bersama antar kita Naipospos dalam hal tarombo. Marilah kita sama-sama mendoakan kepada Tuhan kita ya, Ampara!
Mengenai Situmeang pada kesimpulan, saya sudah memperbaikinya. Ada sedikit kesilapan, bukanlah suatu hal yang disengaja.
Sekali lagi, terima kasih ya, Ampara!
TUHAN memberkati.
Horas!
SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU
December 27th, 2008 at 2:16 amanggiat bagariang,
Horas Ampara? Ia ompunta Raja Unggun nunga dipataridahon Udeanna marhite soranganna nadi tanggal 02 januari 2009 di Lobusangkar. Jala ditingkii adongdo dipatudu halongangan : 1). Tungkot ni Ompui ditingki dingoluna, 2). Udan dohot haba-haba dll, jala pandokna ibana nunga disi sekitar 500 thn (kira-kira thn 1509) jala umurna ditingki di ngoluna kira2 200 thn, tonana ingkon dos rohanta sude pinomparna ala adongdo arta dohot pusakko disi tarlumobi tarombo nanaeng sipatureoona.
January 18th, 2009 at 7:59 pmNaipospos Sibagariang,
@ Anggiat Sibagariang
Horas ma tong di hamu Ampara!
Barita las ni roha do i di hita saluhutna pomparan ni ompunta Donda Hopol (SIBAGARIANG). Ia ahu, SIBAGARIANG nomor manang sundut pasampulupituhon do. Anggiat ma sai dapot naniluluan jala jumpa najinalahan tumpahan ni Amanta na di banua ginjang i.
Tabi marsitandaan ma sian ahu di hamu nasaripe Anggiat Sibagariang pomparan ni haha doli Raja Unggun Sibagariang sian hami nasaripe Ricardo Parulian Sibagariang (Naipospos Sibagariang) pomparan ni anggi dolimuna Namora Silambok nasian tano Huta Raja, Sipoholon.
Taringot tu tarombo SIBAGARIANG, boi ma ra idaon ni Ampara di http://id.wikipedia.org/wiki/Sibagariang
Horas!
January 19th, 2009 at 2:47 pmsanggam simanungkalit,
horas appara
February 2nd, 2009 at 8:45 ammauliate nunga addong situs naipospos, na boi membantu au saotik tentang sejarah marga naipos-pos, apalagi au na lahir di tanah jawa, dang hea tarpikkir dan dicaritahon damang/dainang hinan tentang sejarah ni simanungkalit, olan na paboahon marga ku bah marga simanungkalit. Alai aong dope na hulului informasi mengenai marga simanungkalit situandugul……..
Naipospos Sibagariang,
@ Sanggam Simanungkalit
Horas ma di hamu Tulangniba Sanggam Simanungkalit.
Martulang do ahu tu hamu ala boru Simanungkalit do natumubuhon damang. Manang dohononku ma ia Simanungkalit gabe bona tulangku do nang pe rap pomparan ni ompunta RAJA NAIPOSPOS hita.
Nadenggan do i tutu, Tulang, laho mamboto boha sabotulna tarombo ni ompunta NAIPOSPOS lumobi tarombo ni marganiba sandiri. Songon Tulang nasai tongtong mangalului tarombo ni marga Simanungkalit. Lumobi di tingki on tar godang do tarombo taringot NAIPOSPOS songon naung hutaringoti di ginjang. Jadi malomalonta do laho manimbang saluhutna i.
Molo taringot tu tarombo ni marga Simanungkalit boi ma ra ro Tulang sahalisahali tu bona pasogitta di Huta Raja Sipoholon. Disi boi ma ra sungkunon ni halak Tulang boha tangkasna taringot tarombo ni Simanungkalit anak paitolu ni NAIPOSPOS. Asa boi muse turunhonon ni Tulang tu angka tulang naposo nang paribanniba pe. Alai santabi da Tulang, ndang nalaho mangajari ahu.
Tabi marsitandaan ma sian hami nasaripe RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG tu Tulang nasaripe SANGGAM SIMANUNGKALIT.
Horas!
February 3rd, 2009 at 4:22 pmH MARBUN,
Apa yg anda tuliskan itu semua salah.memutarbalikkan sejarah tulisanmu itu hanya Bagariang aja yg komsumsi itu;
February 10th, 2009 at 11:11 pmMarjan Tua Simanungkalit,
molo pe so setuju Bapa Uda H Marbun Bahen attong komentar ni bapa Uda asa gabe boi dipasada parbinotoan mengenai tu Tarombo ni NAIPOSPOS tarlumobi hami angka naposo mengaku hami hurang dope pangantusion nami … Mauliate tu Bapa Uda H Marbun
February 11th, 2009 at 2:25 pmRonald H.Siamanungkalit,
Horas…..
February 13th, 2009 at 10:59 pmAnggiat ma nian unang be tubu pamikkiron na sala taringot tu Tarombo ni Raja Naipospos,alana hita sandiri do na maila tu jolma na asing molo di sungkun ise do siangkangan….gabe sehera bahan diskusi na so marujung tarombonta on….
Hita hormati/argai ma sejarah ta….ndang sioseon be i…apalagi lao gabe mambahen hita sursar…..Di dongan ni ba angka naposo ingkon boi do mambahen mindset taringot tu tarombo on,
mauliate
Ronald H.Simanungkalit,
Horas…..
February 13th, 2009 at 11:00 pmAnggiat ma nian unang be tubu pamikkiron na sala taringot tu Tarombo ni Raja Naipospos,alana hita sandiri do na maila tu jolma na asing molo di sungkun ise do siangkangan….gabe sehera bahan diskusi na so marujung tarombonta on….
Hita hormati/argai ma sejarah ta….ndang sioseon be i…apalagi lao gabe mambahen hita sursar…..Di dongan ni ba angka naposo ingkon boi do mambahen mindset taringot tu tarombo on,
mauliate
Naipospos Sibagariang,
Horas!
Dame ma di hita saluhutna pomparan ni ompunta Raja Naipospos.
Mauliate ma tutu di Amang Udaniba H. Marbun, lumobi di Tulangniba Marjan Tua Simanungkalit dohot Ronald H. Simanungkalit naung mangalehon angka poda tu iba taringot panorangion sisaotikniba on.
Tangkas ma tutu husurathon pe panorangion sisaotik on indada nalaho mambahen parsoalan naimbaru di hita luhutna pomparan ni ompunta Raja Naipospos. Ndang adong nanggo saotik pe di rohangku laho manalahon manang ise pe taringot torop ni pandapot tarombo Naipospos. Husurat pe panorangion on indada nalaho mambahen sala alai patingkoshon do.
Alai ndang porlu hian nian hudok on. Alai saonari ma huroha tingkina. Aha ma huroha pandok ni da ompung Laris Kaladius Sibagariang. Nasada hian do tarombo ni Naipospos naadong di bona pasogitta Huta Raja Sipoholon. Marbun sandiri pe mangangkui do hian i ma Sibagariang do singkangan ni Naipospos. Alai ro ma sada halak nahira taon 1980-an manursari tarombonta. Ndang pola porlu hupaboa ise naparjolo manursari tarombonta naung sursar i hian tong.
Nunga sursar hian tong tarombonta i ma namandok 2 (dua) do anak ni Naipospos (Toga Sipoholon dohot Toga Marbun). Songon naung husurat di artikel BENARKAH TOGA SIPOHOLON ADALAH PUTERA NAIPOSPOS. Dung i lam sursar muse ma dung ro sada halak namanongos surat tu apala nasida namardongantubu namandok Toga Marbun do siangkangan.
Sahalinari, ndang porlu hupaboa manang ise i napinaboa ni da ompung Laris Kaladius Sibagariang. Alai molo naeng porlu botoonmuna boi sungkunonmuna tu angka natuatua najolo naadong di Huta Raja Sipoholon natangkas umboto tarombo.
Pandapot namandok Toga Marbun siangkangan ni Naipospos pe lam rarak dung dipatupa PARTANGIANGAN JUBELIUM 50 TAON POMPARAN NI RAJA NAIPOSPOS. Tangkas do di partangiangan i na sai Marbun Lumban Batu do jumolo dijouhon namandok Toga Marbun ma siangkangan.
Dung i dirongkom muse ma buku tarombo napinatomutomu ni WM. HUTAGALUNG. Tangkas do gari buku naadong di ahu sandiri rongkoman (cetakan) taon 1991 do. Di buku i Toga Marbun do didok siangkangan. Ndang haru binoto manang naung tong diuba i. Ala songon naung husurat di artikel BENARKAH TOGA SIPOHOLON ADALAH PUTERA NAIPOSPOS, tingki panjajahan dope nunga dijalo tarombo ni Naipospos alai gabe dua do anak ni Naipospos disurat. Siangkangan ma didok Toga Sipoholon disi.
Lima do nian anak ni Naipospos, alai nang pe tumangkas panorangion ni Kepala Negeri Huta Raja, ala tumorop alona gabe dua ma disurathon.
Saonari, tangkas situtu ma hudok on tu hita namardongan tubu nang pe songon napasulpakhu ahu huhilala. Alai laho tu hasadaonta do on.
PATUBOAHON TAROMBO TU GANUP MANANG ISE PE INDADA SAE HOLAN PATUBOAHON MANANG PIGA JALA ISE ANAK NI SADA OMPU. ALAI INGKON DO TONG ADONG PANORANGION JALA TURITURIANNA.
Molo muramura ni namandok manang piga jala ise anak ni Naipospos. Ba boi ma da sogot angka naumposo napamalomalohon namandok 7 anak ni NAIPOSPOS ala pitu marga ni pomparan ni Raja Naipospos.
Ondihon (maafkan) ahu molo tung adong nasala di angka pangkataionku. Sai naingkon sada do hita Naipospos. Jala anggiat ma tutu gabe dalan marsipangkulingan situs on di hita luhutna.
Horas.
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
February 15th, 2009 at 5:40 pmAmos Simanungkalit,
Horas.
Adakah yang bisa memberi penjelasan kepada saya untuk mengetahui “nomor” dalam tarombo Simanungkalit?Soalnya ini menjadi masalah bagi saya jika bertemu dengan marga Simanungkalit yang lain.Saya sangat bingung harus memanggil bapatua,bapauda atau abang?
Mauliate.
February 15th, 2009 at 8:28 pmNaipospos Sibagariang,
@Amos Simanungkalit
Horas!
Salam bagi Tulang Amos Simanungkalit dari saya Ricardo Parulian Sibagariang (Naipospos Sibagariang). Terima kasih saya ucapkan terlebih dahulu atas kesedian Tulang untuk mengambil bagian dalam situs ini khususnya dalam artikel yang saya tulis.
Tulang, biasanya untuk mengetahui generasi keberapakah kita atau nomor berapakah kita, maka hal yang terlebih dahulu kita ketahui adalah nama seluruh nenek moyang kita hingga sampai kepada nama kita sendiri. Hal ini bertujuan agar kita mengetahui apakah kita memanggil amang tua atau amang udakah terhadap teman semarga kita. Karena meskipun seorang teman semarga kita sendiri lebih tua dari kita, mungkin kita memanggil anggi atau adik padanya. Apabila kita setingkat atau sama dalam nomor namun nenek moyangnya adalah adik dari nenek moyang kita.
Biasanya nomor 1 (satu) dimulai dari siapa yang menjadi cikal bakal marga tersebut. Seperti halnya saya sebagai marga Sibagariang maka generasi atau nomor 1 adalah Donda Hopol yang merupakan cikal bakal marga Sibagariang sendiri. Tetapi ada pula beberapa marga yang mempunyai kesepakatan bersama dalam hal penomoran.
Saran saya adalah agar Tulang bertanya langsung kepada marga Simanungkalit yang hubungan kekerabatanya dalam garis keturunan dengan Tulang masih dekat dan tahu betul nama-nama keturunan Ujung Tinumpak dari generasi kegenerasi. Atau setidaknya nama-nama nenek moyang secara garis besar hingga sampai kepada garis keturunan Tulang.
Terima kasih.
Horas!
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
February 16th, 2009 at 4:28 pmdr.Talupan Simanungkalit,
Horas!
Bagaimana masa depan Tapanuli setelah kasus protap di Medan?
Adakah efek pembunuhan karakter untuk anak-anak Tapanuli akibat dari kasus kekerasan itu?
Adakah tempat untuk membentuk panitia protap yang baru dalam gaya diplomasi yang lebih halus; “iyokan nan di urang, lalukan nan di awak…”
Mauliate.
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Horas, Tulang!
Salam kenal dari kami kel. RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG kepada tulang sekeluarga dr. TALUPAN SIMANUNGKALIT.
ORA ET LABORA (Berdoa dan Bekerja). Mari kita berdoa dan berusaha demi kemajuan TAPANULI. Semoga Tapanuli tetap aman, kondusif, dan terkendali.
Tuhan tahu apa yang baik dan perlu buat Tapanuli.
Biarlah kehendak Tuhan yang terjadi dan jangan kehendak manusia, Amin
Horas!
February 17th, 2009 at 5:16 pmRonald H.Simanungkalit,
horas….
naipospos tetap jaya
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
HORAS!
NAIPOSPOS jaya selalu, Amin
HORAS!
February 18th, 2009 at 11:02 pmMarjan Tua Simanungkalit,
tu dongan tubukku amos Simanungkalit boi dokan mangantusi hatatta..! justru ido memang molo dang binoto nomor sulitma di tordingni partuturon ,alai memang huakkui doi apalagi di parserahan mansai godang do marga Simanungkalit dang diboto nomorna alana dang di turiturianton angka natua-tuatta be jala olo doon sampai 3 generasi sabotulna dang namaol dope nian mangulului tarombotta molo perkiraanku saonari simanungkalit baru maniop nomor 17 ahu sandiri no 14 asal ni Oppung sian Huta Raja Parpangiran jadi carana lului majolo Asal ni Oppung sian dia songoni majolo tu dongan tubukku Amos Simanungkalit horas..
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Nauli jala nadenggan do i tutu nanidokni Tulang i tu Tulangniba Amos Simanungkalit.
Horas.
March 5th, 2009 at 1:44 pmBintang Simanungkalit,
Horas dan salam kenal. Semoga naipospos online semakin jaya.
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Salam,
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Tulang sekeluarga Bintang Simanungkalit. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terima kasih atas kesediaan Tulang Bintang Simanungkalit berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
Horas.
March 14th, 2009 at 1:35 pmdos simanungkalit,
buat ampara amos simanungkalit, saya ada silsilah simanungkalit klu berminat kontak saya di salwansxt@yahoo.co.id, siapa tau masalah ampara bisa teratasi. gbu
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Salam,
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Tulang sekeluarga Dos Simanungkalit. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terima kasih atas kesediaan Tulang Dos Simanungkalit berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
Amat benar perkataan Tulang terhadap Tulang saya Amos Simanungkalit tersebut. Semoga dapat menjawab rasa ingin tahu kita bersama.
Horas.
March 16th, 2009 at 7:35 amdos simanungkalit,
salam kenal buat semua pinompar ni simanungkait dan nai pospos dimana saja berada
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
Salam kenal juga, Tulang.
Horas.
March 16th, 2009 at 7:38 amDavid Bagariang,
horas ….
maju teru NAIPOSPOS…
kenangan Terindah DoA bersama di tugu NAIPOSPOS SIPOHOLON
Jakarta
April 17th, 2009 at 1:30 pmNaipospos Sibagariang,
@David Sibagariang
Salam,
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Ampara sekeluarga David Sibagariang. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terimakasih atas kesediaan Ampara David Sibagariang berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
Ya, itulah doa kita bersama “maju terus, kita keturunan Raja Naipospos”.
Horas.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
April 17th, 2009 at 2:45 pmSarina Sibagariang,
Hi Guys…
Selamat Pagi and Nice to joint this site… and i’m a newbie…
Sebelum nya saya minta maaf kalo kata2 saya ada yg salah..
Well, menurut saya, siapapun yg jadi anak tertua ga terlalu masalah kan?tp itu sih kalo menurut saya..
Yang penting persaudaraan kita apalagi yg serumpun… ga baek lah ber-egois atas pendapat masing2. Apa kata dunia nanti nih…kalo misalnya KITA (bangsa BATAK)saling berantem…
Itu ajah sih..
May 2nd, 2009 at 8:45 amBy the way… SEMANGAT!!
Sekarang saya mencoba juga untuk mempelajari ttg BATAK…
THANKS ya Guys…
Ricardo Parulian Sibagariang,
@Sarina Sibagariang
Salam,
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Ito sekeluarga Sarina Sibagariang. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terimakasih atas kesediaan Ito Sarina Sibagariang berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
Ya, memang terjalin baiknya persaudaraanlah yang kita utamakan.
Ito, bagi kami kaum Adam bangso Batak, tarombo itu haruslah betul-betul jelas. Tarombo itu bersifat pasti dan bukanlah main-main.
Sedangkan bagi kaum Hawa juga penting mengetahui tarombonya agar tahu partuturan. Bukan begitu, Itoku?
Memang saya akui bahwa akhir-akhir ini sebagian para generasi muda bangso Batak kurang memperhatikan tarombonya. Namun, itu bukanlah hal yang baik.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
May 2nd, 2009 at 11:28 amsugeng situmeang,
horas!!!
mauliate ma di Tuhani nang dihita alana nungga adong web taringot margata, alai asa lamu torang akka parsoalan denggan manian tapatorang boru aha do ompung boru namanubuhun marbun, jala boru aha do ompung boru nialap ni sipoholon, molo dijelashon i mungin dapot po ta boto tarombota na benar. on holan usul do, alana aupe dang pola huboto nasebenarnya.
mauliate
sugeng situmeang( Lahir Di Hutaraja Sipoholon, Tubu Ni Damang Joakim Situmeang)
June 13th, 2009 at 5:34 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Sugeng Situmeang
Salam,
Puji dan syukur memang pantas dan sudah selayaknya kita panjatkan pada Tuhan Yang Mahakuasa atas segala berkat-Nya bagi kita keturunan Raja Naipospos.
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Ampara sekeluarga Sugeng Situmeang. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terimakasih atas kesediaan Ampara Sugeng Situmeang berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
Ampara, kalau yang melahirkan Marbun adalah boru Pasaribu sebagai isteri ke-2 (kedua) Raja Naipospos. Lahir setelah Donda Hopol (Sibagariang).
Mengenai Toga Sipoholon, tak ada seorang pun hingga saat ini yang saya dengar maupun yang saya lihat dapat mengungkapkan kebenaran keberadaan Toga Sipoholon sebagai salah satu putera Raja Naipospos. Karena kisah hidup Toga Sipoholon tak seorang yang saya tahu mengetahuinya. Baik mengenai siapakah isterinya.
Yang penting, Sipoholon adalah daerah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara yang menjadi salah satu daerah persebaran keturunan Raja Naipospos.
Mengenai Toga Sipoholon, pastinya Ampara sudah membacanya pada artikel tulisan saya yang berjudul Benarkah Toga Sipoholon adalah putera Raja Naipospos.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
June 15th, 2009 at 12:32 pmsugeng situmeang,
horas !!!
ampara, adong sada usul sian au, boha molo ta usul hon on asa dihatai disipoholon tgl 2 juli on, sekalian asa ria hita ro tu partagingan ni situmeang. holan usul do on.
June 18th, 2009 at 5:13 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Sugeng Situmeang
Mauliate Ampara, di pandapotmuna i.
Nauli jala nadenggan molo na rade do roha ni Amparangku patuboahan tarombo ni Naipospos naung husurat di Naipospos Online on ima di Partangiangan Situmeang di Sipoholon, 2 Juli 2009.
Alai tung so olo do ahu parjanji holing. Ndang siulahonon lupa dijanji mose dipadan.
Nunga tung mansai las rohangku, molo na rade Amparangku Sugeng Situmeang patuboahan tarombo ni Naipospos naung di mulana jala nasintong on. Nang pe ndang ro ahu madohoti Partangiangan Situmeang di Sipoholon, 2 Juli 2009.
Sai anggiat ma tutu, dipasupasu jala dipargogoi Tuhanta hamu Amparangku Sugeng Situmeang na laho mangkatindangkon tarombo ni Naipospos naung di mulana jala nasintong on tu natorop di Partangiangan Situmeang.
Mauliate.
Jalangjalang holong parhahamaranggion,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
June 19th, 2009 at 3:55 pmishak situmeang,
slm kekeluargaan buat smua family,,,,
July 4th, 2009 at 11:05 amsmoga sht2 slalu,,,,
Ricardo Parulian Sibagariang,
@Ishak Situmeang
Horas.
Salam kekeluargaan juga, Ampara.
Salam hangat persaudaran dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang kepada Ampara sekeluarga Ishak Situmeang.
Terimakasih.
TUHAN memberkati, Amin
July 6th, 2009 at 11:12 amErisna Marbun,
Horas dan Salam Damai Buat Naipospos.
Salam Kekeluargaan…buat semua.
Moga dengan adanya web Naipospos Online ini Kita pomparan naipospos bisa makin erat tali persaudaraannya..
Salam Hangat Persaudaraan buat semua member Naipospos.
dan…MAULIATE HIAN TU ITO naipospos bagariang….uda membuat Web ini.
Sukses SElalu buat naipospos online n jg ito.
Tuhan Memberkati.
Horas
July 7th, 2009 at 4:26 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Erisna Marbun
Terimakasih buat kunjungannya, Ito.
Artikel ini ditambah artikel lain memang adalah tulisan saya. Tetapi khusus situs NAIPOSPOS ONLINE, pembuatnya adalah Holong Friendus Lumban Gaol (Administrator Naipospos Online).
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 7th, 2009 at 5:23 pmMerdeka Baringbing,
Syalom,
Saya punya Lae marga Naipospos (RN) sekarang lagi punya hubungan dengan boru Hasibuan. Mereka punya rencana untuk menikah. Akan tetapi keluarga Lae saya ( Naipospos ) tidak setuju karena Naipospos dengan Hasibuan ada parpadanan sehingga mereka tidak direstui untuk melanjutkan hubungan ini. Akan tetapi Boru Hasibuan bertanya pada keluarganya dan jawaban orang tua nya tidak ada parpadanan itu.
Saya mau klarifikasi jawaban mana yang benar? Tolong bantuaan dari teman” marga Naipospos.
Terimakasih
July 7th, 2009 at 5:41 pmishak situmeang,
sy ishak d mdn, ingin knl lbh bnyk lg family2 (keluarga Naipospos) dmana pun berada,. sms aku y Oppung, bapa tua, bapa uda, ampara, abang, anggi, namboru, ito….
July 7th, 2009 at 8:38 pm085261352621
atau melalui facebook
ishaq_situmeang@rocketmail.com
Horas……
I. Marbun,
syalom !
July 8th, 2009 at 8:20 pmdang na so porsea au tu hamu appara. alai patakkas ma sahali nai mengenai tarombonta. asa sude pomparan ni raja naipospos umbotosa. molo boi bahen hamu ma sada acara laho paboahon tu sude pomparan ni opputta. misalna undang hamu ma perwakilan ni sian masing-2 pomparan raja naipospos. laos disi ma dibahen sada kecocokan di hita sude. molo so boi hamu mambahen acara i, tunjuk hamu sada perwakilan mambahen acara i. mauliate godang appara. sukses di hita sude. horas
Maridup Hutauruk,
@Merdeka Baringbing.
Ini adalah salah satu contoh kasus yang sedikit banyak akan membingungkan orang-orang yang sudah seharusnya memuliakan marganya. Kalau saya boleh mengatakan bahwa Naipospos itu bukan marga tetapi persatuan marga-marga yang terdiri dari marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol, Marbun, Sehun, Meha, Mukur.(Jangan dulu kita persoalkan urutannya)
Hasibuan adalah marga yang masih dipakai dan setingkat dengan marga-marga yang disebutkan di atas. Disebutkan masih dipakai karena dari marga Hasibuan sudah turun marga-marga lain seperti marga Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Lumbantobing dari keturunan pertama, sementara dari keturunan ke-2 tetap memakai marga Hasibuan sama seperti marga bapaknya dan marga ini menyebar dari Toba di Uluan.
Hasibuan (marga pertama) adalah satu generasi dibawah Naipospos. Tetapi kalau Hasibuan yang selevel dengan marga Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Lumbantobing, maka marga hasibuan ini sudah 2 generasi bedanya artinya sudah menjadi tingkat cucu Naipospos.
Ayah Hasibuan (marga pertama) adalah Raja Sobu. Raja Sobu adalah Abangnya Naipospos. Mereka adalah 3 kakak beradik dari 8 bersaudara. Tiga kakak beradik ini adalah anak dari satu ibu bernama Putri Majapahit (Jawa)sebagai istri ke-2 ayahnya (Nenek Hasibuan) yaitu Raja Sobu, Raja Sumba, Naipospos (ini versi Yayasan Bonapasogit Indonesia). Kalau versi lainnya menyebutkan urutannya Raja Sumba, Raja Sobu, Naipospos.
Jadi kalau ditarik dari garis keturunan satu nenek dari Putri Majapahit, maka marga Hasibuan (marga pertama) adalah kakak beradik dari marga-marga keturunan Naipospos (yang 7 marga). Artinya marga Hasibuan manggil Amanguda pada Naipospos, kalau dengan marga-marga keturunan naipospos menjadi memanggil adik.
Marga-marga terbentuk adalah untuk membuka sekat-sekat agar boleh kawin-mawin setelah 7 generasi. Artinya marga-marga baru boleh dibentuk setelah minimal 7 generasi marga tersebut exist dari satu keturunan. Dalam hal Naipospos (marga-marga) dan Hasibuan sudah tidak lagi satu garis keturunan, dan sampai pada tahap ini belum ada yang diketahui marpadan.
Tetapi ada bentuk padan dapat terjadi pada generasi-generasi selanjutnya karena ada alasan tententu, dan ini tidak boleh berlaku umum untuk semua marga-marga keturunan Naipospos dengan Hasibuan. Misalnya: satu marga turunan Hasibuan membuka kampung di Sipirok, kebetualan satu marga keturunan Naipospos, misal Sibagariang membuka kampung pula berdekatan dan mereka berkenalan karena memang asal mereka di atas adalah satu keturunan, maka boleh saja mereka bersepakat sebagai abang beradik na marpadan. Atau boleh saja terjadi semisal satu keturunan marga Hasibuan dan satu keturunan marga Hutauruk kebetulan bertemu di Irian Jaya dan mereka akrab sebagai abang beradik dan sepakat menjadi abang beradik na marpadan. Maka khusus dari keturunan ini disebut marpadan. Tetapi padan ini tidak berlaku umum untuk keturunan Hasibuan dengan Sibagariang atau Hutauruk. Hanya berlaku khusus untuk keturunan na marpadan itu saja.
Kesimpulan: Secara umum Hasibuan dan marga-marga Naipospos tidak diketahui ada marpadan dan boleh saling kawin-mawin, apalagi garis generasi sekarang sudah sekitar 16 sundut.
Catatan: Kalau marga Hasibuan yang ada di Uluan Toba mungkin ada hubungan khusus dengan salah satu marga keturunan Naipospos disekitarnya. Misalnya marga Hutauruk ada di Laguboti Hutatinggi dan masih memakai marga Naipospos, mungkin saja ada padan khusus antara marga Hasibuan yang ada disini dengan marga Hutauruk.
Saran: Coba dicari dan ditelusuri hubungan khusus yang mungkin ada pada garis keturunan masing-masing. HORAS.
July 9th, 2009 at 7:46 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Merdeka Baringbing
Horas.
Selamat datang di NAIPOSPOS ONLINE.
Terimakasih atas kunjungan dan pertanyaan dari Saudara Merdeka Baringbing. Suatu kehormatan bagi kami keturunan Raja Naipospos menerima pertanyaan dari Saudara.
Saudara Merdeka Baringbing, jawaban saya dengan Ampara saya Maridup Hutauruk adalah sama saja.
Tetapi perlu saya tambahkan bahwa Saudara Merdeka Baringbing perlu tahu: Naipospos apakah yang Saudara Merdeka Baringbing tanyakan tersebut.
Karena khusus untuk Naipospos Sibagariang, padan untuk tidak saling kawin atau masiolian dengan Hasibuan itu tidak ada. Terkecuali dengan bentuk padan yang dapat terjadi pada generasi-generasi selanjutnya karena ada alasan tententu, dan ini tidak boleh berlaku umum untuk semua marga-marga keturunan Naipospos dengan Hasibuan. Seperti halnya yang disebutkan Ampara saya Maridup Hutauruk.
Semoga penjelasan ini dapat menjawab pertanyaan dari Saudara Merdeka Baringbing.
Terimakasih.
Salam hangat parhorasan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 9th, 2009 at 11:22 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Ishak Situmeang
Terimakasih, Ampara.
July 9th, 2009 at 11:27 amRicardo Parulian Sibagariang,
@I. Marbun
Horas.
Mauliate ma tutu di hamu, Ampara; lumobi di Tuhanta.
Anggiat ma tutu diloas Tuhanta sinangkap ni rohanta i gabe pujipujian jala hasangapaon jala hamuliaon di goar-Na.
Mauliate.
Jalangjalang holong parhahamaranggion,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 9th, 2009 at 11:34 amwanti,
horas,
parjolo hupatandahon jolo au.
wanti br hutauruk lumban soit no 14
au naeng cerita tu… Opung ajalah ya soalnya ngak tau no piga do op maridup hutauruk.dang salakan.alan boru iba.
opung au naeng manambung pertanyaan ni ito merdeka barimbing nangkaning do.alana ibotoku do nadimaksud nai
jadi hami naipospos hutauruk do.
ia hami lahir jala mangodang di luat nami sonari namrgoar barimbing dolok.sada luat disi di ingani pomparan naipospos kurang lobi 30 kelaurga adong doi najolo.
ia hami dohot ibotokon tading metek do.jd ndang pola apala diboto hami angka dia do padan ni hutauruk.alana nadiboto hami padan ni hutauruk holan barimbing do ipe dang umum.jd boru hasibuan on pe asalna sian porsea do?
apa mungkin ya seperti yg diblinga op td sama2 dr laguboti dulu ya….?
molo di boto opung tolong majolo info na ate?
mauliate godang
wanti
July 9th, 2009 at 5:03 pmMaridup Hutauruk,
Horas boru!
Ahu Hutauru No. 13 tong do sian Lumban Soit. Adong do 3 ompu sian Lumban Soit, ima: Raja Simodommodom, Donda Ujung-II, Hapal Tua. Bereng hamuma tarombo muna di situs on, jala molo adong do na porlu sitambaan ba denggan do informasihon hamu tu Admin di situs on, asa unang mago haduan.
Molo mengenai parpadanan khusus antara Hutauruk (Naipospos) dohot Hasibuan na nidok muna i, asa lobi jelas komunikasihon hamu ma jolo tu Monang Hutauruk (Naipospos) pengelola situs Tano Batak; http://tanobatak.wordpress.com mar-iboto do hamu tu ibana, ala Hutauruk no. 14 do sian Lumban Baringin.
July 11th, 2009 at 1:38 amBotima-Horas
Maridup Hutauruk,
@ Wanti, boruku!
maaf, adong saotik silaf, ima Hutauruk Lumban Soit na 3 ompu: Raja Simodommodom, Donda Ujung-II, Sipaet Tua. Jadi Hapal Tua na tarsurat parjolo diganti gabe Sipaet Tua do na toho.
Ima jolo/Horas ma
July 11th, 2009 at 1:56 amfernando pulo Hutauruk,
hemma tu…..tu……songonima sian au pomparan ni hutauruk donda ujung djangdjang barani………..songon lapatanni marga tai ma nian hita angka hutauruk “sahala sabeguon na marlapatan seia sekata mangulahon adat nang songoni sibahen sangap ni oppung ta ma hita sude angka raja nai pospos……………………
HORAS MA HITA SALUHUTNA
July 11th, 2009 at 11:10 amNANG SONGONI POMPARAN DJANGDJANG BARANI NA BARU MAMBAHEN PARTANGIANGAN DI LUMBAN SOIT…..HOOO RAA SSS
Myriam simanungkalit,
terimakasih lah atas penjelasan “”atau tarombonya saya jadi mengerti akan silsilah marga saya …..ini sangat membantu saya apalagi kampung saya di palembang,,jadi nengok pesta adat ,,manontor aja tidak tahu ….tapi saya mau tanyaaaaaaaaaaaaaa?????? sebenarnaya sama2x marga raja naipospos sudah bisa ga ? menikah…..atau dengan marga apa saja yang ga bisa …….
thanks….
July 11th, 2009 at 11:18 ammaju Raja Naipospos
Hooo..raa..ssssssss
Maridup Hutauruk,
@Myriam Simanungkalit
Banyak artikel di Naipospos Online kita ini yang membahas pantangan perkawinan antara marga-marga keturunan Naipospos. Kalau ada waktu coba diulang lagi membaca keseluruhannya. Tetpai perlu juga dijelaskan sedikit lagi di komentar ini bahwa yang pasti tak bisa adalah: Sibagariang + Hutauruk dengan Lumbanbatu, Simanungkalit dengan Banjarnahor, Situmeang dengan Lumbangaol. Mungkin marga-marga yang turun dari marga Lumbanbatu (Marbun,Sehun,Meha, Mukur) tidak boleh juga kawin-mawin dengan marga Sibagariang + Hutauruk, karena ada padan induk tadi. Selain yang disebutkan di atas maka tidak ada larangan kawin-mawin, akan tetapi kalu selama ini sudah memakai marga Naipospos maka semua marga keturunan Naipospos menjadi tidak boleh kawin-mawin karena akan diasumsikan incest (kawin sedarah, dan inilah paradigma baru yang banyak dimunculkan belakangan ini. Kalau kita naikkan lagi persatuannya satu tingkat ke atas untuk marga-marga keturunan Tuan Sorba Dibanua maka marga-marga keturunan Naipospos menjadi tidak bisa kawin-mawin dengan Keturunan Raja Sobu, Raja Sumba, seperti marga-marga Panggabean, Hutabarat, Tobing, Sitompul, Sihombing, Manalu, Hasibuan, dan banyak lagi. Kalu kita naikkan lagi ke atas di tingkat Siraja Batak maka semua marga-marga Batak tidak boleh saling kawin-mawin, Kalau kita naikkan lagi sampai ke Adam maka semua manusia tak boleh saling kawin-mawin. Jadi kawinnya sama siapa ya..? padahal Tuhan perintahkan untuk beranak-pinak.
Intinya sebenarnya kalau punya marga yang sudah masing-masing memuliakannya, boleh kawin-mawin diluar yang marpadan. Maranak sampulupitu marboru sampuluwalu, jangan ikut program KB, supaya Bangsa Batak tidak terus minoritas dalam jumlah, maka Batak sebagai bangsa akan terwujud kembali seperti dulu. Horas
July 11th, 2009 at 12:14 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Fernando Pulo Hutauruk
Horas, Ampara.
Mauliate ma tutu di hamu Ampara disiala haroromuna di NAIPOSPOS ONLINE on. Jalangjalang parhorasan ma di hamu dongan tubuniba Fernando Pulo Hutauruk.
Botima.
Tabi parhorasan sian ahu,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 13th, 2009 at 2:22 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Myriam Simanungkalit
Horas, Pariban.
Selamat datang dan selamat berkunjung buat Pariban saya Myriam Simanungkalit pada situs NAIPOSPOS ONLINE khususnya di artikel tulisan saya ini.
Mungkin Myriam bertanya-tanya dalam hati, mengapa saya memanggil pariban kepada boru Simanungkalit dan bukan ito.
Jawabannya adalah karena kakek (ompung doli suhut) saya kawin dengan boru Simanungkalit. Jadi Simanungkalit adalah bona tulang saya sedangkan boru Simanungkalit adalah pariban saya. Meskipun kita adalah sama-sama keturunan nenek moyang kita Raja Naipospos.
Inilah juga yang dapat menjadi jawaban atas pertanyaan dari Pariban yaitu Sibagariang dan Simanungkalit boleh saling kawin (masiolian).
Memang Ampara saya Maridup Hutauruk telah menjelaskannya, tetapi supaya lebih jelas saya akan mengulanginya.
Marga keturunan Raja Naipospos yang tidak boleh saling kawin adalah Sibagariang dan Hutauruk. Kemudian antara keturunan Raja Naipospos dari istri pertama boru Pasaribu, yaitu: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang; dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri kedua boru Pasaribu yaitu Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, dan Lumban Gaol). Semua keturunan Raja Naipospos juga diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan Sihotang.
Marga keturunan Raja Naipospos yang boleh saling kawin adalah Sibagariang dengan Simanungkalit, Sibagariang dengan Situmeang, Hutauruk dengan Simanungkalit, Hutauruk dengan Situmeang, Simanungkalit dengan Situmeang, Marbun Lumban Batu dengan Marbun Banjar Nahor, Marbun Lumban Batu dengan Marbun Lumban Gaol, Marbun Banjar Nahor dengan Marbun Lumban Gaol.
Atau dengan kata lain, empat marga keturunan Raja Naipospos dari isteri pertama boru Pasaribu boleh saling kawin kecuali Sibagariang dengan Hutauruk. Tiga marga keturunan Marbun pun boleh saling kawin.
Contoh: Lumban Gaol tidak boleh kawin dengan boru Simanungkalit.
Tetapi kalau ditanya apakah Sibagariang dengan Sibagariang atau Simanungkalit dengan Simanungkalit atau Banjar Nahor dengan Banjar Nahor, bolehkah saling kawin. Jelas, TIDAK.
Namun, sama-sama Marbun boleh saling kawin asalkan tidak sejenis marganya (Lumban Batu, Banjar Nahor, dan Lumban Gaol). Misalnya: Lumban Batu dengan Lumban Gaol.
Semoga penjelasan singkat ini dapat menjawab pertanyaan dari Pariban saya Myriam Simanungkalit.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 13th, 2009 at 2:22 pmMaridup Hutauruk,
Koreksi saotik tu komentar ni haha Ricardo P Sibagariang, na sala manurathon do ra hamu; Lumbangaol tu situmeang do na soboi marsiolian. Anggo Simanungkalit dohot Banjarnahor do na so boi marsiolian. Horas
July 16th, 2009 at 6:31 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Maridup Hutauruk
Ndang nasala surat ahu disi, Ampara.
Ia na hutaringoti taringot tu padan na so jadi masiolian do.
Indada padan parhahamaranggion, manang andigan ma ibana didok haha manang anggi.
Anggo na ni dokmuna i Ampara, padan parhahamaranggion do i.
I ma: Hutauruk dohot Lumban Batu, Simanungkalit dohot Banjar Nahor, jala Situmeang dohot Lumban Gaol. Ia i na manjabui, i ma etongon sihahaan, asa unang haduk pangkataion ni tamue tu tunggane boru na ni dapotanna (na manjabui).
Alai ianggo taringot tu padan na so jadi masiolian. Luhutna do pomparan ni Raja Naipospos tubuni parjolo tu tubu ni paduahon na so jadi masiolian.
Tarsongon Sibagariang; nang so dohot tu padan parhahamaranggion i, na so jadi do masiolian Sibagariang dohot Marbun (Lumban Batu, Banjar Nahor, Lumban Gaol).
Songon i nang Hutauruk; indada holan tu Lumban Batu na so jadi masiolian, tong do dos tu Banjar Nahor nang Lumban Gaol.
Ndatung boi alapon ni marga Simanungkalit, boru Lumban Gaol.
Mauliate.
Botima.
Tabi parhoran sian ahu,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 16th, 2009 at 12:11 pmSombaon Situmeang,
Gabe longang do au mangida hamu sude akka pomparan ni naipospos i..sai pagulut hamu di siakkangan masi pasidingan disiampudan… alai dilain pihak nunga hamu masiolian… ai pakke hamu jo utok utok muna i otik be.
Ianggo dung do martulang sada sibagariang tu simanungkalit… hape sada simanungkalit nunga marbona ni arihon Hutauruk, jala hutauruk on nunga boi dohonon anak ni hambing ni situmeang… jadi manjou aha nama si Ricardo Sibagariang on tu au ??
July 16th, 2009 at 1:07 pmjadi porlu dope patikkon on mu Sibagariang lobi siakkangan sian Situmeang ??? Andul ma hamu di na panaikhon hapistaran laos patujolohon habisuhon .. i ma dohonon… sukkun hamu be ma jo dirimu…
Nunga tama hamu sipardohot dison ????
Maridup Hutauruk,
Mauliate ma sombaon ! Ala na konteks Naipospos do situs on, jala manghilala iba pinompar ni Naipospos, jadi binahen angka tanggapan dohot artikel na hombar tu si, na tuk sian parbinotoan ni iba, hape parbinotoan ni iba i na so sian utok-utok do hape. Jadi, pas na manurathon tanggapan on, nungga nisungkun be diri niba, na so tama dope hape sipardohot di son. Horas be ma ate!
July 17th, 2009 at 7:27 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Sombaon Situmeang
Horas.
Mauliate ma tutu di hamu lumobi di Tuhanta disiala haradeon ni rohamuna mambahen pandapot di NAIPOSPOS ONLINE on.
Mangalusi sungkunsungkunmuna i ma ahu.
Ia hamu Sombaon Situmeang, manjou AMPARA do ahu tu hamu. Tangkas do taboto, ndang na gabe ginjang ni roha on; alai alana hamu do Ampara na jumolo manungguli on. Anggi dolingku do hamu. Ndatung marhahadoli ahu tu hamu. Na tutu situtu do na hudok on; sian pamotoanku, ndang adong dope mangalap boru Situmeang ompunami. Alai ia adong ompumuna na mangalap boru Sibagariang, tangkas ma na hulahulamuna ma hami marga Sibagariang.
Alai sahat ro di tingkion na marhahamaranggi do hita.
Ampara, toho do i; adong di angka jolma na so mangkaringkothon tarombona. Alai indada pola sihapianon i jala ndang porlu sitiruon.
Hal itu melambangkan bahwa dia tidak bangga dengan marga yang telah dipilih dan diberikan Tuhan baginya.
Ampara, na lea situtu do hita sude jolma manisia. Pardosa godang do hita. Indada pola sipangalensem hita disi. Jadi alani haleonta dibahen dosanta i, ndang holan di NAIPOSPOS ONLINE on hita ndang tama, Ampara. Mangolu di portibion pe hita ndang tama.
Jadi ise do na tuk jala na patut jala na boi mandok hita tama manang na mambonarhon hita?
Holan TUHAN do.
Ondihon (maafkan) ahu molo tung adong hatangku na maralo tu rohani Ampara.
Mauliate.
Botima.
Tabi parhorasan sian ahu,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 17th, 2009 at 2:59 pmroy albert lumban gaol,
untuk kepastian semua hal yg tertulis di atas apa bisa di pastikan ??? mudah2 an ada rekan2 ‘dongan tubu’ yang punya cerita rahasia dari keturunan raja nai pos pos, di tuangkan juga cerita nya lah. yang saya harapkan yang jelas selain marga sibagariang pastinya.
July 24th, 2009 at 8:23 amHendry Lbn Gaol,
Tu Appara Niba Sombaon Situmeang,…
Unang pola tarik urat ho hahasidoli na lagu, ai biasa do i. Masipatikkosan akka na marasing informasi. Alai na tataringoti ima par-taromboon ta. Menurut au pribadi, siboan adat na be ma. Ai sude hami pomparan ni NAIPOSPOS di LUAT RAMBE/PAKKAT manghatindakkon holan 2 do anak ni naipospos.
molo tung adong na marasing pandapot, lomona be ma disi, dang pola sipatikkosan be i, ai nunga sundut pa sappulu pituhon saonari.
tabbana muse, taringot tu partuturon marga molo au sandiri (marbun clan) sai hujou do partuturon berdasarkan UMUR dan ke TUAN-RUMAH tu marga dari Toga SIPOHOLON.
molo adong akka marga sian toga sipoholon na so manerima manjou ANGGI au tu ibana, nangpe UPPOSO dagingna, terserah di ibana ma i…..
July 29th, 2009 at 8:43 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Roy Albert Lumban Gaol
@Hendry Lumban Gaol
Saudara-saudaraku yang kekasih, kita telah mengetahui manakah yang baik dan buruk. Telah berulang kali pertanyaan-pertanyaan yang seperti ini saya jawab dalam NAIPOSPOS ONLINE ini. Alangkah baiknya, Saudara-saudaraku membaca dengan saksama seluruh komentar dan jawaban saya dalam NAIPOSPOS ONLINE ini.
Sebagai umat Kristiani, tentu kita sudah pernah mendengar dan tahu jelas mengenai kisah seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan dan seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu.
Singkat cerita, orang kaya itu adalah orang yang bebal alias sijogal baut. Sehingga dia pun tak percaya dan tak mau melaksanakan firman Tuhan. Orang kaya pun mati dan masuk api yang menyala-nyala sedangkan Lazarus bersama dengan Abraham. Dia pun sadar akan segala dosanya dan memohon pada Abrahan agar mengutus Lazarus ke rumah saudara-saudaranya yang masih hidup agar tidak senasib sepertinya. Hal ini juga guna memperkuat fakta-fakta dari firman Tuhan yang selama ini dia sangsikan bersama-sama saudara-saudaranya, sehingga mereka melakukan dosa.
Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Lukas 16:31)
Saudara-saudaraku yang kekasih, saya bukan bermaksud untuk menyamakan kesaksian diri saya dengan kesaksian Musa dan para nabi. Tetapi hal ini saya nyatakan adalah demi membuka cakrawala berpikir kita. Agar kelak kita jangan seperti sikaya yang jogal baut dan akhirnya menyesal. Fakta-fakta firman Tuhan telah ada tetapi tidak percaya juga dan malah minta tambah tanda fakta lagi.
Saudara-saudaraku yang kekasih, inilah menjadi suatu bahan renungan bagi kita bahwa meskipun berbagai fakta dan pengujian mengenai kisah keturunan Raja Naipospos ini saya tulis, namun masih ada-ada saja orang yang kurang percaya atau bahkan tidak percaya. Ingin fakta yang lebih detail lagi, menjadi dalih mereka. Dalih yang sebenarnya ingin menyatakan ketidaksetujuan mereka dan mempertahankan pendapat mereka yang salah. Dalih yang menunjukkan jogal rungkung alias siginjang roha. Dalih yang tanpa alasan dan bukti yang jelas.
Maka saya pun akan berkata: “Jika mereka tidak mendengarkan pernyataan-pernyataan ini maka fakta-fakta lain pun yang lebih jelas lagi baik dari orang yang berbeda tak akan mereka dengarkan.”
Saudara-saudaraku yang kekasih, setiap orang berhak menanggapi tulisan saya ini dan dengan semampu saya dan senang hati akan menjawabnya. Tetapi, alangkah baiknya Saudara-saudaraku memberikan alasan atau fakta atau bukti dalam menyangkal (tidak setuju) dengan pernyataan saya. Kemudian saya akan menjawabnya lagi.
Bagi, Saudara-saudaraku yang masih bersih-keras menyatakan bahwa putera Raja Naipospos adalah 2 orang (Marbun dan Sipoholon atau Sipoholon dan Marbun), silahkan disertai bukti. Apabila teori-teori yang Saudara-saudara nyatakan putus di tengah jalan dan tak dapat menggugurkan penyataan-pernyataan saya mengenai tarombo Naipospos, marilah kita untuk berlapangdada dan saling menghargai.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
July 31st, 2009 at 12:59 pmHendry Lbn Gaol,
Appara Rikardo….
molo hupabalik sukkun-sukkun mi tu ho muse…
aha do baenonmu buktim na lima anak ni naipospos?? dang pola sialusan i, ai yakkin au 100persen dang taralusan ho i. Ai holan analisa do dibaen ho puang, jala dang adong bukti autentik ni i. Holan studi di baen ho ( ipe holan marhite suhutan do i), jadi molo didok ho perumpamaan si jogal baut…baut nise do na jogal??.
unang sai boan-boan, sobbakku raja doli, sai diboan-boan ho hata ni tuhan i tu partuturan on, dang sahat tusinon i. Ai boasa pola boan-boanon akka perumpaan na sian alkitab i??. Ho do appara sidoli na jogal baut 9 menurut persikku, jala au ma na jogal baut menurut persim). Dang adong HUKUM diluat portibi on na boi membuktikan PIGA ma ANAK NI NAIPOSPOS!. Peol hian.
Nga hudok di gijjang, siboan partuturanna be ma hita!
Ho do appar sidoli na so menghargai au, akka dongan na asing na mandok DUA do anak ni NAIPOSPOS, didok ho hami on na siJOGAL BAUT!.
Palias ma hatami appara sidoli naburju, tokka do dohonon tu akka dongan tubu SIJOGAL BAUT, hape nian sian gaya manuratmu, sai dibaen hodo ayat-ayat na sian bibel i.
hu ponggol saotik
August 10th, 2009 at 9:33 amHendry Lbn Gaol,
Merdeka Baringbing,
Syalom,
Saya punya Lae marga Naipospos (RN) sekarang lagi punya hubungan dengan boru Hasibuan. Mereka punya rencana untuk menikah. Akan tetapi keluarga Lae saya ( Naipospos ) tidak setuju karena Naipospos dengan Hasibuan ada parpadanan sehingga mereka tidak direstui untuk melanjutkan hubungan ini. Akan tetapi Boru Hasibuan bertanya pada keluarganya dan jawaban orang tua nya tidak ada parpadanan itu.
Saya mau klarifikasi jawaban mana yang benar? Tolong bantuaan dari teman” marga Naipospos.
Terimakasih
Lae Barimbing…. Mungkin bukan HASIBUAN, tapi HASUGIAN….yap, marga naipospos marsada tak pernah marpadan dengan sihotang. Yang marpadan adalah Toga marbun saja!
August 10th, 2009 at 9:35 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Hendry Lbn. Gaol
Tanda ma tutu na so tenang jala na so dijaha hamu saluhutna na husurat di NAIPOSPOS ONLINE on. Ala ia tenang dijaha hamu, ndang ro sungkunsungkunmuna na mandok: Dia ma buktina lima anak ni Raja Naipospos.
Nunga mansai tangkas hupatorang disaluhutna na husurat di NAIPOSPOS ONLINE. Molo naeng botoonmuna, ba tenang ma jo antong jaha sude na husurat di NAIPOSPOS ONLINE on, Amparangku.
Jala on pe, unang holan hamu boi manungkun. Ia iba manungkun so hea dialusi hamu denggan.
Ala sai martahan do hamu mandok dua anak ni Raja Naipospos, patudu jala patorang ma jo buktina!
Molo so boi dipatorang hamu, tanda ma ndang toho na nidokmuna i. Ai so sae holan hata tarombo da, Ampara.
Taringot tu hata ni Tuhan
Saya rasa tak perlu dipersoalkan mengenai penggunaan ayat-ayat suci dari Alkitab pada artikel-artikel tulisan saya. Terserah Ampara mau katakan kepentingan atau apalah karena saya menggunakan ayat-ayat Kitab Suci agama Kristen.
Saya agama Kristen tentu saya menggunakan ayat kitab suci agama saya. Tujuan saya hanya satu dengan menggunakan ayat-ayat Kitab Suci adalah semoga dapat mengetuk hati dan pikiran kita dan terutama menghancurkan kedegilan hati kita.
Lagi pula, TUHAN tidak melarang perkataan-Nya kita gunakan asal demi tujuan yang baik dan demi memuliakan nama-Nya.
Taringot tu tarombo Naipospos
“Nga hudok di gijjang, siboan partuturanna be ma hita!” ninna hamu Ampara.
O……….., asing do huroha didok rohamuna Naiposposku dohot Naiposposmuna ate, Ampara. Piga do huroha Raja Naipospos i, Ampara? Sada do, ndang i? Lomolomonta do huroha ate manggantiganti tarombo i ate, Ampara. Songon i do hamu naposo saonari ate, Ampara.
Taringot tu Sijogal Baut
Tangkas jo parateatehon hamu na husurat i, Ampara. Ia na hudok: nasida do ndang hamu manang ho.
Saudara-saudaraku yang kekasih, inilah menjadi suatu bahan renungan bagi kita bahwa meskipun berbagai fakta dan pengujian mengenai kisah keturunan Raja Naipospos ini saya tulis, namun masih ada-ada saja orang yang kurang percaya atau bahkan tidak percaya. Ingin fakta yang lebih detail lagi, menjadi dalih mereka. Dalih yang sebenarnya ingin menyatakan ketidaksetujuan mereka dan mempertahankan pendapat mereka yang salah. Dalih yang menunjukkan jogal rungkung alias siginjang roha. Dalih yang tanpa alasan dan bukti yang jelas.
Jadi, molo hamu do na mangkilala (merasa) sijogal baut manang sijogal rungkung, hamu ma na sari disi. Gari ada hamu do mandok ahu sijogal baut.
“Ho do appara sidoli na jogal baut 9 menurut persikku, jala au ma na jogal baut menurut persim).” ninna hamu Ampara.
Taringot tu Boru Sibasopaet
Santabi da, Ampara. Ndang na mangorui manang na gabe pailahon ahu da Ampara. Alai ala na sai Ampara do mangarungkari. Ulok i pe molo sai jinungkitan, manurbing do.
Hamu ma jo husungkun, Ampara. Hea do dijaha hamu buku tarombo na sinurat ni si W.M Hutagalung? Sian i do hata i, Amparangku. Jadi molo didok baritani aha i, ba mangihuthon barita ni Boru Sibasopaet na binaritahon ni angka ompunta narobi. Na so siparsoalhononhon pe diparsoalhon hamu.
Taringot tu padan tu SIHOTANG
Hebat do hamu, Ampara. Tanda ma hamu naposo na hurang pangalaman taringot tu tarombo dohot parsaoran di halak Batak. Halak mangalului tondong. Hamu naeng mangolting tondong. Gari natuatua marga Sihotang, ndang barani mandok songon i. Gabe hamu pajolohon na so hata na so uhum.
Ingot hamu ma Ampara. Nunga adong padan di ompunta narobi. Ia padan ni hahana padan ni anggina, padan ni anggina padan ni hahana. Na marpadan do Marbun tu Sihotang. Umbahen i na marpadan anggi dolina, marpadan ma nang haha dolina ima: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.
Tarsongon padan na so jadi masiolian di hita. Sabotulna Hutauruk, Simanungkalit, dohot Situmeang do na marpadan na so jadi masiolian tu Marbun. Alai dohot do tong Sibagariang tu padan na so jadi masiolian i, ndang i? Jala ndang adong na sanggup mangose i.
Anggo na nidokmuna i, Ampara. Sihombing Lumban Toruan pe adong do marsibuatan tu Naibaho. Sibagariang tu Hutauruk pe adong na masiolian di bona pasogit. Alai holan sada dope na huboto songon i. Jala tangkas dinasida, na mangalanggar do nasida di padan ni angka ompu naung dibahen najolo. Alai nang pe adong songon i, ndatung gabe boi patohan i. Ia nasida mangalanggar, muba di janji mose dipadan, halak i ma na sari disi. Indada alani na saripe i, sursar padan ni sude marga? Ndang i, Ampara?
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Horas.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
August 11th, 2009 at 7:45 pmHendry Lbn Gaol,
Taringot tu padan tu SIHOTANG
Hebat do hamu, Ampara. Tanda ma hamu naposo na hurang pangalaman taringot tu tarombo dohot parsaoran di halak Batak. Halak mangalului tondong. Hamu naeng mangolting tondong. Gari natuatua marga Sihotang, ndang barani mandok songon i. Gabe hamu pajolohon na so hata na so uhum.
Ingot hamu ma Ampara. Nunga adong padan di ompunta narobi. Ia padan ni hahana padan ni anggina, padan ni anggina padan ni hahana. Na marpadan do Marbun tu Sihotang. Umbahen i na marpadan anggi dolina, marpadan ma nang haha dolina ima: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.
Hendry :
Luccu kali kau bah…appara sidoli, DATUNG PADAN NI ANGGI GABE PADAN NI HAHA…AI adat dia do diboan ho appara sidoli??.
Datung ALA marpadan Sihotang dohot MARBUN gabe dohot na asing. Abbal nai hamu appara, jadi molo marpadan sihotang, gabe dohot do marga sirajaoloan na asing gabe PADANTA?..hehehehe…nga sae be i appara. Ai huboto do i, aha na nisurat ni halak, ido di kopy hamu di website on.
Marpadan do PURBA dohot LUMBAN BATU, alai datung HEA hami nadua nai marpadan tu anak ni SIMAMORA..heheheheh…siboan PADANNA BE do.
Piss…
August 18th, 2009 at 3:10 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Hendry Lbn.Gaol
Ba hamu ma boti na sari disi, Ampara. Ndang marutang mudar manang hosa be ahu tu hamu. Hupatorang nasintong tu hamu alai diporso hamu saluhutna.
Alai hupatorang ma jo saotik. Ia padan i, naung haputusan ni angka ompunta narobi do i. I ma padanta tu Sihotang. Na nidokna “Padan ni hahana padan ni anggina, padan ni anggina padan ni hahana” ima padan tu marga Sihotang do. Molo tung adong padan na hombar tu marga asing ni i, ndang haru sahat tusi hita. Tarsongon: Situmeang tu Siahaan. Ia Situmeang tu Siahaan, ndang haru tangkas binoto padan aha na nidokna disi. Ai ndang olo iba pamalomalohon daba, Ampara.
Muse tangkas botoonmuna, toho do i marpadan do Lumban Batu tu Purba. Alai hea do arbis binoto pandok ni angka natuatua na marpadan do Banjar Nahor tu Manalu jala Lumban Gaol tu Simamora Debataraja. Ise pe umboto do, ia Purba, Manalu, dohot Debataraja, na marhahamaranggi do anak ni Simamora. Alai nuaeng tarhira naung dilanggar do padan i, asing ni Lumban Batu tu Purba.
Gari i pe, so diboto hamu, naeng hamu mangarangrangi mansam ni pangkataion tu ahu. Didok hamu hamu ndang hea marpadan tu Simamora Debataraja.
Jala porlu hudok tu hamu Ampara. Unang tubu di hamu roha na jat. Taluhon ma sibolis na dibagasanmuna i. Asa mangolu hamu dohot pinomparmu sogot. Pir nai rohamuna, mandok nahusalin angka na husurat on. Ingot hamu patik pasiahon i. Tangkas botoonmuna, ahu do manurat na tarsurat on. Toho do i na jumolo do di wikipedia on husurat baru pe asa di NAIPOSPOS ONLINE on. Alai huhilala ndang pola siparsoalhononhon i. Ingot adong do TUHAN na umboto ganup na taula nang di napatar nang pe di sihabunian.
Molo hamu na mamorso i, hamu ma na sari disi. Hamu ma mardabudabu tu dirimuna.
Alai alusi hamu ma jo sungkunsungkunkon. Unang holan hamu boi manungkun jala nialusan.
Ala sai martahan do hamu mandok dua anak ni Raja Naipospos, patudu jala patorang ma jo buktina!
Horas jala gabe.
Mauliate.
August 19th, 2009 at 2:52 pmHendry Lbn Gaol,
Horas Bro….
masalah turunan naipospos, nggak usah kita perpanjang lagi kawan. cukup sampai disini. nggak ada titik temunya itu kawan. Ok…( biarlah kami ini dan termasuk semua keturunan naipospos yang mengaku kalau anak naipospos adalah 2, yang mengalah..hope taho monang)…
Huponggol ma jo saotik nai tulisanmon,m taringot tu parpadanan.
Muse tangkas botoonmuna, toho do i marpadan do Lumban Batu tu Purba. Alai hea do arbis binoto pandok ni angka natuatua na marpadan do Banjar Nahor tu Manalu jala Lumban Gaol tu Simamora Debataraja. Ise pe umboto do, ia Purba, Manalu, dohot Debataraja, na marhahamaranggi do anak ni Simamora. Alai nuaeng tarhira naung dilanggar do padan i, asing ni Lumban Batu tu Purba.
Berpuluh-puluh generasi dibelakang kita telah saling menikahi antar LumbanGaol dan Debataraja. Apakah mereka ( oppung-oppung kita ini ) tidak tau parpadanan ini?…apakah sudah lebih tau seorang rikardo sibagariang daripada oppung saya generasi ke 14 dan sebelumnya??” ) maaf kawan…..appara masih lahir kemaren.
Opung ni oppung ni opung saya adalah boru simamora dan ada beberapa oppung saya boru simamora. Apa mereka tak tau parpadanan ini??…
Hubungan yang paling kuat ikatanya dalam adat batak adalah PARPADANAN, …..
Jadi cobak kau teliti dulu dan cek dulu pendapatmu, apakah semua turunan NAIPOSPOS marpadan ke SIHOTANG??.
mauliate ma.
August 20th, 2009 at 11:42 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Hendry Lbn.Gaol
O, tahe portibi.
Ba, molo na songon i do pandok ni Amparangku Hendry Lumban Gaol, aha ma na tau sidohononku.
Mauliate ma Amparangku disaluhutna pandohanmuna i.
Ia na songon i do pandohan ni Amparangku Hendry Lumban Gaol, hamu ma na sari disi Ampara. Tuhadengganon do tujuanku Ampara. Asa sada hita nang taringot tu tarombo Naipospos.
Ndang pola huparulakulak be ra patorangkon Amparangku. Amparangku Hendry Lumban Gaol ma na mangarimangrimangi jala pahusorhusor di bagasan roha.
Apakah Ampara menerima atau tidak itu kembali terhadap individu masing-masing.
Saya sadar bahwa tak seorang pun dapat memaksakan kehendaknya.
TUHAN telah mengaruniakan akal budi, hati nurani, dan kebebasan terhadap seseorang untuk membedakan mana yang baik dan buruk dalam hidupnya.
Rasul Paulus berkata dalam I Tesalonika 5:21
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
Maaf beribu kali maaf, jika Ampara merasa perkataan saya yang benar silahkan Ampara melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Maaf beribu kali maaf, jika Ampara merasa apa yang diketahui Ampara selama ini yang benar silahkan Ampara melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Dunia penuh dengan penyesat dan kesesatan. Rasul Paulus menekankan hal tersebut agar kita tidak turut sesat.
Demikian halnya pendapat tarombo Naipospos. Mari kita uji yang kita tahu selama ini dan yang kita dengar dari orang lain. Jangan ada sikap egoisme yang mementingkan bahwa apa yang diketahuinya sudah pasti yang paling benar.
Penjelasan-penjelasan mengenai tarombo Naipospos yang terdapat pada NAIPOSPOS ONLINE ini sudah dapat dikatakan cukup. Sekarang kembali tergantung pada masing-masing individu.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan dari saya,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
August 20th, 2009 at 2:30 pmhendry lbn gaol,
Mauliate appara,…
kalimatmu ini yang kutunggu dari dulu. Mari kita jadikan perbedaan ini menjadi satu semangat untuk maju!.
mauliate ma
August 24th, 2009 at 4:19 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Hendry Lbn.Gaol
Gabe jala horas.
Mauliate.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
August 25th, 2009 at 4:27 pmgogo marbun,
hidup toga naipospos. dame ma di hita sude na pomparan ni si toga naipospos. horas tu sude pomparan hita. horas…. mauliate.
August 27th, 2009 at 10:38 amG. Lumbanbatu,
Untuk Hendry L. Gaol
kalau pun pendahulu kita berbuat demikian, apakah bisa dikatakan sebagai kebenaran? sebagai kenyataan, iya.
Jadi kalau boleh bercerita, Opungku boru Purba.
Tapi Opungku sendiri yang mengajarkan kalau Purba itu marpadan dengan Lumbanbatu, artinya gak boleh kawin-mawin.
Itulah bukti. Walaupun sudah terjadi, bukan berarti boleh dilanjutkan (diulangi kembali).
Sebagai tambahan, di tulisan Amang Ricardo adanya yg bersaudara bahkan (bukan marpadan) saling kawin. Tapi itu tetap sebagai kasus, bukan suatu hal yang patut ditiru.
Semoga mencerahkan.
Salam kekeluargaan,
G. Lumbanbatu (generasi ke-15)
August 29th, 2009 at 11:42 amRicardo Parulian Sibagariang,
@Gogo Marbun
Salam,
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Ampara sekeluarga Gogo Marbun. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terimakasih atas kesediaan Ampara Gogo Marbun berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
I ma tutu Ampara, dame ma di hita pomparan ni ompunta Raja Naipospos. Jala i do na sai tongtong tapangidohon tu Amanta Pardenggan basa i.
Mauliate.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
August 30th, 2009 at 5:26 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@G. Lumbanbatu
Salam,
Horas dan salam damai sejahtera saya ucapkan kepada Ampara sekeluarga G. Lumbanbatu. Salam kenal dan salam hangat dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang. Terimakasih atas kesediaan Ampara G. Lumbanbatu berkunjung di NAIPOSPOS ONLINE khususnya artikel tulisan saya KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA.
Amat benar perkataan Ampara tersebut. Memang benar hal-hal seperti yang disebutkan Ampara tersebut tidak pantas kita tiru atau pun teruskan.
Mauliate.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Sibagariang generasi ke-17)
August 30th, 2009 at 5:31 pmhendry lbn gaol,
Amang G Lumban Batu…..
tanya dulu, Oppung boru kita itu PURBA apa??…..RAMBE??…kalo IYA,..itu benar adanya….
Tapi kalau dari TURUNAN TOGA SIMAMORA DOLOK, ( Asal bukan rambe) itu tak mungkin.
salam kenal,
August 31st, 2009 at 9:11 amSitumeang,
Horas Lae Sibagariang…
Anda terlihat mencoba mengubah sejarah dengan pendapat pribadi anda yang cuma anda peroleh dari 1 sumber milik garis marga anda saja. Itupun belum tentu seluruh garis tarombo dalam marga anda Sibagariang/Sinagabariang sama dengan yang turun ke garis geneologis anda.
Garis marga lain dari Naipospos dari dulu hingga kini tetap mencantumkan sejarah Toga Sipoholon dan Toga Marbun sebagai anak laki-laki sulung dan kedua dari Si Raja Naipospos.
Kita tidak punya hak untuk mengubah sejarah karena catatan sejarah generasi awal dibuat berdasarkan saksi hidup langsung pada masa itu, atau setidaknya oleh generasi yang masih cukup dekat dan masih tahu dan masih dekat dengan jaman sebelumnya itu. Mereka tentu tidak akan membuat secara fiktif seperti yang lae Bagariang coba rekayasa di berbagai media blog sesuai keinginan yang ada pada pikiran lae semata.
Apalagi lae coba menghapus 1 masa generasi nenek moyang kita yang kita yakini pernah hidup selama sekian puluh tahun pada suatu masa lalu. Itu sangat tidak pantas.
Kecuali kalau lae punya catatan sejarah kuno atau peninggalan sejarah tertulis tangan pertama yang otentik dan benar-benar membuktikan cerita versi lae itu.
Kalo berpendapat itu harus dengan dasar dan bukti yang akurat sehingga bisa dipertanggungjawabkan tingkat kebenaran dan faktanya. Jangan cuma berdasarkan cerita yang didapatkan dari si A atau si B secara lisan aja, yang belum tentu juga benar. Itu tidak dibenarkan secara ilmiah selain berupa upaya pribadi anda untuk mengubah cerita sejarah nenek moyang tertulis kita sesuai rekayasa pikiran pribadi. Sangat berbahaya orang-orang seperti lae ini.
Kalau lae mau buat versi silakan, tapi beri alasan yang menunjukkan sumber kutipan anda yang bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya.
Mauliate godang…
Clan Situmeang
September 23rd, 2009 at 8:58 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Situmeang
Horas.
Sepertinya yang namaya Eliezer Situmeang sama dengan yang hanya mencantumkan marganya Situmeang pada artikel kali ini. Saya pun kembali mengucapkan selamat berkunjung dan terimakasih atas pertanyaan yang telah diulangi lagi ini. Saya katakan diulangi karena tak jauh beda dengan pertanyaan Eliezer Situmeang pada artikel Benarkah Toga Sipoholon adalah putera Naipospos. Sebab daripada itu, saya pun akan kembali mengulangi jawaban saya dan silahkan ditanggapi.
@Eliezer Situmeang
Horas.
Sebelum kita panjang lebar, saya ingin tahu kenapa, Saudara Eliezer Situmeang memanggil saya dengan sebutan “LAE”. Karena kalau ditarik dari garis keturunan Raja Naipospos, kita adalah yang mardongantubu. Jadi setidaknya sapaan antara kita adalah dengan sebutan “AMPARA (baca: appara)” sebelum saya mengetahui seluk-beluk sapaan “LAE” tersebut.
Baiklah saya akan mulai menjawab pertanyaan dari Ampara Eliezer Situmeang.
Ampara, terlebih dahulu saya mengucapkan terimakasih atas penilaian dari Ampara. Tapi ada hal yang perlu saya tambahkan yaitu kepintaran adalah bersifat relatif.
Betul memang bahwa berbagai kisah ini adalah dari beberapa tokoh yang bukan hanya dari marga Sibagariang saja. Tentu pula kita tak perlu menyangkal hal itu karena siapa pun tahu bahwa tarombo itu bersifat turun-temurun. Siapakah saya manusia biasa ini, sehingga hal mengenai tarombo mungkin dapat saya ketahui sendiri?
Benar Amparaku, saya dongantubumu ini lahir dan dibesarkan dan hingga saat ini masih di daerah Tapanuli.
Amparaku saya perlu meralat apa yang dikatakan Ampara yaitu saya bermaksud untuk mengubah tarombo Naipospos.
Saya dengan tegas mengatakan bahwa saya mengutarakan tarombo Naipospos pada awalnya dan yang benar itu bahwa Raja Naipospos mempunyai lima orang putera yaitu Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Perhatikan dengan saksama penggalan artikel di atas yang merupakan pengalaman pribadi Haran Sibagariang (Kepala Negeri Huta Raja) sebagai berikut ini.
Sekarang saya kembali bertanya kepada Ampara. Berikan bukti bahwa Toga Sipoholon itu adalah manusia dan merupakan salah satu putera Raja Naipospos!
Saya tidak dapat membuktikan bahwa Toga Sipoholon itu benar adanya sebagai salah satu putera Raja Naipospos tetapi saya dapat membuktikan bahwa Toga Sipoholon itu bukanlah salah satu putera Raja Naipospos melalui berbagai fakta yang ada di tengah-tengah kita. Fakta-fakta itu sudah saya jelaskan pada artikel-artikel tulisan saya pada NAIPOSPOS ONLINE ini. Jadi bukan hanya pada satu artikel ini saja. Saya pun merasa tak perlu mengulang-ulangnya.
Sekarang, silahkan Ampara membaca semua artikel-artikel, tanggapan, dan jawaban saya pada NAIPOSPOS ONLINE ini dengan hati dan pikiran yang tenang. Karena apa pun yang kita lakukan tanpa hati yang terbuka (roha naungkap), apa pun yang kita dapat dari orang lain tidak akan masuk akal. Meskipun itu semuanya benar seratus persen.
Sekarang coba Ampara baca tanggapan yang saya salin berikut mengenai tarombo Naipospos. Mungkin, Ampara belum pernah membaca tanggapan berikut yang datang pada saya ini. Kebetulan pula berasal dari marga Situmeang. Semoga dapat menjadi bahan pertimbangan.
Tanggapan I dari Sugeng Situmeang dari pranala http://www.naipospos.net/?p=82#comment-1102
Tanggapan II dari Julianto Situmeang dari pranala http://www.facebook.com/topic.php?uid=70180594496&topic=9213
Kesimpulan
Untuk mengetahui kebenaran dan keasliannya, silahkan diklik pranala yang saya cantumkan di atas.
Yang perlu kita ingat pula, sebagai umat Kristiani yaitu mari kita pegang dan amalkan perkataan yang terdapat dalam Kitab Suci, yakni.
I Tesalonika 5:21
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
Belum tentu segala sesuatu yang kita baca, dengar, atau pun lihat selama ini adalah benar. Bahkan yang kita dapat dari orangtua kita sendiri pun. Oleh karena itu, ada baiknya kita menguji semuanya itu dan memegang yang benar.
Amparaku, mari kita menguji tarombo Naipospos yang Ampara ketahui selama ini dengan yang Ampara dapat ketahui dari saya.
Contohnya. Apakah Ampara pernah mendengarkan marga Sipoholon? Tentu tidak bukan. Jadi, seandainya Raja Naipospos mempunyai 2 orang putera, mengapa marga Sipoholon tidak ada sedangkan marga Marbun ada? Malah yang ada adalah marga Naipospos.
Itulah salah satu contoh pengujian, Ampara. Dan masih banyak lagi.
Perlu saya tambahkan pula bahwa kisah-kisah yang saya tulis ini tidak hanya bersumber dari marga Sibagariang saja.
Dapat kita perhatikan bahwa saya juga mengutip perkataan Torang Hutauruk dari tulisan Maridup Hutauruk. Apalagi dari marga Situmeang. Tak perlu disangkal lagi, nyata sudah ada dan dapat langsung kita baca pada jawaban saya ini.
Saya juga perlu menekankan bahwa untuk membuktikan kalau kita bertahan dengan pendapat yang mengatakan Raja Naipospos mempunyai 2 putera, yaitu: Toga Sipoholon dan Toga Marbun; atau pun Toga Marbun dan Toga Sipoholon, haruslah disertai bukti nyata. Bukti yang dimaksud bukanlah harus dalam bentuk benda berupa tulisan-tulisan kuno tetapi bisa saja realita atau fakta yang terjadi di tengah-tengah kita. Karena kalau kita belajar Sejarah jelas dikatakan bahwa bukti lisan pun dapat sebagai bukti apalagi disertai dengan realita yang sedang terjadi di tengah-tengah kita.
Sekarang saya bertanya pada Ampara Situmeang, jangankan bukti ilmiah, saya ingin Ampara memberikan bukti realita atau fakta yang terjadi di tengah-tengah kita yang mendukung pendapat Ampara bahwa Raja Naipospos mempunyai dua putera.
Semoga penjelasan saya di atas dapat menjawab pertanyaan dari Ampara Eliezer Situmeang.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
September 24th, 2009 at 11:24 amRicardo Parulian Sibagariang,
Naung salpu taon naburuk i, Ho ma hupuji Tuhanki.
:,: Ai diramoti Ho tongtong tondingku dohot dagingkon :,:
HORAS TAON IMBARU 2010
Salam damai.
TUHAN beserta kita, Amin
January 1st, 2010 at 3:46 pmhh,
Selamat taon na imbaru ma tutu di hita saluhutna.
Horas
January 2nd, 2010 at 3:26 amMaridup Hutauruk,
@Ricardo Parulian Sibagariang
January 2nd, 2010 at 8:56 pm@hh
Thank you for the Greeting Seasons, GBU.
hh,
@ Brother Maridup Hutauruk
You’re very welcome, bro.
January 3rd, 2010 at 7:00 amRicardo Parulian Sibagariang,
@ Maridup Hutauruk
You’re welcome
January 5th, 2010 at 12:59 pmBRONSON HUTAURUK,
Buat kita semua pomparan naipospos saat ini adalah
January 6th, 2010 at 4:22 pmsikap solidaritas kita dan keterbukaan kita dimana persoalan saat ini adalah mengenai siangkangan dalma toga naiposspos iapa sebenarnya yang siangkangan..terutamaa perdebatab sibagariang,hutauruk marbun
Ricardo Parulian Sibagariang,
@Bronson Hutauruk
Horas.
Salam kenal dan parhorasan dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang kepada Saudaraku sekeluarga Bronson Hutauruk.
Selamat datang dan berkunjung di situs NAIPOSPOS ONLINE terkhusus pada artikel tulisan saya ini.
Betul itu Ampara, untuk mengatasi persoalan yang disebutkan Ampara dia atas adalah dengan perlunya sikap solidaritas dan keterbukaan dia anatar kita keturunan nenek moyang kita Raja Naipospos.
Secara pribadi, saya telah mengutarakan berbagai fakta yang dapat saya nyatakan hingga saat ini di NAIPOSPOS ONLINE mengenai tarombo Naipospos baik melalui artikel-artikel tulisan saya maupun berbagai tanggapan (jawaban) saya.
Kesatuan dan persatuan adalah hal yang hal terpenting. Berbicara mengenai silsilah (tarombo) tidak boleh hanya sekedar berargumen tetapi harus dibuktikan dengan fakta dan penjelasan sebaik mungkin. Amat sulit memang mengubah suatu ideologi (paham) yang dianut oleh seseorang. Hal tersebut hanya mungkin dapat terjadi dengan adanya sikap terbuka dan tanpa egoisme.
Merendahkan hati adalah jalan keluar dalam mengatasi perbedaan pendapat. Mengalah belum tentu kalah. Namun perlu diingat dalam kerendahan hati, tidak berarti mengiyakan apa saja pendapat orang yang belum tentu benar. Melainkan mengingatkan sesama yang kurang benar dan menjelaskan apa yang benar. Terima atau tidak itu terserah pada tiap individu. Namun terutama harus dengan rendah hati dan kasih seperti teladan dari Tuhan.
Tak selamanya apa yang diutarakan seseorang, kita baca, dengar, atau lihat adalah benar. Demikian pula halnya, tentang segala pendapat tentang keturunan Raja Naipospos. Dikhawatirkan pendapat-pendapat lain akan mungkin tambah lagi. Semuanya itu hanya dapat diatasi dengan menguji segala sesuatu dan memegang yang benar melaui merenungkan dan memikirkannya secara masak-masak dan semuanya itu ditujukan demi persatuan dan kesatuan terlebih memuliakan Tuhan.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
January 7th, 2010 at 11:53 amSabastony Sibagariang,
Horas ma di amang Ricardo Parulian Sibagariang.
Mauliate ma disude nasa ulaonmuna na uli i ima taringot tu Tarombo ni Raja Naipospos..Pangidoanku molo boi adong angka bukti2 na asing taringot tu tarombo..
Mauliate ma..Selamat Taon Baru
January 8th, 2010 at 6:40 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Sabastony Sibagariang
Horas.
Salam kenal hangat persaudaraan dan parhorasan dan selamat tahun baru juga dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang kepada Saudaraku sekeluarga Sabastony Sibagariang.
Selamat datang dan berkunjung di situs NAIPOSPOS ONLINE terkhusus pada artikel tulisan saya ini.
Berbicara mengenai bukti-bukti yang saya uraikan tentang tarombo Raja Naipospos telah dapat dikatakan cukup dalam artikel-artikel dan tanggapan (jawaban) saya dalam NAIPOSPOS ONLINE ini. Setidaknya hal tersebut kiranya sudah dapat menjadi garis besar dan bahan acuan bagi kita bersama untuk mengakaji lagi kebenaran tarombo Raja Naipospos itu.
Mengenai bukti-bukti lain, kiranya Tuhan Yang Mahakuasa, Sumber segala pengetahuan dan kepintaran dan kebijaksanaan memberikan kepada kita roh kekuatan dan roh pengertian, agar kini dan kelak kita keturunan Raja Naipospos mampu mengungkap dan menerima seluruh fakta-fakta atau bukti-bukti kebenaran tarombo Raja Naipospos, Amin
January 13th, 2010 at 3:49 pmMartohap Banjarnahor,
saya rasa crita yang ada di NAIPOSPOS ONLINE ini Sepertinya Hanya Versi Toga Sipoholon. Sedangkan kami yang tinggal di MARBUN tidak dilibatkan.
mengenai masalah anak-anak naipospos perlu digali lagi dan dilakukan penelitian yang mendalam. karena marga adalah harta warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya. Sehingga nantinya tidak membuat kami generasi buda jadi bingung. jadi tolong di konfirmasi lagi
January 18th, 2010 at 11:31 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Sdr. Martohap Banjarnahor
Horas.
Salam kenal hangat persaudaraan dan parhorasan dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang kepada Saudaraku sekeluarga Martohap Banjarnahor.
Selamat datang dan berkunjung di situs NAIPOSPOS ONLINE terkhusus pada artikel tulisan saya ini.
Ampara, perlu saya jelaskan sepengetahuan saya bahwa hingga saat ini pada NAIPOSPOS ONLINE keturunan Raja Naipospos yang menulis artikel khusus mengenai tarombo ada sekitar 4 orang, yakni: 1. SIBAGARIANG (Leopold Parulian & Ricardo Parulian), 2. HUTAURUK (Maridup), dan 3. MARBUN (Ama Natalia Lumban Gaol). Mungkin Ampara telah membaca, khusus mengenai pendapat mengenai tarombo Naipospos oleh Ama Natalia Lumban Gaol dan saya telah menyanggahnya dan tak ada konfirmasi apa-apa. Semoga Ampara Martohap paham maksud saya.
Ampara Martohap, sebenarnya tarombo Naipospos bukan masalah versi dari Sibagariang-kah, Hutauruk-kah, Simanungkalit-kah, Situmeang-kah, atau bahkan Marbun sekalian pun. Kalau kita berpedoman pada hal ini, berarti kita adalah egois. Merasa kita tidak saudara sebagai keturunan Raja Naipospos.
Sekarang yang terpenting adalah: MANA YANG PALING BENAR APABILA TELAH KITA UJI.
Ada sebuah kata bijak yang perlu kita perhatikan bersama, sebagai berikut.
Janganlah melihat siapa yang berkata, tetapi perhatikanlah apa yang dikatakannya.
Sebenarnya jikalau Ampara membaca dengan saksama artikel-artikel tulisan saya maupun berbagai tanggapan (jawaban) saya maka pertanyaan dan pernyataan Ampara “mungkin” sudah dapat terjawab dengan sendirinya. Karena pertanyaan-pertanyaan seperti ini sudah berulang-ulang.
Bagi Ampara Martohap sebagai generasi muda, hal ini dapat pula sebagai pedoman.
1. Tarombo Naipospos yang umum di Huta Raja adalah Raja Naipospos mempunyai lima putera (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun). Dolok Imun, Huta Raja adalah huta parjolo pinungka ni Raja Naipospos. Kisah yang saya tulis berasal dari bona pasogit Huta Raja. Apakah kita lebih percaya dan menerima tarombo yang ada di perantauan dibanding dengan bona pasogit?????
2. Sebagian besar marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang tidak mengakui bahwa Sipoholon sebagai ayahanda mereka melainkan adalah Raja Naipospos terkhusus bagi mereka yang tinggal di Huta Raja. Atau katakan saja marga Sibagariang mengakui bahwa Raja Naipospos sebagai ayahandanya dan bukan Sipoholon. Bagaimana mungkin marga lain (tidak seayah dan/atau seibu dengan Sibagariang) lebih tahu siapa ayahandanya Sibagariang dibanding Sibagariang sendiri. Tidak layak bagi saya menentukan apalagi memaksakan ayahanda orang lain.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
January 21st, 2010 at 4:00 pmmartohap banjarnahor,
menanggapi appara maksud saya di beberapa buku yag saya baca anak naipospos itu hanya dua. mnurut appara kok 5 kmi yang tinggal di BAKKARA gmengakui bahwa anak naipospos ada 5 itu aja sebagai infoo. mksud saya jangan karena naipospos online anak cucu kta brantam kahan g bagus…. trims horassss
January 22nd, 2010 at 6:27 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Sdr. Martohap Banjarnahor
Ampara, semoga penjelasan berikut dapat membuka wawasan berpikir kita mengenai tarombo Naipospos yang dicetak di berbagai buku. Penjelasan berikut dapat pula saya sebutkan sebagai sejarah singkat timbulnya persoalan (beragam versi) dalam tarombo Naipospos.
Tarombo Naipospos yang benar dan yang awalnya berkembang di bona pasogit atau pertama sekali adalah bahwa Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera yang secara berurutan, yaitu: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Kemudian pada tahun 1920-an tarombo Naipospos mulai menyimpang dengan menyebutkan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera yang secara berurutan, yaitu: Toga Sipoholon dan Toga Marbun.
Tarombo Naipospos pun semakin menyimpang dan cepat tersosialisasi pada Jubileum 50 Tahun Partangiangan Pomparan Raja Naipospos (tahun 1983) dengan selalu menyebutkan paling dahulu marga Lumban Batu dan Situmeang disebutkan terakhir. Dengan penyebutan seperti itu maka mengibaratkan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera yang secara berurutan yaitu Toga Marbun dan Toga Sipoholon. Tarombo yang telah semakin menyimpang ini pun begitu cepatnya tersebar atau tersosialisasi melalui buku tarombo yang dicetak pertama sekali atau pun yang dicetak ulang setelah tahun 1983. Seperti buku PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak oleh W. M. Hutagalung, cetakan 1991; Dalihan Natolu Nilai Budaya Suku Batak oleh D. J. Gultom Raja Marpodang; Kamus Budaya Batak Toba oleh M. A Marbun dan I. M. T. Hutapea. 1987. Jakarta: Balai Pustaka; dan lain sebagainya yang keseluruhan menyebutkan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera yang secara berurutan yaitu Toga Marbun dan Toga Sipoholon.
Hingga saat ini, belum ada saya temukan buku yang menyatakan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 orang putera (Toga Sipoholon dan Toga Marbun). Padahal sesuai dengan sejarah perbedaan tarombo Naipospos seperti yang saya tulis pada artikel Benarkah Toga Sipoholon adalah putera Naipospos bahwa pendapat terakhir adalah yang menyatakan Raja Naipospos mempunyai 2 orang putera (Toga Sipoholon dan Toga Marbun). Perhatikan, bukan Toga Marbun dan Toga Sipoholon!
Apalagi buku yang memuat tarombo Naipospos yang benar yaitu Raja Naipospos mempunyai 5 orang putera (Sibagariang-Hutauruk-Simaungkalit-Situmeang-Marbun) belum ada penulis temukan. Meskipun akhir-akhir ini penulis mendengar kabar bahwa terbit “Buku Saku Marga Batak” oleh Doangsa P. L. Situmeang yang diterbitkan tertanggal Desember 2008. Pada buku tulisan marga Situmeang ini dituliskan bahwa Raja Naipospos mempunyai 5 orang putera yang secara berurutan, yakni: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Khusus buku PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak oleh W. M. Hutagalung, cetakan pertamanya adalah tahun 1926. Mungkin untuk menemukan cetakan pertama buku ini amatlah sulit. Kemungkinan besar dalam buku cetakan 1926 berisikan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera yang secara berurutan yaitu Toga Sipoholon dan Toga Marbun. Hal ini sesuai dengan pengumpulan dan penulisan tarombo termasuk tarombo Naipospos di Sipoholon pada masa penjajahan. Saya berprasangka bahwa buku PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak oleh W. M. Hutagalung telah diubah atau pun direvisi ulang oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengubah urutannya bahwa Toga Marbun lah sebagai putera sulung Raja Naipospos. Karena buku yang banyak beredar saat ini pada masyarakat bahkan milik saya pun adalah cetakan tahun 1991.
Sebagian besar para generasi muda keturunan Raja Naipospos yang intelek dan pamalomalohon dalam hal tarombo Naipospos mengarang seenaknya tarombo Naipospos dengan manundalhon (membelakangkan) atau dengan kata lain tanpa pengujian dan perenungan dari pernyataan orang tua yang pasti lebih tahu tarombo Naipospos.
Buku adalah karangan manusia yang perlu diuji.
Ampara, mengenai NAIPOSPOS ONLINE ini, hendaknya janganlah kita anggap dapat menjadi pemicu pertengkaran atau berantam seperti yang disebutkan Ampara Martohap mengenai tarombo Naipospos, melainkan hendaknya menjadi sarana pencerahan bagi kita untuk mengetahui manakah tarombo Naipospos yang benar.
Suatu sikap egois dan tinggi hati apabila tetap mempertahankan suatu pendapat yang tanpa bukti dan tidak mau mengakui kebenaran apa yang dinyatakan orang lain padahal yang disampaikan orang lain itu penuh bukti.
Bukan begitu, Ampara?
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
January 24th, 2010 at 5:16 pmRICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
hh,
…Sebagian besar para generasi muda keturunan Raja Naipospos yang intelek dan pamalomalohon dalam hal tarombo Naipospos mengarang seenaknya tarombo Naipospos dengan manundalhon (membelakangkan) atau dengan kata lain tanpa pengujian dan perenungan dari pernyataan orang tua yang pasti lebih tahu tarombo Naipospos.
=> Ampara, ndang boi jo tahanonmu kojim na sai mandok pamalo-malohon i? Boasa dohonon ni ampara muse angka panurat i manundalhon natua tua, ndang natua tua be molo asing sian natua tua na di roha mi?
Sada nai muse ampara,
…Kemudian pada tahun 1920-an tarombo Naipospos mulai menyimpang dengan menyebutkan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera yang secara berurutan, yaitu: Toga Sipoholon dan Toga Marbun.
Tarombo Naipospos pun semakin menyimpang dan cepat tersosialisasi pada Jubileum 50 Tahun Partangiangan Pomparan Raja Naipospos (tahun 1983) dengan selalu menyebutkan paling dahulu marga Lumban Batu dan Situmeang disebutkan terakhir. Dengan penyebutan seperti itu maka mengibaratkan bahwa Raja Naipospos mempunyai 2 (dua) orang putera yang secara berurutan yaitu Toga Marbun dan Toga Sipoholon.
Adong saotik songon on ampara,
Adong amangtua (angkang ni bapakku) masuk tentara angktan laut, dung menyerah Jepang tu Sekutu, langsung ma ditinggalhon bapatua on hatentaraon i mangaranto tu Amerika dohot tu Bolanda sahat tu taon 1960. Mulak ibana sian i, diboan ibanama tarombo ni ibana mulai sian Naipospos sahat tu ibana, dilaminating sabalga ni kartu pos. Tarsurat disi dua do anak ni Naipospos, Marbunma di sabola hambirang jala Sipoholon di sabola siamun.Ima oleh oleh diboan sian Amerika, dohot sada radio si opat band.
Tingki hupatangkas tu bapa tua i manang sian dia dapotna tarombo i, alusna: sian bapakku (ompungmu nahinan) andorang di huta au, ninna.
Jei, na menyimpang jala na pamalomalohon do ibana disi?
January 24th, 2010 at 6:49 pmMartohap Banjarnahor,
jadi appara ini sebenarnya jadi polemik yang dibuat appara jadi membingungkan generasi mudah. Secara pribadi saya sangat setuju dengan adanya naipospos online. tapi yang saya bingungkan setiap tulisan appara itu selalu mengatakan anak naipospos 5. jadi saya harap appara tolong menggali lagi lebih dalam sejarah naipospos mungkin jika orang tua (natua-tua) ni marbun manjaha tulisan ni appara nga naek emosina. Jadi appara masalah on appara unang ma baen gabe MANURSARI NAUNG DENGGAN JALA DIPPOS HOLAN I DO SIDOHONOKKU…
January 24th, 2010 at 11:02 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Sdr. hh
Horas.
Sebuah ungkapan berbunyi:
Datang tampak muka, pergi tampak punggung.
Menimbang ungkapan dan masukan dari beberapa saudara keturunan Raja Naipospos yakni perlunya memberitahukan nama dan marga yang jelas dalam NAIPOSPOS ONLINE, maka sudah selayaknya kita tak perlu marbunibuni dalam hal nama maupun marga.
Berani berbuat (berkata), harus berani pula bertanggungjawab.
Santabi, ndang na so ra ahu mangalusi pandohan dohot sungkunsungkunmuna i; alai molo tung so boi tangkas masitandaan bohi naeng ma nian tangkas masitandaan goar dohot marga.
Mauliate.
January 26th, 2010 at 9:29 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Sdr. Martohap Banjarnahor
Ampara Martohap, saya tegaskan bahwa saya tak pernah menjadikan polemik atau pun pertentangan sejenisnya di antara kita mengenai tarombo Naipospos. Melainkan saya berusaha dan jikalau Tuhan izinkan menjadi alat Tuhan mencerahkan pemikiran kita mengenai tarombo Naipospos melalui tulisan saya. Saya suguhkan proses berpikir yang kritis dan mengutamakan pembuktian fakta melalui proses pengujian yang tanpa sikap egois.
Jadi unang dok ahu na manursari na denggan. Gari ada padimposhon naung sursar do ahu di tarombo Naipospos molo liat boi. Tolong dibaca lagi tanggapan di atas no.84.
Benar Ampara Martohap, saya selalu menyebutkan dalam setiap tulisan saya bahwa yang benar adalah Raja Naipospos mempunyai lima orang putera. Saya berangkat dari fakta dan proses pengujian, atau dengan kata lain “ndang holan hata”. Bukti-buktinya telah saya jabarkan dalam tulisan-tulisan saya.
Mengenai orang tua kita marga Marbun, saya berani mengatakan: Marbun (Lumban Batu-Banjar Nahor-Lumban Gaol) pada awalnya pun mengiyakan dan menyetujui bahwa Sibagariang adalah putera sulung Raja Naipospos dan Marbun sebagai yang bungsu. Karena hingga saat ini pun tak ada kata sepakat antar marga Marbun yang menyatakan siapakah siangkangan atau yang sulung termasuk berapa dan siapa putera Raja Naipospos.
Maka akan muncul pertanyaan: Apa buktinya?
Sebab saya selalu berangkat dari bukti maka saya pun berkata bahwa dari pihak marga Marbun ada yang mengatakan Sibagariang sebagai putera sulung, ada pula yang menyebutkan Toga Sipoholon sebagai putera sulung oleh karena pengaruh pendapat adanya Toga Sipoholon, dan ada yang bertahan menyebutkan Marbun sebagai putera sulung Raja Naipospos.
Sedangkan pada marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang belum pernah saya jumpai yang menyebutkan bahwa Marbun sebagai putera sulung. Meskipun mungkin ada ditemukan oleh para Saudara pembaca tulisan ini, dia mungkin buta terhadap tarombo Naipospos yang benar dan dia menggunakan sumber-sumber (buku, internet, dan sebagainya) yang ada dan yang telah salah.
Mengenai kisah pengalaman saya maupun pengalaman keluarga saya dalam menjumpai marga Marbun (Lumban Batu-Banjar Nahor-Lumban Gaol) yang menyetujui marga Sibagariang sebagai marga yang sulung dalam keturunan Raja Naipospos atau bahkan tidak menyetujuinya akan saya tulis dalam artikel berikutnya kalau Tuhan mengizinkan.
Sekarang, Amparaku Martohap, tolong Ampara jawab pertanyaan ini.
Siapakah 2 putera Raja Naipospos yang selalu Ampara sebut-sebut itu?
Apakah bukti nyatanya yang bisa langsung kita lihat dan rasakan?
Ok, Ampara?
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
January 26th, 2010 at 9:30 pmrahman lumban gaol,
Ricardo parulian Sibagariang :
January 31st, 2010 at 11:16 amTulisan anda merupakan mangarigati bulung ni bulu manars ari bulung salaon, manaringot hinalungun mu maho manungguli sidangolon ni sibagariang maho, sotung timbul songon naung tarjadi diari naung salpu, sian lumban batu-hutauruk, manungkalit-banjar nahor, lumban gaol-situmeang laho manguhum ho
hh,
Ampara Rahman,
Pangidoan ampara, unangma sai sahat sahat tu si panghataion di hita, ndang sai sunggul sunggulan be angka naung salpu, ai ndang adong na so tupa sala di hajolmaon on. Ra, hita pe di tingki saonari on taulahon do hasalaan na sarupa, alai ala dang masa be si songon i borat ni uhuman, sai hira na so marsala hita on.
Angka na uli i ma tapareak, asa lam tamba hadengganon dohot hamajuon di hita pomparan ni Naipospos.
Horas di hita saluhutna.
January 31st, 2010 at 1:26 pmHendry HM Lbn Gaol,
Setubuh……eeehhh setuju dohot abanganda HH alias Holan Hata, alias Hubang Hasundutan alias GM na Gatteng se Kanada,….
Unang sai tor dok songoni, dongan tubukku, rahman lbn gaol. akka na hurang na binaen ni opputa naparjolo, khususna opputta sibagariang, datung sai ingoton be i, ai nunga ratusan taon naung salpu. Ai sada ni roha i ma tapatudu, asa lam maju pomparan ni opputta naipospos
February 2nd, 2010 at 4:05 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Sdr. Rahman Lumban Gaol
Horas.
Salam kenal hangat persaudaraan dan parhorasan dari kami sekeluarga Ricardo Parulian Sibagariang kepada Saudaraku sekeluarga Rahman Lumban Gaol.
Selamat datang dan berkunjung di situs NAIPOSPOS ONLINE terkhusus pada artikel tulisan saya ini.
Saya tahu dosa yang dilakukan oleh nenek moyang kami pada zaman dahulu, Ampara. Saya tak perlu menyangkal itu dan saya pasti lebih tahu bagaimana kisah sebenarnya dibanding Ampara Rahman Lumban Gaol. Memang bukan Ampara yang pertama kali menyinggung hal itu. Luar biasa memang penghinaan manusia terhadap marga Sibagariang ini. Tapi tak apalah, TUHAN pasti akan memberikan yang terbaik.
Sebenarnya bagi saya tak apa-apa jikalau ada orang yang manaringoti (memperbincangkan) akan hal itu bagi saya. Karena setidaknya bisa menjadi bahan pelajaran. Tapi amat sakit hati saya jikalau ada orang yang mengetengahkan hal itu demi menekan marga Sibagariang agar tidak berani mengungkapkan mana yang benar. Hal perbuatan masa lampau inilah sebenarnya yang menjadi beban tersendiri bagi keturunan Raja Naipospos yang dilahirkan isteri pertama (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang) untuk mengungkapkan kisah yang benar. Selalu mengalah (rohana ma disi); demikian perkataan para tetua di Sipoholon yang pasrah tapi tak rela. Hal yang perlu dirombak.
Sehingga saya heran jika ada mengetengahkan hal ini jika mulai “mati kamus” saat berdiskusi dengan saya mengenai tarombo Naipospos. Saya berpikir: Orang ini ingin berbicara mengenai kebenaran mana tarombo Naipospos yang benar atau ingin menekan saya?
Tapi saya diingatkan oleh firman TUHAN
MATIUS 5:10-11
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Saya ingatkan Ampara Rahman, agar tidak memandang kami marga Sibagariang dengan mata sebelah. Ok, ok saja jika Ampara Rahman membenci saya karena saya mengutarakan kebenaran dan fakta mengenai tarombo Naipospos. Tapi camkanlah: Jangan pernah Ampara Rahman membenci dan menghakimi (manguhumi) seluruh marga Sibagariang oleh karena kebenaran tarombo Naipospos yang saya utarakan.
Ingat dan camkanlah!
MATIUS 7:1-2
7:1 Unang hamu manguhumuhumi, asa unang hona uhum hamu,
7:2 ai panguhumonmuna i do siuhumhononhon tu hamu, parsuhatonmuna i do sisuhathononhon tu hamu.
I KORINTUS 1:30
Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21b)
February 2nd, 2010 at 8:17 pmleo simanungkalit,
Horas ma di amang sibagariang
February 18th, 2010 at 4:29 pmpertama-tama puji syukur pd TUHAN atas rahmatnya kt diberi akal melebihi dari segala mahluk di dunia ini. secara pribadi bersyukur sekali saat saya online dengan “naipospos online “ini terus terang artikel ini adalah hal baru bagi saya,karena stelah usia 34thn saya baru mengetahui hal ini dan harapan saya semoga TUHAN yg maha kuasa menunjukkan kasih-NYA kepada kita pomparan raja naipospos terkhusus untuk amang parulian sibagariang untuk mendapatkan petunjuk2 yg lebih akurat lagi sehingga seluruh pomparan raja naipospos bisa menerima dan mengakui kedaan yg sebenarnya, sehingga melalui semua yang telah terjadi kiranya TUHAN kita mengampuni setiap kesalahan,pelanggaran baik itu angka omppunta sijolojolo tubu nang tu hita pinomparna pe tahe asa lam gabe hita saluhutna nang dibona pasogit suang songoni nang diluat parserahani……
Mauliate jala horas…salam hangat dari sya untuk seluruh pomparan napospos…..
Hendry HM Lbn Gaol,
siapa bilang ini akurat appara leo,…
February 19th, 2010 at 3:55 pmhh,
Ampara Leo,
Ima tutu ampara, semoga Tuhan memberi petunjuk yang akurat kepada kita semua, baik amang Richardo, ampra Leo, manang ise pe tahe.
Molo adong petunjuk na akurat, na rade do roha manjangkon i. Alai ingkon akurat, unang holan carita ni ama ni adonang ikkon adong do dohot bukti.
Molo ditudu pandapot ni WM Hugalung sada pandapot na amaburadul ndang akurat, pandapot ni amang Richardo Parulian i pe ndang akurat dope i, ai holan berdasarhon pandapot ni sasahalak jolma dope na nilehonna i, sada sibuktihononhon dope i. Suang songon i pandapot ni amanta Doangsa Situmeang tong dope holan pandapot ni sasahalak natua tua. Molo holan pandapot do, nahurang be pandapot ni amanta WM Hutagalung Najolo? Sian dia dapot na i, nda sian pandapot ni natua tua ni marga marga Naipospos?
Horas dihita luhut.
February 19th, 2010 at 9:54 pmSihol Simanungkalit,
Horas ma dihamu appara
Parjolo hudok mauliatema di hamu namenyediahon Website Nai Pospos Online, jala dengan tersediana songon online di son, sae gabe mempererat hubunganta akka Pomparanni Nai Posposma nean ate. Dison saotik hutanggapi majolo tentang pemaparan muna di Online on ate.
Molo tarunuti do sude akka tarombo na adong di sude pinoppar ni halak Batak, dang boi hita simpulhon sada kesimpulan na pasti benar saratus persen. Molo hubereng adongdo toho sebagian akkka panuturon muna di Online Pospos jala boi manambah wawasan taringot tarombonta, Alai sebagian boi gabe kontroversi disebagian keturunan ni Nai Pospos. Molo pendapathu nean ikkon adongdo porlu tim penguji na disepakati dison dari sude marga Masing masing turunan Pospos, dan dari segi ke ilmuan na meliputi ahli sejarah dohot raja raja adat.
Saotik agak tu ginjang sebagai pembandingna hutaringoti taringot tu Taromboni si Raja Batak. Ai menurut logikana dang mungkin si Raja Batak holan sada, gabe songon tarombo ni Si Adam nadi toppa Tuhanta holan sada, alana menurut ahli sejarah Forensik ai halak Batak adalah Imigran dari dataran tinggi Yunan, jadi molo sahat pe nasida tu tano Batak hampir tidak mungkin sendiri sendiri ( terdiri dari beberapa orang laki laki ). Dison hutaringoti pe songoni dang aneng menyimpang sian topik pakkataionta taringot Pospos au, alai pendapathu mengenai on sude ternyata sejarah itu sangat rumit untuk dipaparhon menurut Fakta sejarah na benar benar nyata.
Godangdo pandangan na beragam ni Jolma taringot tu tarombo di hita Posposon. Songon pendapat sebagian na hubege najolo anakni nai Posposon sebenarnya adalah 7 halak. Ima nameliputi Si Bagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Lumban Batu, Banjarnahor, dohot Lumbangaol. Alai adong dison penamaan ni Marbun menurut pendapat sebagian orang, Marbunon adalah nama masing masing dari anakni Nai Pospos nadibahen Amongna (Nai Pospos) doon, ima Marbun Lumban Batu, Marbun Banjarnahor dohot Marbun Lumbangaol, pendapaton pe holan sebagian halakdo mamakke on.
Adong muse na berpendapat penamaan dari Marbun berdasarkan pembedaan nama (alias) kedua istri dari Nai Pospos ima Toga Sipoholon dohot Toga Marbun. Jadi dison Nai Pospos ingin membedakan anak anakna sian keturunan isteri pertama dohot isteri ke dua saja. Pendapatonpe sebagian jolmado namamakkeon.
Adong dope namandok pembedaan on adalah goarni huta najolo doon, boi sajodo najolo adong goarna huta Marbun. Adong do muse namandok Istrina pertama adalah Toga Sipoholon, alai isteri ke duado ima Toga Marbun naparjolo melahirkan jadi gabe adong perbedaan presepsi ise siakkangan dohot ise sianggian. Alai dison au dang na mempengaruhi opini ni akka hita Pospos da. Holan asa tambah godangdo pembanding dihita. Manaringoti taromboni Pospos Online dison.
Molo tohodo 5 anakni Nai Pospos, jala Bagariang adalah anak pertama lahir dari semuanya, pasti Marbun dengan Bagariang tidak ada masalah ise siakkangan, jd na bermasalah sabotulna anakni Pospos na 6 nai do. Alai nahuboto sahat rodi sadarion Marbun dengan Bagariang tong do bermasalah ise siakkangan, Boasa? Ido na gabe sukkun sukun, jala beragam pendapat mengenai on. Alai disude pertentangan na hubacca dison, hurasa daong pola porlu dipertentangkan ise siakkangan dohot sianggian najelas molo nuaeng jolma berpikir praktis nama. Molo hami di Siantar, godangdo gabe mangihuthon Umur ise na lebih tua yang lebih pantas dipanggil abang. Alana sian nomor peringkat sajo saonnari diantara Pospos, daong pola dipertentangkan misalnya seorang bernomor 14 dari keturunan marganya dan satu lagi bernomor 15 sian margana, molo segenerasi dope gabe di jou holan Appara nama.
Kesimpulanna sian au molo sude akka keterangan sian Pospos Online dison hita baenmai gabe perbendaharaan jala gabe memperkaya wawasanta taringot Tarombonta, ai bohape di sebagian godang marga nalain selain Pospospe, tongdo songon hita na godang pertentangan. Jadi songoni majolo pendapat sian au, sae majuma hita sude pinomparni Nai Pospos.
February 23rd, 2010 at 4:37 pmHendry HM Lbn Gaol,
Apparaku Simanungkalit.
Dari dulu kukatakan diweb ini, saya nggak ambil pusing dengan cerita semuanya itu. Toh, tak ada artinya. Tapi ada beberapa orang NGOTOT akan pendapatnya. Saya mengomentari SIKAPNYA maradophon dongan tubunya. Di dunia Nyata pun ( bukan web ), beliau-beliau ini pasti tak bersahabat dengan orang-orang yang tak sependapat denganya.
Saya tak mengomentari isi pendapatnya. Menurutku, itu sah-saha saja. Sebagai penambah literatur kita, untuk bisa kita ceritakan pada anak cucu nantinya.
Malah, dengan beraninya menyebut kita ini SIJOGAL BAUT.
Apparaku tau?, saya selaku turunan raja lumban gaol selalu merasa punya dongan tubu dari toga sipoholon. Setiap ulaon adat, yang aku ikuti di punguan kami, maka kami selalu menyuarakan “dongan tubu nami pomparan si raja naipospos”. Tk pernah kami sebut pomparan marbun saja. Itulah pertanda bahwa kami selalu merasa kita adalah satu walau meungkin berbeda pendapat, siapa sihahaan.
Saya yakin rekan netters yang ngotot tadi, bertemu di dunia nyata pun, pasti punya kelompok tersendiri, eksklusiv. dah pernah kulihat sendiri. Malah bicara begini, “hamu pomparan ni marbun i,..”. Bah, sungguh aneh, kekk gitu bicara sama dongan tubu?. tak semua sih.
sekali lagi appara, saya mempersoalkan sikapnya, bukan isi dari tulisanya. Horas mauliate.
February 23rd, 2010 at 7:43 pmadmin,
@ Sihol Simanungkalit,
Horas, dongan tubu.
Mauliate tanggapan dohot dohot pemakluman muna i terhadap perbedaan pendapat na adong di naipospos online on.
Molo ni pajaha-jaha tulisan manang komentar na adong di naipospos online on sipata gabe juk do iba, akka naung tammat SD be do nian alai sipata dang boi menerima perbedaan pendapat sampe olo sipata mambahen pernyataan na kasar-kasar hera na sohea marsikkola.
Mungkin alani haposoon do i manang sumber informasi na i na dianggap paling benar, hape bisa jadi sumber informasi i nungga berbelok ditengah perjalanan waktu.
Naujui tikki sanga au mangajar parsikkola di kampus hea do hubaen percobaan menyampaikan pesan berantai sebanyak 4 suku kata dari mahasiswa baris depan sahat tu baris terakhir, adong sekitar 40 mahasiswa, hasilnya sangat mencengangkan, Tahu do nihataan sian jolo lari do tu Tempe dung dipudi
Boha muse ma informasi tentang naipospos olo do ra dang dos be baritana tikki 300 taon na ujui tu sadarion. Haro pinompar ni oppung niba na martinodohon sipata dang pola binoto be di jaman saonari on hape nungga adong pulpen, hp dohot flash disk.
Tikki marmahan horbo au naujui di hutanami molo hubereng horbo sian jolo tandukna do na ganjang alai molo hubereng sian pudi gabe ihurna do na ganjang.
February 24th, 2010 at 11:59 pmadmin,
@ Hendry HM Lbn Gaol
Salah satu perilaku dasar makluk hidup adalah hidup dalam lingkungan yang homogen, dengan alasan apa pun itu. Meskipun kita hidup dalam lingkungan yang heterogen tetap saja kita mencari hubungan yang homogen dalam lingkungan itu.
Molo adong parkopian adong do ma tong pargadongan tung pe sarupa di porlak, adong lobu ni manuk jala adong do tong lobu ni horbo tung pe sarupa di bara.
Ikkon padomu do na sarupa jala gabe sipulik na so sarupa dungi padomu ma akka na so sarupa ima didokna “Barisan Sakit Hati”.
Jadi sudedo ampara hidup berpasangan di hasiangan on, adong namalo jala adong naoto, tung pe adong do na pamalo-malohon, adong na sonang jala adong na susa tung pe adong do na pasuang-suanghon.
Ibaen na adong do hami naso umboto asa boi pabotohononmu appara, ibaen na adong do hami na oto on asa bo ho na ummalo appara.
February 25th, 2010 at 12:05 amHendry LG,
@admin,
patorang jo aha lapatanni kalimat on,
Namalo do hamu admin nami, alai hurang hantus huantusi, jala saonari pe huboto akka na so sarupa pandapot ido hape nanidokna “Barisan Sakit Hati” attar di Bukit Barisan ma ra jabu nion. Mauliate admin nami di statement muna on bah.
Bedana au sian admin i, datung hea JUK ROHAKKU molo marasing akka pandapot ni dongan, ALAI MASSAI JUK JALA EMOSI DO AU molo didok OPPUNGHU, SORANG alani MARBUNI-BUNI, dang huboto boha rohani ADMIN i, manang na sonang do didok songoni. Marsahala ma tondi ni daoppung i…
mauliate ma
February 25th, 2010 at 9:51 amNB: saya selalu menerima perbedaan pendapat dengan satu syarat. Tidak menyinggung perasaan, padahal bukan fakta yang disampaikan
hh,
Molo ni pajaha-jaha tulisan manang komentar na adong di naipospos online on sipata gabe juk do iba,
=>Unang pola sampe tu juk/jut ni roha da, katua. Molo tungpe ingkon jut roha, ba, saema holan tingki na manjaha komentar i. Unang sampe jut baji-baji niba.
akka naung tammat SD be do nian alai sipata dang boi menerima perbedaan pendapat sampe olo sipata mambahen pernyataan na kasar-kasar hera na sohea marsikkola.
=>Hal na wajar do i pra nalagu molo so dijalo halak pandapot niba, pandapot niba pe jotjotdo ndang di jalo halak. Molo hata na kasar i tutu hurang sumando i. Ta usahahonma padaohon i.
Mungkin alani haposoon do i manang sumber informasi na i na dianggap paling benar, hape bisa jadi sumber informasi i nungga berbelok ditengah perjalanan waktu.
=>Hata on, tu hami na so satolop do bahwa anak ni ompu i Naipospos lima halak, ndang i do? Molo ido, ndang na mandok sumber informasi nami natumingkos, hamipe na paboahon/mandok na huantusi hami do. Ndang boi be dohonn nami aha na huboto hami? Molo taringot tu anggapan ni ampara bahwa informasi nami i naung marbelok di tongandalan, diama buktina ampara? Naung ginorgithon ni ampara Richardo di web on do? Molo ido, hamipe boi do mandok naginorgithonna i sada usaha na laho mambelokkon naung adong i hian.
Alai ndang apala tusi laona komentar niba di web on. Iba pe nipertimbangkon do informasi i, jala marusaha do iba mangalului informasi na mardomu tusi. Alai, otik dope komentar niba, nunga manigor didok ampara Richardo iba na pamalo-malohon.
___________
Naujui tikki sanga au mangajar parsikkola di kampus hea do hubaen percobaan menyampaikan pesan berantai sebanyak 4 suku kata dari mahasiswa baris depan sahat tu baris terakhir, adong sekitar 40 mahasiswa, hasilnya sangat mencengangkan, Tahu do nihataan sian jolo lari do tu Tempe dung dipudi
=> Mansai las roha ampara umbotosa na hea do hape ampara gabe dosen, nunga lam martamba bilanganta na berkecimpung mangajari di sikkola na timbo.
Taringot pesan berantai i, bangkona ma i, molo hata husip husip olo do pilit di bege jala gabe pilit dipasahat muse, ndang adong unsur sangajo disi.
_____________
Boha muse ma informasi tentang naipospos olo do ra dang dos be baritana tikki 300 taon na ujui tu sadarion. Haro pinompar ni oppung niba na martinodohon sipata dang pola binoto be di jaman saonari on hape nungga adong pulpen, hp dohot flash disk.
=>Boi do tingkos na nidok mi appara, informasi sian 300 taon naung salpu olo do marasing sian si saonnari on. Alai, olo do tong sarupa/ndang marasing, dangi? Ondo sasintongna na naeng ta sulingkit, alai, holan hatorangan saotik dope nidok, nunga manigor didok na pamalo-malohon. Molo songon on do, nda ibana do na merasa bahwa informasina na tingkos?
Antar songon iformasi na parpudi sian ampara majo, bahwa penentuan toga dari marbun dohot sipoholon berdasarhon letak geografis, dang boi be komentaran on, ikkon i nama na tingkos?
_____________
Tikki marmahan horbo au naujui di hutanami molo hubereng horbo sian jolo tandukna do na ganjang alai molo hubereng sian pudi gabe ihurna do na ganjang.
=>Mura do mangatasi i appara, ittor binereng sian samping, alana ndang mungkin naung binereng hian sian jolo ganjang tandukna, hape dung binereng sian pudi bahwa ihurna pe ganjang, gabe jempek tandukna i kan? Tong do ganjang i molo nuang ganjang hian.
admin,
@ Hendry HM Lbn Gaol
Ibaen na adong do hami naso umboto asa boi pabotohononmu appara, ibaen na adong do hami na oto on asa bo ho na ummalo appara.
=>Molo dang sala ampara, ampara niba Richardo do na mandok hami na oto, boasa gabe tarbalik?
salam
February 25th, 2010 at 10:26 amHendry LG,
February 25th, 2010 at 10:42 am
admin,
@ Hendry LG,
patorang jo aha lapatanni kalimat on,
Ikkon padomu do na sarupa jala gabe sipulik na so sarupa dungi padomu ma akka na so sarupa ima didokna “Barisan Sakit Hati”.
Komentar hi appara mangihutton tulisan mu on do
Dari dulu kukatakan diweb ini, saya nggak ambil pusing dengan cerita semuanya itu. Toh, tak ada artinya. Tapi ada beberapa orang NGOTOT akan pendapatnya. Saya mengomentari SIKAPNYA maradophon dongan tubunya. Di dunia Nyata pun ( bukan web ), beliau-beliau ini pasti tak bersahabat dengan orang-orang yang tak sependapat denganya.
Jadi lapatanni i “Sarupa do na Dos”, ima salah satu langkah awal pembentukan kesepahaman pendapat manang songon hatami “beliau-beliau ini pasti tak bersahabat dengan orang-orang yang tak sependapat denganya” jadi kekalikannya menjadi “beliau-beliau ini pasti bersahabat dengan orang-orang yang sependapat denganya”
February 25th, 2010 at 1:05 pmadmin,
@ hh
Note:
Saudara Ricardo Parulian Sibagariang bukan admin naipospos online
@ Hendry LG
Karena berada pada posisi admin maka saya tidak fair jika memberikan komentar manang na penjelasan na berkaitan tentang silsilah naipospos
Godang do perbedaan pendapat tentang keturunan ni naipospos, mengenai anak siapa yang pantas dianggab sebagai siahaan, apakah naipospos itu punya 2 anak, 5 anak atau 7 anak.
Molo na berkaitan penyusunan database silsilah naipospos boi huantusi, lapatanna, au siap menerima data na laho sisusunon tu silsilah pinompar ni naipospos.
February 25th, 2010 at 1:21 pmHendry HM Lbn Gaol,
baguslah admin nami, walo tak tersurat dijelaskan, siapakah ‘barisan sakit hati’ itu. tak mau pusing untuk tau siapa itu.
February 25th, 2010 at 4:03 pmadmin,
@ Hendry HM Lbn Gaol
Molo dang diboto appara lapatanni hata on ma hu salin ulang.
Salah satu perilaku dasar makluk hidup adalah hidup dalam lingkungan yang homogen, dengan alasan apa pun itu. Meskipun kita hidup dalam lingkungan yang heterogen tetap saja kita mencari hubungan yang homogen dalam lingkungan itu.
Molo adong parkopian adong do ma tong pargadongan tung pe sarupa di porlak, adong lobu ni manuk jala adong do tong lobu ni horbo tung pe sarupa di bara.
Ikkon padomu do na sarupa jala gabe sipulik na so sarupa dungi padomu ma akka na so sarupa ima didokna “Barisan Sakit Hati”.
Lapatanna “Barisan Sakit Hati” adalah kelompok kecil yang tersisih dari kelompok yang lebih besar. Kelompok yang lebih besar mendominasi pendapat dan pembuatan keputusan sedangkan kelompok kecil yang tersisihkan menjadi kekuatan penyeimbang manang oposisi manang mempunyai perilaku baru dengan kecenderungan memberikan pernyataan yang begitu “pedas” dari “lidah yang tak bertulang”
Lalu molo ampara seakan-akan mengasosiasikan diri pada “barisan sakit hati” itu kan penalaran ampara sendiri alana dang adong di website on pengelompokan dominan manang minoritas, setiap orang yang berkenan dapat memberikan pendapat dan membuat tulisan di website ini dengan kedudukan yang sejajar.
February 25th, 2010 at 7:49 pmhh,
@admin,
@ hh=>Note:
Saudara Ricardo Parulian Sibagariang bukan admin naipospos online
=>Boasa tahe pola dipatorang amapra admin on tu au, na adongdo husurathon songon i?
Mauliate
February 26th, 2010 at 12:54 amHendry HM Lbn Gaol,
Admin nami…
Saya jelas sakit hati bah, salut pada admin bah, tak sedikit pun terusik dengan adanya pernyataan Oppui, raja marbun adalah hasil perkawinan sembunyi-sembunyi, alias marbuni-buni. Dimana-mana, perkawinan yang demikian acap kali disebut perselingkuhan. Disitulah letak ke-sakithatian saya, selaku pinompar ni raja marbun. Gak tau kalo admin nami ini, gimana perasaanya…
February 27th, 2010 at 5:52 amadmin,
Semua indah pada waktunya, lain dulu-lain sekarang.
Sejak masa kristenisasi oleh belanda di Tapanuli maka perkawinan kedua dan selebihnya jadi tabu, bagi mereka yang lahir sebelum tahun 60an masih lazim melihat istri kedua atau bahkan ketiga.
Mendramatisir kalimat merupakan suatu seni dalam berbahasa, apapun kosa-katanya tapi yang pasti bahwa marbun adalah anak dari istri kedua.
Setiap masalah pasti ada jalan penyelesaiannya, tapi suatu masalah yang tidak ada jalan penyelesaian sesungguhnya bukanlah masalah.
February 28th, 2010 at 4:16 amHendry HM Lbn Gaol,
Admin nami, mauliate.
jaman sekarang pun ada istri pertama, kedua sampai ke berapa. Dari jaman kapan pun, yang namanya istri kedua adalah SAH di RIRIT, di PESTAKAN secara ADAT. Tapi yang namanya MARBUNI-BUNI, katanya selingkuh ketika di sawah, bah…
“Setiap masalah pasti ada jalan penyelesaiannya, tapi suatu masalah yang tidak ada jalan penyelesaian sesungguhnya bukanlah masalah.”
….apa penyelesaianya?…menurut saya, CUKUP DI EDIT ULANG SAJA KOK TULISAN ITU, HILANG KAN KATA2 MARBUNI-BUNI, bikin saja dari Istri kedua. Dan minta maaflah, kalo masih menganggap marbun itu saudara, dongan tubu. gampang kan?!.
saya juga sering kok mengedit tulisan-tulisan saya, karena dainggap menyinggung sebagian orang, lalu dengan cepat ku edit ulang, berharap tulisan saya tak jadi batu sandungan bagi orang yang membaca.
February 28th, 2010 at 5:41 amhoras mauliate.
hendry lbn gaol no 17
admin,
Materi tulisan di naipospos.net merupakan kontribusi dari para kontributor yang mereka posting sendiri, jika saya melakukan intervensi itu namanya tidak fair sebagai admin karena setiap kontributor punya argumen sendiri dalam membuat tulisan.
Jika ampara atau para pembaca mempunyai argumen yang berbeda maka saya sarankan untuk membuat tulisan tandingan, tidak sekedar membuat posting komentar, dan tentu saja harus siap menghadapi komentar baik yang pro maupun yang kontra.
March 1st, 2010 at 12:49 pmhh,
@Admin
Kurasa maksdud ampara Hendry pun bukan admin yang secara langsung mengganti hal marbuni buni itu.
Hal itu bukan hanya sekedar argumen yang berbeda sehingga harus membuat tulisan tandingan.
salam
March 1st, 2010 at 5:17 pmdenny manueL marbun,
gmn kLo misaLnya sLah satu putera Rja Naipospos tu ad yang menikah dengan padannya..??
apa yang terjadi pada mereka..??
dan gmn kLo mereka sudah dtakdirkan untuk bersatu oLeh
March 6th, 2010 at 9:50 pmYang Maha Esa..??
M, HUTAURUK,
ai boasa ma hita parmasalahon akka partuturan on,
ai adong do pepatah mandokkon ;”mengalah untuk menang”
gabe mattak dosa do dihita saluhut nai,akka tondi ni opputta i pe gabe bingung mangida akka popparan naon sude,molo menurut au tikkos do natarsurat diginjang on
_____________________________________________________________________________________________________
>>>>> Ricardo Parulian Sibagariang
Mauliate, Ampara.
Horas jala gabe.
March 10th, 2010 at 8:57 amhh,
@ M, HUTAURUK,
Horas Komandan.
Hutanggapi jo saotik ate, komandan.
ai boasa ma hita parmasalahon akka partuturan on,
=>Porlu do tanggapan da, katua, ndada na laho mamparmasalahon tujuan. Na binoto jala na niihuthon sian na saleleng on dua do anak ni ompu i Raja Naipospos, hape sonnari on adong pandapot ndang dua hape. Jadi, dang boi tanggapan be on?
___________
ai adong do pepatah mandokkon ;”mengalah untuk menang”
=> Ingkon sian pihak na so setuju dohot pandapot di artikel on do na ingkon mengalah? Ndang boi sian pihak muna na setuju bahwa na tarsurat di ginjang i do na tingkos?
___________
gabe mattak dosa do dihita saluhut nai,akka tondi ni opputta i pe gabe bingung mangida akka popparan naon sude,
=> Ndang pola bingung angka tondi ni omputta i bahenon ni, maklum do nasida disi. \"Ai so adong bukti na gomos di nasida tahe\", ninna roha nasida do i.
___________
molo menurut au tikkos do natarsurat diginjang on
=>Ndada nioraan katua i mandok tingkos na tarsurat diginjang i, alai ndada satolop iba disi. Ulahi katua i ma jo manjaha muse dohot tangkas, godang hian do na janggal di si.
Sada contoh na metmet ma jo da, katua,
…Dan seandainya Sipoholon adalah ayahanda Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, tentu Sipoholon akan dijadikan menjadi marga seperti halnya Marbun.
=> Ai so marga Marbun i katua……… na gabe marga ima: Lumbanbatu, Banjarnahor, dohot Lumbangaol. Molo adong na mambahen Marbun gabe margana, ingkon tong do patangkason i manang na dia sian na tolu i. Molo disungkun marbun dia nasida, ndang hea dope alusna songon on: Marbun ba Marbun ma, dang tarbagi bagi i. Sarupa do i dohot na mambahen margana Naipospos, tong dope ingkon patangkason i, marga dia nasida sian na pitu marga keturunan ni Naipospos i.
Ima jolo saotik katua.
Horas.
March 12th, 2010 at 12:18 pmMr.Thamrin Nicholas.S.S Dipl.TEFL Ht.uruk,
I am very proud being NAIPOSPOS KING GENERATION.
And I want to say to you all my relatives, wherever you are.
If I meet you in a some place, OK ,lets say you are Bagariang, Hutauruk,Simanungkalit, situmeang, and Marbun brothers. The one things that I am going to do are, I will hold your hand and I’ll embrace you warmly. And saying ” you are my brother and no one could desperate us, no one.
whatever your clan, The most important thing and the fact says ” that we are ONE. ” and we have to keep and
love each other. if there is some problems in our clan,
we can seek the best solution because YOU and I Are ONE BLOOD. One in The blood of NAIPOSPOS KING. you must and should practice and keep it.
specially I want to say to you Marbun Brothers (Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol )
” I love you and you are special to me, you are my blood and not the other clan”
it’s from my deepest heart.
don’t be sad if you describe yourself is different with your the other brothers. you are wrong We are ONE.
special to :
Ricardo Parulian Sibagariang : I am proud to you my brothers and please keep our clan to be ONE. and I TRUST IN YOU.
I am THE 13rd Generation of Hutauruk Clan from Lumban Soit/Sundul Parmonangan.
my father is MR. GABARIEL HUTAURUK (retired from police)
my mother is MRS.PINODOR Br. PARAPAT. ( a farmer )
she my wonderful mother in thr world.
U can contact me in ( 0813 64 717 222 )
my office ( 0777 327 227 )
DEBATA JAHOWA HOKKOP MA HAMION NA MARDONGAN TUBU ASA TUSADANA DENGGAN HAMI DI ARI NANAENG RO. ASA UNANG LEA ROHA NI HALAK NAASING MAMERENG HAMI NA MARHAMARANGGI SAI RIBUT MANGALULUI ISE NA UTIKKOS. ALAI HO DO NAUTIKOSS ALE TUHAN JALA NAUMBOTO DIA NAUNDENGGAN DI HAMI POMPARAN NI RAJA NAIPOSPOS.LEHON MA RO HA SISEAN DI HAMI ON TARLOBI DI POMPARAN NI BAGARIANG, HUTAURUK DOHOT MARBUN.ASA MARSIPAJOLOAN LAHO MARSIPASANGAPAN.
MAULIATE MA DI HO, DEBATAKKU. DAME MI MA DI HAMI AMEN.
THIS PRAY WAS MADE BY MY SELF TROUGH THE HARD PROCCES.
AND i ALSO SAY HELLO TO SITUMEANG AND SIMANUNGKALIT GOD BLESS YOU ALL.
MY fB = thamrinnicholas@yahoo.co.id
please add me. I’ll wait.
and I also established THE HUTAURUK COMMUNITY, please join.
see u around!!!!
March 18th, 2010 at 2:31 pmMaridup Hutauruk,
BLOOD IS THICKER THAN WATER. BRAVO NAIPOSPOS
March 19th, 2010 at 12:49 amthamrin nicholas Hutauruk S.S Dipl.TEFL,
YES, IT’S TRUE. BLOOD IS THICKER THAN WATER.
MARIDUP HUTAURUK……HI….IT’LL WE BE NICE TO KNOW WHO U ARE ?
IF YOU HAVE A FRIEND WHO LIVES IN LUMBAN SOIT, PLEASE COLEK ME …HAHAHAHHA…..
March 19th, 2010 at 2:10 pmHIDUP NAIPOSPOS.
Maridup Hutauruk,
@thamrin nicholas Hutauruk S.S Dipl.TEFL,
Lumban Soit is quite big area which consist of few villages of Raja Sumonggop. I am the 13th. Gen. of Hutauruk (Simodommodom). Ofcourse I know many people there as my close relatives, and some in Jakarta whom are from Lumban Soit as well.
If you happened to seek somebody from the Silsilah Keluarga (Tarombo) in this website, then I am there. Please take time a while.
Anyway, unang pola hita marbahasa sileban, hata Batak nauli i ma tabahen ate. HORAS
March 19th, 2010 at 8:29 pmsitumeang,
pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing
March 21st, 2010 at 10:12 pmRazak Sulaiman,
Saya salah Seorang Keturunan Batak. Saya Tidak tahu saya dari keturunan mana. Ini Disebabkan moyang kami ( Jejana ) telah datang ke Malaysia dan Kami diberitahu bahawa dia adalah ketiruan raja batak. Saya berharap agar dapat memberiakan saya satu pengetahuan berkenaan keturunan orang-orang batak.
March 30th, 2010 at 7:11 ammaridup,
@Bung Razak Sulaiman, Saya pribadi sangat tersentuh hati sanubari mengetahui bahwa bung Razak Sulaiman secara jujur mengakui masih keturunan batak ditengah banyak orang yang berusaha menghilangkan identitas batak-nya.
Keturunan Batak yang ada di Malaysia banyak yang berasal dari Tanah Batak Selatan.Gelombang besar kejadian migrasi itu diawali pada saat perang saudara Paderi di awal abad-19. Pada masa Paderi telah menguasai Minangkabau maka mereka ekspansi ke Tanah Batak Selatan dengan membawa faham Islam Hambali.
Gelombang besar ke-2 adalah setelah Belanda berhasil menguasai Tanah Batak.
Saya belum mampu memberikan petunjuk yang spesifik tentang Tambo (Tarombo) dari Bung Razak Sulaiman, mungkin ada baiknya menelusuri dari hubungan kekerabatan yang ada di Malaysia, dan bila sudah ditemukan titik awalnya di Malaysia maka niscaya di Tanah Batak dapat ditelusuri generasinya.
Ada beberapa teman saya yang berasal dari Aceh dan Padang, juga sedang mencari leluhurnya di Tanah Batak, jadi Bung Razak Sulaiman bukanlah seorang yang sedang mencari jatidiri genaelogi. Selamat berjuang
March 30th, 2010 at 7:38 amh.banjarnahor,
horas madihita sude.di appara niba na mandok anak ni oppui raja nai pospos 5 halak itu tidak benar. anak ni raja nai pospos ada 2 orang toga marbun dan toga sipoholon.anak ni toga marbun 3 orang 1
April 6th, 2010 at 11:48 pm.lumbanbatu.2.banjarnahor.3.lumbangaol. anak ni toga sipoholon 4 orang 1.sibagariang.2.hutauruk.3.simanungkalit.4.situmeang.ok.jadi namarpadan tu ampara doli sihotang marbun ma jadi unang lupa hita muse angka na mardongan tubu namarpadan.hutauruk tu lumbanbatu.simanungkalit tu banjarnahor.situmeang tu lumbangaol horas madi hita sude pomporan ni oppui lam tu majuna hita amin.
Jefri Pospos Simanungkalit,
Horas…
Maaf sebelumnya untuk semua dongan tubu,saya tidak setuju apabila tarombo ini untuk menjadikan kita menjadi salah paham.
Apa yang kita ketahui & kita tuangkan menjadi tulisan disini kebanyakan adalah pengetahuan dari orang tua kita (keturunan yang diatas kita) tentu bila di uji & disamakan pastinya ada perbedaan.
Terus terang mohon di web ini kita junjung kebersamaan & saling pengertian, ini dikarenakan semua kita menginginkan sejarah itu adalah BENAR adanya.
Saya Simanungkalit No.14 itupun kata orang tua saya yg nota bene oppung kami dahulu merantau ke Tapsel sehingga kami selalu memakai marga Naipospos, bila saya tanya kenapa marga itu yg kita pakai? Alasan karena dahulu merantau dari Sipoholon & agar selalu gampang dikenal orang.
Sama-sama kita ketahui siapapun yg komentar belum tentu benar & perlu diuji, mari kita bersama & bersatu agar pomparan Raja Naipospos bisa satu kata.
Demikian mohon menjadi maklum adanya,salam.GBU
Jefri Pospos Simanungkalit
April 7th, 2010 at 3:18 pmjefripospos@yahoo.com
08179977556
Rembang Jawa Tengah
fernando pulo hutauruk,
horas……
April 12th, 2010 at 9:36 amadng puang dangkin …tarjaha au …na si nurat ni …amang tua …Maridup …na mandok marga simanungkalit …dang boe…mangoli marga simanungkalit tumarga Sehun,Meha, Mukur…..ai marga sian batak toba do tong on …amang tua….alana gdang bi nege …akka margatta..adng ninna na sarupa tu akka marga batak na so batak toba …jdi mlo hutauruk amangtua …akka marga aha ma nasarupa tu si …selain sian marga batak toba….
sada nai muse amang tua ….marga aha do padan ni hutauruk…….
Mauliate….
Maridup Hutauruk,
Horas ma amang Fernando Pulo Hutauruk,
Ndang apala huingot di artikel dia ma nuaeng na husurathon ndang boi mangoli marga Simanungkalit tu marga Sehun, Meha, Mukur. Hu pareso ma anon di artikel dia doi…
Menurut tarombo na disurathon JC Vergouwen (1933), marga Marbun (tetap membawakan marga leluhur Marbun), Sehun, Meha, Mungkur (Mukur), turun sian marga Lumbanbatu do marga-marga on. Molo toho do marga-marga on sian pinompar ni marga Lumbanbatu, jala ala na marpadan do Hutauruk tu Lumbanbatu na so boi marsiolian, boi ma dohonon na so boi marsiolian Hutauruk tu marga-marga na opat on.
Menurut buku WM Hutagalung (1926); marga Marbun (tetap membawakan marga leluhur Marbun) dan marga Sehun dohot marga Meha dan Mukur, opat marga on sian pinompar Toga Marbun do na maringanan di Pakpak (bukan Toba), alai ndang tangkas sian tolu marga Toga Marbun dia do haroro ni marga i.
Menurut Tarombo na ni susun Yayasan Bonapasogit Indonesia, marga Meha, marga Mungkur, marga Saraan, na turunan ni marga Lumbangaol – Tuan Jolita. Molo on do na toho, ba boi do dohonon na marpadan tu marga Situmeang do i.
Molo marga-marga na sarupa tu hutauruk diluar ni marga-marga Toba (Silindung, Humbang, Toba, Samosir) ndang apala adong na binoto, alai molo di Toba di pakke do marga Naipospos, termasuk mai na di Hurlang dohot di Barus.
Anggo padan ni marga Hutauruk tu marga Lumbanbatu do, alai ala marpadan do tong marga Lumbanbatu tu marga Purba (Sigulang Batu) ba tong do marpadan hutauruk tu marga i, jala adong do hata ni natua-tua najolo na mandok: Humbar-humbar tabu, marpadan do Hutauruk tu Purba, alani Lumbanbatu, ima Purba Sigulang Batu.
Adong do angka padan sepihak na so marlaku umum tu Hutauruk, ima Hutauruk pinompar ni Raja Naopat Silindung, ima antara pinompar ni Hutauruk-Hutabarat-Sitompul-Hutapea (khusus do on holan pinompar ni Raja Naopat Silindung) ala marpadan do angka raja i na gabe marhahamaranggi (semasa Sisingamangaraja-X s/d XII).
Apala na porlu muse sidohonon na soboi do marsiolian pinompar ni marga Hutauruk tu marga Sibagariang.
Holan na saotik on do na boi hupatorang dison, ba molo adong na lebih rinci patoranghon sian pengunjung, ba boi ma dibahen hatoranganna asa lam tangkas. HORAS
April 12th, 2010 at 7:14 pmHendry HM Lbn Gaol,
adong do bang G. Meha dison, ibana ma ma jo patorakkon. Alai nasida dang Meha na sian Pakpak, akai Meha sian Kanda nama. Ibana ma patorakkon, asa unang pola iba. annon gabe dohot-dohot iba pamalo-malohon songon dongan, manurathon marga ni halak.
April 13th, 2010 at 9:47 amhh,
@ampara Hendry,
ndada sala da, katua, mangalehon hatorangan taringot tu marga ni dongan. Ua gorithon ma jo sian i sian dia do turun marga Sehun, Meha, Mungkur, dohot Saraan ondeng. Molo na huboto, na ginorithon ni Yayasan Bonapasogit i do, sian marga Lumbangaol do asalna.
@ampara Fernando Pulo Hutauruk
Nunga antar piga piga hali husungkun angka dongan hira hira aha do marga ni pomparan ni Naipospos molo mangaranto tu Simalungun, Karo, Pakpak, dohot Dairi, alai ndang adong dope na umbotosa. Asa tumangkas ampara, martandang ma jolo ampara tu blog ni amparanta Monang Napospos, patangkasma tu katua i. Onma blogna: http://tanobatak.wordpress.com/
Horas
April 14th, 2010 at 11:18 amjack marbun,
kalau dari aku, pernah tanya ke Bapakku, Pak kenapa kita pake belakang marbun aja Pak, ngk lumban batu, kan kita lumban batu apalagi kita marbun siakkangan. Kalau kata bapak, ngk papa justru itulah kita sebagai siakkangan harus bangga menjadi marbun. Terus kamu bisa pake lumban batu tapi nunggu 1 keturunan darimu, di pesta kawin anakmu harus kau bikin marbun lumban batu, terus dari cucumu lah bisa pake lumban batu. Kataku buat apa Pak, ngk akan merubah sesuatu hanya nama, marbun ya tetap marbun
April 16th, 2010 at 3:44 pmgbnahor,
Aku pernah ke Senayan ber-Pesta Naipospos, Akbar Tanjung juga datang. Disana disebut 7-AMA berurutan:
1. Lbn Batu
2. Bjr Nahor
3. Lbn Gaol
4-7. Toga Sipoholon-lah.
Kebenaran tak berubah cara bagai ini. So, sosialisasikan dengan baik yang baik-baik saja.
April 26th, 2010 at 2:12 pmTony situmeang,
Mari kita satukan persepsi demi terwujudnya apa yang telah dibentuk parsadaan toga nai pos-pos,jangan ada saling menuding antara satu sama lain.Hilangkan samponggol sohadonganan santipul soha angkupan…..Ingat dan terpakan kepada anak cucu kita.Horas………..Sitopan hudon dan pemandian aek rangat kekayaan alam sipoholon nauli.
May 9th, 2010 at 3:38 pmLabariston Hutauruk,
Maaf aku tdk begitu paham menulis dgn bhs batak,tapi yang pasti aku Hutauruk dari Lumbansoit Tarutung generasi ke 13 tubuni boru Simanungkalit generasi ke 12 sian Lumbanrang,(seminari) Tarutung. Setelah aku baca tulisan di website ini dari awal hingga akhir (2009-2010)aku bingung semua saling memberi pendapat masing2 dan pendapat masing2 ini tdk bisa dibantah bahkan ada beberapa tulisan diatas mengarah ke arah yg kurang bersahabat(maaf kalau aku salah menilai)Hal seperti inilah yang membingungkan kami sebagai naposo naipospos yg tdk mengerti akan silsilah yang mana yang harus kami pegang. Saya kuatir hal ini akan berdampak physikologis bg kami yang artinya kami tdk bersimpatik utk mengetahui. Mohon maaf idealnya menurut saya silakan memberi argument yg pada akhirnya nanti siapa yg tdk mampu memaparkan dgn bukti2 secara lisan maupun fakta, ilmiah maupun tidak ilmiah yg bersangkutan harus bisa menerima kekurangannya. Dan marilah kita tampilkan diri kita (identitas kita) dgn jelas terus terang aku sedikit bingung dgn inisial ‘hh’ tulisannya saya baca tp saya tdk tau siapa dia salahkah saya jika saya mempertanyakan jangan2 dia bukan pomparan naipospos (maaf saya tdk bermaksud menyinggung)Kedepannya berilah contoh yang baik buat kaminaposo ni naipospos yang masih dalam proses belajar. Akhir kata Jayalah Naipospos, Majulah Naipospos, Hidup Naipospos.
May 10th, 2010 at 8:45 pmpaidokalit,
HOras
May 25th, 2010 at 9:47 ampaido,
dvjdfibfb
May 25th, 2010 at 9:49 amtanya lumban-gaol,
@Labariston Ht. Uruk,
May 25th, 2010 at 2:24 pmaku panggil aja oppung hutauruk karena aku turunan ke 16 dari lumbangaol. saya mau kasi info pd oppung mengenai yg punya initial “hh”. dari gaya bahasanya yg saya tahu dia adalah bapa uda saya (kemungkinan 99.9% benar). namanya harvard lumban-gaol dan tinggal di toronto canada. trims.
paidos,
hota
May 25th, 2010 at 3:21 pmLabariston Hutauruk,
Mauliate godang hupasahat tu apparahu atas informasi dan penjelasannya sekarang nunga huboto, molo manjaha sekali lagi sudah tahu kalau inisial hh itu Harvard lumbangaol. Sahali nai muliate godang.
May 25th, 2010 at 3:47 pmtanya lumban-gaol,
@L. Hutauruk,
oppung hutauruk sedikit koreksi dari saya, borumuna do au dang amparamuda. mauliate.
May 25th, 2010 at 10:46 pmhh,
@Tanya Lumban-gaol,
Horas ito,
Tanpa mengurangi rasa hormat saya sama ito, tidak baik memberitahukan nama dan marga orang lain tanpa persetujuan yang berasangkutan (ndang denggan songon i ito, dang sai paburju hu roha paboahan goar dohot marga ni halak molo so sian persetujuan), apalagi ito hanya menduga dari segi gaya bahasa dari seseorang itu.
Tebakan ito adalah tidak tepat, tapi cukuplah sampai di situ ito ya, tidak usah ditebak tebak lagi. Ada kok beberapa orang di blog ini yang mengetahui nama dan marga saya.
Mauliate.
May 26th, 2010 at 11:11 amLabariston Hutauruk,
Itoku naburju terimakasih atas koreksi, GBU.
May 26th, 2010 at 5:53 pmHendry HM Lbn Gaol,
HH=Holan hata.
Ise umboto HH? dapot hadiah Sedduk dasar…
June 2nd, 2010 at 4:38 pmAlexander Banjarnahor,
permisi amang, saya hanya ingin berpendapat menurut saya adat batak terlalu ortodoks. kenapa marpariban kandung boleh menikah …
June 12th, 2010 at 5:41 pmsedangkan klo marito krn semarga jd tidak boleh menikah, padahal secara garis keturunan sudah sangat jauh.
Maridup Hutauruk,
Kalau boleh saya mengibaratkan Alexander Banjarnahor adalah seseorang yang dengan sangat sopan mengetuk pintu rumah orang yang tidak dikenalnya lalu menarik kerah baju lalu membantingkan orang itu tergeletak dan menginjak-injak kepalanya.
Kalau ada orang yang mau menjelaskan tentang konsep perkawinan Bangsa Batak mungkin perlu uraian berpuluh-puluh lembar barulah mungkin tidak keluar pendapat seperti yang dikemukakan oleh Alexander Banjarnahor.
Azas perkawinan Bangsa Batak menganut:
1. Patrilineal yaitu membawakan garis keturunan ayah. Tandingannya adalah matrilinela yang berdasarkan garis keturunan ibu, contohnya bangsa Minangkabau, bangsa Jahudi. (Marga itu dibawa dari marga ayah = Batak, Eropah)
2. Bangsa Batak menganut azas perkawinan eksogami artinya harus berkawin dengan yang bukan semarga atau harus dengan marga lain. Bangsa Minang juga menganut eksogami tetapi boleh bersilang sedang Batak tidak boleh. Misalnya seorang lelaki Minang mengawini perempuan Minang dari klan (marga) lain sementara saudara lakilaki kandung dari perempuan yang dikawini ini boleh juga mengawini ito (perempuan) kandung dari lakilaki yang mengawini tadi. Sementara untuk Bangsa Batak adalah searah saja dan tidak boleh bersilang.
3. Bangsa Batak mengikuti faham Dalihan Natolu.
Marpariban bukan hanya sebatas putri paman kandung. Ada juga sebutan marpariban untuk marga istri yang sama. dan khususnya mengenai hubungan perkawinan dengan pariban, pada Bangsa Batak ada juga pantangan berkawin dengan pariban yaitu berpantang kawin dengan perempuan semarga dengan istri paman kandung (pariban na so boi olion) karena bila dilakukan maka rusaklah konsep Dalihan Natolu, dimana nantulang kandung kita menjadi marhula-hula kepada berenya.
Kalau adat batak itu disebut ortodoks, mungkin yang tidak ortodoks adalah kawin bersilang seperti di Minangkabau tersebut, atau seperti di Jahudi dimana seorang perempuan sah saja kawin dengan bapatuanya atau bapaudanya kandung.
Atau mungkin yang dimaksud Alexander banjarnahor yang tidak ortodoks adalah perkawinan seperti anak-anak kandung si Adam. Silahkan pilih.
Sedikit tambahan:
Chromosome laki-laki mengandung sistim genetik yang disebut XY sedang perempuan disebut XX. Apabila laki-laki dan perempuan berkawin maka ada probabilitas lahir laki-laki dan perempuan adalah 50:50. Bila yang lahir laki-laki maka Chromosomenya adalah XY dimana yang X adalah gabungan dari X ayah dan X ibu. Kalau kita sederhanakan maka anak laki-laki yang lahir mengambil porsi 3/4 dari ayahnya, sedang yang perempuan adalah 1/4 saja.
Pariban kandung adalah boru ni tulang kandung yang kakak beradik dengan ibu kita. Apabila anak mereka lahir yang perempuan maka sederhananya 3/4 diambil dari ibunya, sementara ibunya hanya mendapat 1/4 dari ayah kandungnya yang artinya kadar darah yang mengalir ditubuhnya hanya 3/16 dari darah ayah kita atau setara lebih dari 5 generasi jauhnya. Oleh karena itu Bangsa Batak mengijinkan membuka marga baru terlepas dari marga induknya setelah 7 generasi dan boleh saling berkawin, yang secara genetika sebenarnya sudah hampir tidak ada hubungan darah.
Oleh karena marga itu adalah sakti maka kalau mau kawin dengan semarga (iboto), ganti dulu marganya dengan marga baru dengan memotong kerbau minimal 7 ekor, mengundang semua raja-raja parompuan dongan tubu, mengundang raja-raja yang berkaitan dengan Dalihan Natolu termasuk raja-raja dari desa naualu. Maka perkawinan itu sah. Kalau ada pilihan kawin dengan pariban mengapa harus iboto? Kalau tidak mau ortodoks maka jadilah bangsa lain atau Jahudi.
June 13th, 2010 at 11:38 amHendry HM Lbn Gaol,
Ada juga sebutan marpariban untuk marga istri yang sama. dan khususnya mengenai hubungan perkawinan dengan pariban, pada Bangsa Batak ada juga pantangan berkawin dengan pariban yaitu berpantang kawin dengan perempuan semarga dengan istri paman kandung (pariban na so boi olion) karena bila dilakukan maka rusaklah konsep Dalihan Natolu, dimana nantulang kandung kita menjadi marhula-hula kepada berenya.
Hendry: Appara Maridup, sude do pariban boi olion molo marhamulion dope. Dang adong pariban naso boi olion,..dia do muse…
kembalikan ke hakikat awalnya, biar nggak melenceng dipahami para generasimuda!.
Pariban sudah pasti boru ni tulang, tapi boru ni tulang belum tentu pariban. Karena hanya di Humbang, toba dan silindung yang memanggilo tulang pada keturunan tulang rorobot. Didaerah lain di panggil OPPUNG.
June 15th, 2010 at 9:21 amPada prinsipnya, semua keturunan tulang adalah oppung. dan keturunan oppung bao adalah tulang. itu bolak-balik.
hh,
@ Alexander Banjarnahor
permisi amang, saya hanya ingin berpendapat menurut saya adat batak terlalu ortodoks.
=> Tidak apa apa kalau ampara berpendapat seperti itu.
______
kenapa marpariban kandung boleh menikah…
=> Karena pariban kandung kita adalah satu marga dengan ibu kita, yah…. tentu boleh donk kita menikahi yang satu marga dengan ibu kita.
Contohnya begini, pra Alex,
Seseorang yang bermarga A menikah dengan boru X, maka anak yang dilahirkan oleh ibu boru X adalah marga A (patrilineal, seperti yang sudah dijelaskan oleh ampara Maridup Hutauruk). Dalam hal ini boru X telah melahirkan generasi dari marga A. Untuk melahirkan generasi berikutnya dari marga A, tentu, marga A boleh memilih kembali boru X, baik itu pariban kandung atau bukan.
____
sedangkan klo marito krn semarga jd tidak boleh menikah, padahal secara garis keturunan sudah sangat jauh.
=> Hal itu adalah kesepakatan adat istiadat kita suku Batak, pra, kalau satu marga tidak boleh saling menikah. Kalau suku lain mempunyai kesepakatan adat istiadat boleh menikah yang satu marga, kan tidak ada masalah, pra?
Prinsipnya begini pra Alex,
Masak sih anak perempuan kita sendiri yang kita pilih untuk melahirkan generasi kita berikutnya? Yang bener donk, pra.
Anak perempuan kita adalah juga anak perempuan dari saudara laki laki kita (semarga), sedangkan anak perempuan dari ito (saudara perempuan kita) bukanlah anak perempuan kita, tetapi adalah anak perempuan dari marga orang lain.
Seperti yang sudah dijelaskan oleh ampara kita, Maridup H, bahwa kromosom laki laki atau sel sperma laki laki terdiri dari sel X dan Y, sedangkan sel telur wanita hanya terdiri dari X. Jika sperma X bertemu dengan sel telur, maka jenis kelamin janin adalah perempuan, sedangkan jika sperma Y yang bertemu dengan sel telur, maka jenis kelamin dari janin itu adalah laki laki.
Dengan keadaan seperti ini, generasi yang lahir adalah generasi dari laki laki, karena bibit (cikal bakal) itu berasal dari laki laki, walau sebenarnya anak itu adalah anak dari kedua pasangan (laki laki dan perempuan) tersebut.
Jadi, sekali lagi ampara Alex, sebaiknya janganlah anak perempuan kita yang akan melahirkan generasi kita berikutnya, sekalipun garis keturunan sudah sangat jauh, tetapi sebaiknya anak perempuan orang lain.
salam
June 15th, 2010 at 11:54 amMaridup Hutauruk,
@Henry HM Lumbangaol!
Molo hita bereng kenyataan sisaonari memang ndang dipersoalhon be sada baoa mangoli tu sada boru na sarupa tu marga ni nantulang KANDUNG (marga istri tulang kandung kita yaitu eda kandung dari mama kita)
Alai molo hot dope hita maniop Dalihan Natolu, ba na binoto ndang boi olion boru na sarupa margana tu nantulang kandung, alana gabe sega do partaromboan, khususna tu tulang kandung niiba. Na marbere gabe marpariban, kan gabe haduk do parhundulan di sada-sada ulaon? Bohama annon parjambaran ni pariban diantara na martulang-marbere on?
Ido umbahen na dihita halak batak na hot do pe mangulahon habatakon, ima -refer to- Dalihan Natolu, Ruhut-ruhut Partuturon na gabe posisi di parhundulan (Ruhut-ruhut Parhundulan)di sada-sada ulaon.
Botul do na mandok ‘Asing padang asing sihaporna, asing luat asing do adatnya. Ba molo na hu dok hinon ido na masa di Silindung (aslina)
Jadi na hudok hinon pe na sian Silindung ma i. Ima Pariban Bao (Pariban na so boi olion).
Alai mauliate ma ampara, na gabe adong do tugas niiba muse menelusuri mengenai parpeak ni ruhut-ruhut ni partuturon tu Pariban Bao on di luat na asing sian Silindung (Humbang, Toba, Samosir, dlna.)
June 15th, 2010 at 6:03 pmHendry HM Lbn Gaol,
Horas Appara Maridup
Parjolo : Goarhu ima Hendry HM Lumban Gaol, datung Henry HM Lumbangaol, ai di silang ni da oppung pe ido di surathon, jala nga dipestahon on on najolo mambaen goar on, mardomu ala au anak siakkangan, jadi goar kongsi do i dihami ( au dohot oppung hu )
Terlepas dari daerah silindung, humbang, toba, samosir, maka yang saya sampaikan adalah bagaimana kita menjelaskan asal muasal partuturon itu kepada generasi muda sekrang ini. bagi kita BTL/ Batak Tembak Langsung, hal ini dengan gamblang bisa dimengerti, tapi bagi rekan muda yang sudah lahir di Cikini, carolus dan saintjhon, partuturon ini menjadi bahan perdebatan. Kok pariban ada dua macam?, kenapa pada pariban sana bisa, disini jadi tak bisa?.
Saya katakan baik di Silindung atau dimana pun, saya yakin itu hanya di plesetkan. Kenapa?, dari jaman lahir hingga menginggal, yang namanya pariban tetaplah pariban. Tapi, dengan seseorang perempuan yang sama dengan marga nantulang kita, SEANDAINYA nanti MARHASOHOTAN, maka panggilan pariban ini akan berubah menjadi INANGBAO bukan?.
Songoni ma jo diskusitta dimanogot on
June 16th, 2010 at 8:24 ammaridup,
Horas Hendry HM Lumban Gaol!
Marsantabi saribu hali santabi ma ate molo na sala do ahu manurathon goar ni marga i, hape siboan goar do ho puang ampara, apalagi tarsurat muse do di silang ni ompung i.
Na manurathon na huboto do ahu da ba ampara, jadi marsantabi ma ahu sahali nari. Horas
June 18th, 2010 at 8:39 amrosa,
apakah saya dapat memberi tambahan tulisan?, terimakasih.mamaku br sibagariang tentu saja saya merasa bagian dari kel besar keturunan Raja Lobu Sakkar,yang dinamai Op Martuasane bolon,yang bernama sakkar Tua, Keturunan dari Raja Naipospos Yang pertama,maaf bila hal ini baru untuk kel. besar Naipospos.Sungguh hal ini sulit saya paparkan dalam tulisan ini,dengan rasa hormat yang sangat dalam bagi kel besar Raja Naipospos,saya beranikan diri untuk menuliskan apa yang saya ketahui tentang Oppung Raja Naipospos. Sungguh ini diluar dari kemampuan saya sebagai manusia biasa,dan tentu saja saya tidak termasuk memakai satu dari 7 marga anak dari op Martuasane Bolon.Hal yang saya mau tuliskan adalah: OP Raja Naipospos, memiliki 2 putra yaitu: Sakkar tua dan Labuan Tua. Adapun Op Sakkar Tua, bermukim di Lobu Sakkar menjadi Raja Lobu Sakkar,yang dinamai Op. Martuasane Bolon. Op Martuasane Bolon memiliki Dua istri yaitu: Boruni OP keturunan Tobing dan Boru ni Debata(sebutan Op martuasane bolon untuk istri kedua).op boruni Tobing melahirkan 3 anak yaitu:lumban Batu, banjar Nahor,Lumban Gaol.Dan Boru Ni Debata melahirkan 4 anak: Bagariang,Hutauruk,manukkalit,Tumeang.Dalam silsilah/urutan tahun lahir, ketujuh anak dari Op Raja Lobu Sakkar yang dinamai Op Martuasane Bolon adalah:pertama Bagariang,kedua Hutauruk, ketiga Lumban Batu,keempat Manukkalit,Kelima Banjar Nahor, keenam Tumeang, Ketujuh lumban Gaol.Adapun urutan nama tersebut dibuat berdasarkan urutan usia, dimana Op Boru ni Debata terlebih dulu memiliki dua anak baru lahirlah anak dari Op boruni Tobing, namun Op boru Tobinglah istri Pertama dari Op Martuasane Bolon. Oleh karena kehadiran Op br Ni Debata,Op Raja Lobu Sakkar Memiliki Keturunan disertai dengan Op boru ni Tobing yang telah berusia 50 tahun melahirkan 3 anak.Hal inilah yang membuat raja-raja na humaliang memberikan nama sebutan Op Martuasane Bolon,termasuklah Raja Arban tidak memiliki Anak dan harta bendanya diberikan pada Raja Lobu Sakkar.Akhirnya oleh karena sesuatu hal op Raja Lobu Sakkar pergi meninggalkan Lobu Sakkar menuju kampung yang disebut Dolok Imun.Dolok Imun tempat bermukim Raja Tobing, dan keturunannya.Sesudah beberapa lama Bagariang Pulang Ke lobu Sakkar, dan menjemput keenam adiknya tetapi mereka telah bermukim di sebelah habissaran dan hasundutan dan mereka menetap disana, akhirnya keturunan Bagariang kembali dan menetap di Lobu Sakkar hingga Saat ini yaitu anak dari Bagariang yang bernama Raja Sonang Malindang. Tetapi pada generasi ke 10 ada yang datang dari keturunan yang enam marga lagi ke lobu Sakkar tetapi Keturunan Marga Bagariang tidak memberi izin. Dalam Situasi inilah Murka itu hadir yang disebut Mamajikkon Handang 99. Sejak dari saat itu mulai keturunan Ke 11 Yang disebut Op Donda terhitung menjadi keturunan Pertama Op Raja Naipospos? dan sejak saat itu hingga sekarang masih didapati cerita bahwa keturunan Bagariang sedikit dikucilkan.Inilah awal dari Hutauruk bersahabat dengan Lumban Batu(sesuai umur), manukkalit bersahabat dengan Banjar Nahor,Tumeang bersahabat dengan Lumban Gaol….dst..Maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh kel Besar Op Raja Naipospos.
July 27th, 2010 at 10:53 amMaridup Hutauruk,
@Ito Rosa
Ini adalah cerita baru dan baru saya dengar dan tentu saja menjadi menarik untuk ditelusuri kebenarannya. Apakah cerita ini dari penuturan turun temurun? atau memang ada referensi tulisannya? atau cerita transenden yang datang secara supranatural?
Menurut saya, semua cerita dari berbagai versi yang berindikasi sejarah tentang Naipospos adalah baik dan layak untuk ditelusuri kebenarannya oleh karena memang masih banyak kekaburan sejarah Naipospos bagi pinomparnya. Kalau memang benar cerita yang dipaparkan oleh Ito Rosa di atas berdasarkan kesungguhan hari yang serius dan bukan dibuat-buat yang menjurus kepada pengkaburan yang lebih dalam, maka saya akan mencatat cerita ini sebagai referensi penelusuran lebih lanjut.
Kalau tidak keberatan, ito Rosa boleh menceritakan latar belakang yang lebih menjelaskan cerita di atas. Ditunggu penjelasannya. Mauliate/HORAS
July 28th, 2010 at 3:47 pmHendry HM Lbn Gaol,
Ito rosa br sibagarian, mauliate bah itoku….
buat rekan yang lain, nggak usah dipermasalahkan silsilah seperti yang ito sebutkan diatas. cool saja. kita terima saja. berarti makin banyak versi sejarah.
menurutku, semakin banyak versi sejarah tentang naipospos, semoga semakin mempererat persatuan kita para pinomparna. dan semoga semua keturunan naipospos menerima perbedaan ini.
July 28th, 2010 at 5:18 pmrosa,
Horas ito Mariduk & Ito Hendry HM Lumban Gaol.dengan senang hati saya akan menjawab atas tanggapan ito berdua secara bersama-sama. Saya bukan br bagariang tetapi br sinaga, mamaku yang memakai marga br sibagariang dan masih hidup saat ini usianya 73 thn.Sudah lama hal ini kami tahu tetapi dengan adanya sumber tertulis yang sah,membuat kami sedikit menunda terutama kami sebagai posisi bere/diluar ketuju marga tersebut membuat hati dan pikiran ragu. Tetapi dari hati yang paling dalam terlebih dulu saya mohon maaf hal ini saya tulis bukan untuk merusak tatanan yang ada, tetapi sebagai tambahan cerita yang saling mendukung dalam ingatan yang diturunkan oleh para tetua-tetua kita. Kebetulan saat ini saya tinggal di jawa barat, Bekasi Barat.Saya mau berbagi pengetahuan baru tentang op Raja Lobu Sakkar yang dinamai Op Martuasane Bolon yang bernama Sakkar Tua yang berasal dari Hasundutan yang datang dari musala memiliki 7 anak….dst….—– untuk mengetahui lebih luas lagi, salah satunya Nenek saya yang telah berusia 108 thn yang masih mampu menceritakan hal tentang Boru ni Debata.Pada bulan maret 2010 yang lalu telah dibuat satu partangiangan pada keturunan Raja Lobu Sakkar dari Istrinya Boru ni Debata dengan” Manjakkon kembali Op Boru ni Debata untuk anak yang dilahirkannya” di Pakkat di rumah tulang R.O Sibagariang dimana dia dulunya makkirap dan saat ini Op itu mau berdoa untuk mereka semua bagi Keturunan Raja Lobu Sakkar yaitu 7 nama yang menjadi marga saat ini. dan sumber yang belum dapat saya sebutkan(baiknya bertemu langsung) untuk kompirmasi, dan apakah ito berdua berada pada wilayah JABODETABEK saya kira dapat bertemu langsung atau boleh mampir ke Pakkat ke rumah tulang R.O bagariang ketua Toga Sipoholon di Pakkat. Horassssssssss
July 29th, 2010 at 10:43 amMaridup Hutauruk,
Mohon maaf, sebelum dongan tubu dari pinompar Naipospos lainnya memberikan pendapatnya mengenai apa yang disampaikan oleh yang bernama ‘Rosa’ maka saya harus mengatakan bahwa cerita diatas kemungkinan besar banyak penyimpangannya. Berikut ini saya berikan beberapa clue agar lebih rasional bagi penanggap berikutnya:
1. ‘Rosa’ yang pertama bembuka cerita ini ternyata adalah boru Sinaga (lahir dari ibu boru Sibagariang). Artinya pemaparan cerita yang disampaikan bukanlah bahasanya tetapi bahasa ibunya. Saya Maridup (Maridup Hutauruk) dan Henry HM Lbn, Gaol menjadi terkecoh untuk menyebut ‘ito’ dalam konteks Naipospos, yang seharusnya bere (ibebere). Artinya ‘Rosa’ tidak memahami HABATAKON untuk partuturan sehingga beliau masih menyebutkan ‘ito’ untuk lanjutan tanggapannya, seharusnya menyebut ‘Tulang’ dalam konteks keturunan Naipospos.
2. Penamaan ‘Martuasane’ (disebut berulang-ulang, sehingga bukan salah ketik) tidak pernah muncul dalam sejarah Naipospos yang difahami sekarang ini, melainkan yang diketahui adalah ‘Martuasame’ yang punya makna peng-artian.
3. Cerita ini mengindikasikan tidak memahami genaelogi (Family Tree). Disebutkan bahwa Op Martuasane Bolon (anak Naipospos) kawin dengan dua istri, boru ni Op. Tobing. Perlu difahami bahwa Naipospos dan dua saudaranya (big brothers) adalah manusia-manusia Batak terakhir yang menurunkan marga-marga di Silindung dan Humbang. Marga Tobing muncul pada generasi kelima dari Raja Sobu (abangnya Naipospos) sementara Naipospos langsung (gen. 2) menurunkan 5 marga, atau versi lainnya generasi ke-3. Kalau disebutkan Op. Martuasane Bolon (anak Naipospos) menikahi boru ni Tobing berarti ada lompatan 3 – 4 (tiga-empat generasi) setelahnya, apakah ini ‘make sense’? Ingat! Keturunan Tuan Sorba Dibanua (versi lain Tuan Sorimangaraja) dari istrinya Putri Majapahit (Jawa) adalah 3 orang (Raja Sobu, Raja Sumba, Naipospos). Kalau kita mau mengikuti legendanya bahwa mereka berumur relative sama (sebaya).
4. Secara geopolitik, ceritanya sangat menyimpang. Raja Sobu dan keturunannya menempati Kawasan Silindung arah Pahae dan arah Sibolga, Raja Sumba dan keturunannya menempati wilayah Humbang, Naipospos dan keturunannya menempati wilayah Silindung (Banuarea) dan Sipoholon. Jadi secara geopolitik marga-marga bahwa Tobing menempati Dolok Imun adalah Non-sense. (Boleh dicari referensinya: JC. Vergouwen; WM Hutagalung; Raja Patik Tampubolon; Sitor Situmorang, dll.)
5. Catatan: Kalau mengambil sejarah Silsilah marga Sibagariang, maka yang bermukim di Pakkat adalah keturunan tertua marga Sibagariang pada generasi ke-3 dari Naipospos, dan ceritanya sama dengan generasi ke-3 Hutauruk yang bermukim di Toba (Laguboti), demikian juga marga-marga keturunan Naipospos lainnya yang merantau keluar dari bonapasogitnya adalah mulai pada generasi ke-3 dan umumnya mereka memakai marga Naipospos.
6. Apabila yang disebutkan Sakkar Tua dan Labuan Tua adalah generasi Sibagariang di Pakkat, lantas jangan diarahkan sejarahnya naik 3-4 tingkat menjadi awal sejarah Naipospos? Perkeliruan namanya atau pengkaburan sejarah.
Apabila sudah memenuhi 6 butir sebagai ‘clue’ yang saya sebutkan diatas, menurut saya baru layak untuk ditelusuri supaya tidak menghabiskan energi. Namun ada poin penting yang mau saya ambil dari cerita diatas dimana saya juga sedang menelusuri terbentuknya 7 (tujuh) marga keturunan Naipospos yang untuk sementara sekarang ini saya yakini muncul mulai generasi ke-7 keturunan Naipospos.
Oleh karena itu, kepada ‘Rosa’ tidak perlulah menghembuskan cerita ini menjadi cerita Naipospos, tetapi ada baiknya penelusurannya mengarah kepada sejarah tarombo marga Sibagariang, yang juga kita tunggu pemaparannya. Horas.
July 29th, 2010 at 3:12 pmrosa,
Maaf seribu kali maaf bila hal ini menjadi sesuatu yang salah atau disalahkan atau perlu diketahui untuk dipertimbangkan?
Bila bicara tentang referensi buku yah itulah adanya tetapi apakah hanya itu sumber mutlak dari sebuah sejarah?
bukankah ada juga penuturan secara hal lain misalnya “melalui kehadiran Roh yang sudah lebih dulu ada sebelum generasi sekarang”?.
Siapakah IBU YANG MELAHIRKAN marga Bagariang,Hutauruk,Manukkalit,Tumeang? pernahkah di cari atau di dengar cerita bahwa op Martuasane Bolon yang mengingkar janji akhirnya OP boru ni Debata Makkirab?,
Sungguh saya sedih bila langsung berbicara bahwa
” sumber dari buku adalah mutlak adanya, yang lain?”
Dimana, Maaf saya panggil Tulang saja,hal inilah yang membuat saya menyimpannya lama, karena saya Br sinaga bukan dari ketujuh marga tersebut.Tetapi dapatkah saya Share tentang yang saya tahu, dimana kita juga semua punya sumber yang kaya untuk di kaji?
Sebagai pertimbangan bukankah Tulang sedang mencari Sumber dari ke tujuh marga tersebut? Op Boru juga bagian dari sejarah itu.
Mampirlah ke Pakkat atau tersimpan bagi setiap orang yangmau mendengar?… dst..– terimakasih TULANG.Horasss
July 29th, 2010 at 6:43 pmMaridup Hutauruk,
Tidak usah terlalu bersedih; Sumber referensi buku adalah untuk butir-4 (geopolitik Bangsa Batak), termasuk sejarah yang difahami oleh keturunan Raja Sobu mengenai geopolitik marga-marga mereka. Kajian para penulis tidak mesti diterima 100%, tetapi mereka punya kapasitas berpikir yang perlu diakui. Seumur-umur baru kali ini terdengar Tobing berasal dari Dolok Imun, kalau disebut dari Dolok Martimbang maka ada relevansinya. Itulah yang dimaksud dengan geopolitik marga-marga Batak.
Walaupun ada marga Tobing yang bermukim di dekat Dolok Imun, mereka adalah relatif pemukim baru disitu. Perlu difahami bahwa marga2 pada Bangsa Batak sejak zaman purba menganut penguasaan wilayah bersifat otonomi mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh marga-marga lain, dan bentuk pemerintahan inilah yang disebut bius.
Coba dibaca ulang beberapa artikel yang ditulis di situs ini semuanya menjelaskan tentang siapa ibu dari marga keturunan Naipospos, dan itu boleh dikata secara seragam difahami berdasarkan budaya bertutur.
Akan sangat senang suatu saat untuk menelusuri sampai ke Pakkat karena Pakkat merupakan salah satu kawasan sebagai lintas perdagangan purba di Tanah Batak, untuk sementara saya memang hanya mencari tau sejarah yang tidak tersurat melalui diskusi dengan beberapa tetua di Bonapasogit yang berusia 80-90an, belum pernah dengan tetua yang berusia 100-an.
Terima kasih informasinya, ibebere. Horas-GBU
July 29th, 2010 at 8:32 pmrosa,
Horas Tulang Mariduk Hutauruk.
Kebetulan saya seorang yang senang mempelajari buku2 sejarah,tak terkecuali sejara Batak,khususnya Marga Sinaga dan Naipospos sebagai asal muasal adanya saya di bumi ini.
Kebenaran dari sejarah hanya misteri bagi penulisnya bukan pembacanya, dimana pembaca setelah dibaca kemudian “tahu” dan boleh juga menjadi bagian dari penulisan.
Tetapi sungguh sebuah ketertinggalan dalam pembelajaran bagi setiap orang yang mau membuka suatu pendapat baru untuk di kaji atau ditelaah,langsung divonis.
Kita hanya ” terbingkai dalam bingkai yang sama yaitu pengetahuan kita bersumber dari cerita yang diceritakan dan dibukukan oleh generasi yang sudah mengenal tulisan, generasi yang berpengaruh pada waktu itu dan bahkan bukan pelaku sejarah tersebut”.
Nah pernahkah kita untuk lebih memperkaya wawasan kita siapa tahu disana ada kebenaran baru yang mungkin membuka misteri yang jauh lebih relepan dengan sejarah yang kita sudah “BACA”/tahu.Misalnya biarkan cerita itu masuk keranah pembaca dengan tutur gaya bahasa yang ada tampa mengurangi cerita yang sudah di bukukan/di baca, toh kita hidup zaman sekarang dan menjawab tantangan hidup saat ini juga, kita akan menjadi pelaku sejarah.
Contoh sejarah Indonesia siapa yang menuliskannya? orang2 yang berada di P Jawa yang berpengaruh saat itu, akhirnya lahirlah sejarah Indonesia lebih banyak berpusat di P jawa dengan tokoh2 perempuan yang sangat terkenal, padahal didaerah lain ada yang lebih besar contoh Cut Nya Dien, Rohana dari Minang seorang terpelajar bukan?
Tulang maaf ya, kalau memang kita tidak mau membuka” pintu rumah kita,bolehlah kita membuka jendelah rumah kita” disana ada kekayaan yang punya waktu untuk direnungkan dan diperbaharui untuk momen yang baru.
saya mohon, mampirlah ke Pakkat agar pengetahuan tentang cerita diatas terpenuhi, sangat rugi bila hal ini dilewatkan bukan????????????????????Kapan tulang…..
Horass,
July 30th, 2010 at 8:48 amHendry HM Lbn Gaol,
Ito Rosa ( tetap saya memanggilmu ito), walaupun pada awalnya ito telah manggabusi kami. Dosam mai, sengaja atau tidak sengaja, ito ma na sari disi.
Aku orang pakkat ito. Aku kenal baik, sangat-sangat baik, bahkan sangat akbrab dengan Bapatua RO Sibagariang. Sebaliknya dia juga sangat dan sangat mengenalku, sebab selain saya naipospos beliau adalah guru saya waktu SMP. Dan orang tuaku, St. D. Lbn Gaol dengan beliau sangat akrab. Kalao ada waktumu tlp ke Pakkat, tanyalah ke beliau siapa Hendry Lbn Gaol.
Unang pola tapagajjang be, horas ma
NB: kekompakan pomparan naipospos di Pakkat tak pernah diragukan lagi. mereka tak pernah mempersoalkan masa lalu. Ayahandaku salah seorang tokoh adat naipospos di pakkat.
July 30th, 2010 at 9:29 pmrosa,
Horas Tulang Hendry HM Lumban Gaol.
Terimakasih atas koreksinya,tetapi coba baca kembali saya menulis dengan jelas \"mamaku boru bagariang\" bukan \"saya boru bagariang\".
Tulang( itoku mengambil istrinya boru Lumban Gaol dari aek nauli)bila pernah sekolah di SMP RK Pakkat, Thn berapa, Pak Sinaga Hitam bapakku sendiri.Nah bagaimana?
Tulang, cerita yang pernah saya tuliskan bukan Untuk mencari \"SENSASI\" namun kegundahan untuk kami, bila keturunnya tidak mengetahui. Terima atau tidak diterima itu bukan masalah buat kami, namun \"telah diberitahukan\".
Tulang, dengan rasa hormat bila punya no HP Tulang R.O Sibagariang/Inanguda Br Hutauruk/inangtua br bagariang di hauagong/ito Pa Netty Bagariang di Baringin Silahkan dibicarakan ya.
Tulang,saya hormati hal ini bukan \"hak\" saya, tetapi karena di buka keranah pembaca, bolehkan? siapa tahu?
Baik,tulisan saya masih secuil dari apa yang hendak saya sampaikan, tetapi sudah di Blok, OK, terimakasih,salam hormat saya,sampai jumpa pada paradigma yang baru……………………………..
July 31st, 2010 at 9:24 amHendry HM Lbn Gaol,
Rosa…
beberapa wkatu yang lalu, saya bertemu dengan seorang tetua dari pakkat. Dan beliau memang mengatakan kalau Namboru ( ibundamu ) punya satu buku tarombo yang lain dari pada yang lain. Entah, darimana asal tarombo itu. tapi menurut namboru (ibumu) bahwa itu didapat dari oragtuanya (oppung).
bagi kita orang pakkat, tak pernah mempersoalkan perbedaan tarombo. dan disana tak pernah dipaksakan untuk menerima pendapat. berbeda dengan di web ini, beberapa orang memastikan kalau tarombo yang mereka milikilah yang valid dan sah, sementara yang lain tidak.
Sangat susah menerima perbedaan di website ini. makanya pendapat ito juga diblok ( spt yang ito sebutkan diatas ). Dan memang, diPakkat, hanya marga Sibagarianglah yang punya perbedaan kumasdukan tadi. Dan hebatnya lagi, semua marga keturunan naipospos menerima perbedaan itu. satu seperti saudara. itulah hebatnya di sana. lain dengan di website ini bukan?.
horas ma
July 31st, 2010 at 3:56 pmNB: saya kenal kok dengan amangboru/namboru orang tua ito…
rosa,
Horas ito.
Bila tidak salah, ito adeknya Gerda bukan, terimakasih banyak ito.
Sedikit saya heran,kok masih belum ada paradigma yang baru.Saat ini, ito saya sedang mencoba menulis ” Batak Perempuan” dari perspektif Feminisme.Dimana seperti yang ito katakan, perbedaan OK lah. Tetapi tetap “kita”.
Ito, ada masukan untuk Judul di atas dimana hal ini ada juga kaitannya dengan silsilah,komunikasi,dll, tampa mengaburkan tatanan kedudukan laki-laki dalam forum adat batak.
Ito, sehubungan dengan “tulisan saya”, kapan saja pulang ke pakkat coba membahas hal tersebut, awalnya kami tidak percaya juga, apalagi?
Horas Ito…… kapan reuni SMP RK Pakkat.
July 31st, 2010 at 8:20 pmhh,
@Ampara Hendry,
ingkon mangido maaf do ho amapara, tu itonta Rosa, ai ampara do na terkecoh; sala manjaha.
Horas.
July 31st, 2010 at 8:24 pmHendry HM Lbn Gaol,
@bang Garth Meha,..sai mahap, sai mahap, oda lot mahap ijenda….tuku ngo enda, beberapa hari lalu ito rosa menuliskan kalo dia br sibagariang. dan bang Maridup yang duluan manise pun jadi salah, awak malah ngikutin abang itunya….
@ito rosa:…
reuni?…boleh…boleh…karejo didia ito. ini no HPku 0812-1939-6401.
bulan 12 saya pulang ke pakkat, bila perlu kita berdiskusi. horas ma.
fb-ku h2_oi@yahoo.com
ito lagi menulis buku ya…hebat dan salut.
August 1st, 2010 at 8:14 amDang songon dongan, adong abang par kanada, mambaen sitatus di pesbuk pe dang diboto. nasib na do sahat tu kanada hape…tok jim i
hh,
@Ampara Hendry,
August 1st, 2010 at 12:36 pmNa margait do ra amparanta i mandok na di Kanada ibana. Antar songon i do huparrohahon panghataion di maya on, jotjot tubu hata manggang. Alai dang pola boha i, ibanama umbotosa i. Taringot na so mamboto mambahen status i pe, hatana ma i, ai holan manggorithon do aha na di pingkiran on, odothon share i, nga sae. Hehehe.
veri situmeang,
unang pola alani tarobbo gabe mambaen haccit ni roha
August 12th, 2010 at 3:01 amsi hita na mardongan tubu…..
molo songon di au sandiri…..ise pe siangkangan tak jadi masalah napetting dongan tubukku….
alana dang dope bukti na lebih otentik…..
ise siakkangan antara lumban batu manang sibagariang
jadi sada hamu pemimpini…
veri situmeang,
sada hamu pemimpini
August 12th, 2010 at 3:02 amMayogy Naipospos,
@ Very Situmeang,
Songon natergugah do rohanghu manjaha nadidokhonmi.
Huhilala molo tung pe dibahen hatorangan taringot tu tarombo Naipospos songon nadi web on, ndang namarsigulut di sihahan i. Aha huroha impola na tu hita jolma nungaeng on molo didokhon hita sihahaan? Ndang adong untung sian i molo maretong untung manang rugina.
Alai, ndang sian i hita mamereng tarombo. Songon nadidokhon ni Bapatua Leopold P. Sibagariang, tarombo i ima ekspressi ni habatahon do i.
Alanii do molo boi, talului (telusuri)tarombonta Naipospos nalobi otentik. Marhite massam ragam padopat, rap mambahen ma hita patotahon i saluhutna. Molo tung pe adong perbedaan, gabe laho mangalului nalobi denggan ma hita. Ima nalobi toho, ima tapareak mahite dilektika natabahen.
Songon i ampara pandapothu tu ho.
Rap holong dohot sihol ni roha sian ahu dongan tubum! Mayogy.
August 13th, 2010 at 1:18 pmvery situmeang,
nadenggan appara…bah…
August 21st, 2010 at 12:01 ammaksudtu….songonon do
molo hupaihut2 do akka komentar ni Appara…(MARBUN)
nungnga pola pisik hata nasida mandok “siboan tarobbo na be ma hita”anggo di rohakku nian….unang pola kaluar hata sisongoni….maila hita molo pola di jaha marga na asing web on.
jadi songon ni dok ni umpama do dohonon
“jujur mula ni hasesega
bolus mula hina denggan”
molo holan di web on do hita mangkatai appara….patubu bada do huida….
alai molo menurut versikku….da(maaf molo tung maralo di roha muna)Ia pinoppar di dainang parjolo(naopat marga)
dohot pinoppar ni dainang si paidua(marbun)
dang adong siakkangan(dang adong dope ubboto)sedangkan oppui RAJA NAIPOSPOS dang diboto.menurut nahuboto sian na uppoppar au…dang adong na ubbotosa ise siakkangan
makana adong hata istilah padan namarhahamaranggi….disi ma sada bukti bahwa dang adong ubboto ise siakkangan.mauliate
Mayogy Naipospos,
Ampara Very,
Antagon do mambahen sikap sian naso mambahen sikap. Molo nunga songon nanidok mi nagabe pandangan nasida taringot tu tarombo, molo di ahu pribadi ndang masalah i. Asal ma marhite pertanggungjawaban. Lapatanna diuraikan ma antong berdasarkan logika ni habatahon. Ima goarna konteks. Alai sahat saonari on, ndang dope sahat tu si dibaen pihak ni Marbun. Tapaente ma.
Molo didokhon ho, ndang adong mamboto siangkangan. On pe sada pandapot do on. Alai mulai do hita mangantusi i sian analisa konteks nangkinon. \
Nunga biasa dibagasan namangalului sada pangantusion mulak tu sumberna ima konteks budaya. Ido alana lam mangantusi hita tu sada cerita, nataantusi do cerita dibagasan konteks.
Suang songoni do tarombonta. Adong simpul-simpul naboi luluanta napatuduhon isi siangkangan i. Tanda-tanda i adong do dibagasan sejarah ni pinompar ni Naipospos pada khususna ba sian hasomalon ni habatahon pada umumna.
Huhilala tanda-tada siangkangan i nunga adong penjelasan di web on. Ba molo adong antong pandapot naasing ba, boi do antong dipatudu tu hita.
Ido antong napatuduhon nagabe bertanggungjawab hita tu tarombo nataikuti. Unang alanii, baen ma di ho hubahen di ahu. Nalobi kasar, ndang di ho, ndang di ahu, ba di begu. Gabe mulak ma hita tu hosom namanginsombut i. Ima masa hasipelebeguon i.
Alai, molo sungguh do borhat sian logika nagabe berbeda hita, ndang pola boha i. Malahan, molo didokhon pe ndang bersaudara, ndang adong ikatan, secara pribadi ahu manolopi i. Alai dihaben secara sadar!!!
August 23rd, 2010 at 5:52 pmHendry HM Lbn Gaol,
Porlu nai siakkangan i ateh.
molo di au naupporlu ’sikap’ siakkangan do. olo pataluthon roha, olo patoru diri tu tinodohonna, olo manjalo pandapot ni tinodohonna. olo patalu diri tu tinodohonna.
anggo naeng margulut tu siakkangan do cambing do ninna halahe, tu ramba an ma i dah, jayana ma i
holan naeng monang cambing akke halahe. marcigulut ni na coada sambing hita on.
nga cae be i hamuna, hamu pe taho ciakkangan, hami ciappudan lomomuna be ma dici, nga hutanda be hamu cada-cada. Ollak ni na hubotoon ma hamuna
horas ma’
hendry lbn gaol 17
September 3rd, 2010 at 10:19 am081219396401