Forum Silsilah Naipospos
Hingga saat ini proses penyusunan database silsilah pomparan naipospos tidak mengalami perkembangan yang signifikan, hal ini disebabkan minimnya partisipasi dalam mengirimkan data silsilah.
MySql Database + Tampilan dtree dengan dukungan kapasitas server yang cukup besar mampu menampung seluruh data silsilah pomparan naipospos dengan visualisasi tampilan yang mudah dimengerti.
Kami berharap bagi semua pomparan naipospos yang telah membaca tulisan ini kiranya berkenan membantu pengelola naipospos online dalam penyusunan database silsilah pomparan naipospos dengan cara mengirimkan data silsilah keluarga mulai dari generasi pertama ke alamat email pengelola admin@naipospos.net
Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0
Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net

Surya situmeang,
horas
salam kasih dalam nama Isa Almasih
August 19th, 2008 at 7:06 pmSurya situmeang,
horas
siapa yang mau kenaln hub aku 081344715535
August 19th, 2008 at 7:06 pmRudi J Hutauruk,
Godang do informasi na nidapot dung nijaha artikel2 di blog ta on bah. Mauliate ma.
Adong na naeng husungkun taringot tu Silsilah ni Naipospos on. Mudah2an adong na boi mambagi pengetahuanna.
Alani boru Pasaribu do na manubuhun Toga Sipaholon,
hira2 boha do posisi ni marga Pasaribu di hita pomparan ni Naipospos saonarion.
Konkritna hira2 songonon ma: molo marsitandaan ma hita pomparan ni Naipospos (Toga Sipoholon)tu marga Pasaribu disada ulaon contohna rupani, pas do molo manjou Tulang hita tu halahi alana hula2 ni ompung ta do Pasaribu?
Mauliate
October 8th, 2008 at 10:08 amadmin,
Na denggan do nian molo boi terlaksana na di rohamuna i, somba mar hula-hula, songon tona ni natua-tua
October 8th, 2008 at 3:21 pmNaipospos Sibagariang,
Horas!
Segala puji, hormat, dan kemuliaan sudah layak dan sepantasnya kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan berkatnya bagi kita keturunan Raja Naipospos.
Terima kasih bagi Ampara saya Admin Naipospos yang telah menyediakan NAIPOSPOS ONLINE ini sebagai wadah untuk saling menyapa dan bertukar pikiran bagi kita keturunan Raja Naipospos khususnya.
Pada http://silsilah.naipospos.net/ telah ada silsilah keturunan Raja Naipospos. Mengenai berapa dan siapa putera Raja Naipospos pada silsilah tersebut adalah >>>>> benar.
Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera, yaitu:
1. SIBAGARIANG
2. HUTAURUK
3. SIMANUNGKALIT
4. SITUMEANG
5. MARBUN
Marilah kita mendukung sepenuhnya penyusunan silsilah keturunan Raja Naipospos tersebut.
Doa dan harapan kita bersama kepada TUHAN adalah kiranya kita keturunan Raja Naipospos seia-sekata termasuk dalam hal tarombo atau silsilah.
Mari kita menjauhkan segala sikap pamalomalohon dan egoisme dan tinggi hati.
Mari kita merendahkan hati seperti halnya Dia yang telah memberi teladan kerendahan hati bagi kita ciptaan-Nya.
Marilah kita untuk >>>>> tidak mewariskan persoalan tarombo Naipospos kepada generasi muda keturunan Naipospos.
TUHAN memberkati, Amin
Salam horas dan hangat persaudaraan dari saya,
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
March 30th, 2009 at 4:32 pmNaipospos Sibagariang,
Horas!
Segala puji, hormat, dan kemuliaan sudah layak dan sepantasnya kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan berkatnya bagi kita keturunan Raja Naipospos.
Terima kasih bagi Ampara saya Admin Naipospos yang telah menyediakan NAIPOSPOS ONLINE ini sebagai wadah untuk saling menyapa dan bertukar pikiran bagi kita keturunan Raja Naipospos khususnya.
Pada http://silsilah.naipospos.net/ telah ada silsilah keturunan Raja Naipospos. Mengenai berapa dan siapa putera Raja Naipospos pada silsilah tersebut adalah >>>>> benar.
Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera, yaitu:
1. SIBAGARIANG
2. HUTAURUK
3. SIMANUNGKALIT
4. SITUMEANG
5. MARBUN
Marilah kita mendukung sepenuhnya penyusunan silsilah keturunan Raja Naipospos tersebut.
Doa dan harapan kita bersama kepada TUHAN adalah kiranya kita keturunan Raja Naipospos seia-sekata termasuk dalam hal tarombo atau silsilah.
Mari kita menjauhkan segala sikap pamalomalohon dan egoisme dan tinggi hati.
Mari kita merendahkan hati seperti halnya Dia yang telah memberi teladan kerendahan hati bagi kita ciptaan-Nya.
Marilah kita untuk >>>>> tidak mewariskan persoalan tarombo Naipospos kepada generasi muda keturunan Naipospos.
TUHAN memberkati, Amin
Salam horas dan hangat persaudaraan dari saya,
>>>>> RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG (Naipospos Sibagariang)
April 1st, 2009 at 4:42 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Salam damai sejahtera,
Pada silsilah Naipospos versi 2.0 (bheta), kita dapat melihat penjelasan dengan mengklik salah satu nenek moyang kita. Setahu saya hingga saat ini, nama nenek moyang kita yang mempunyai penjelasan adalah Raja Naipospos dan Sibagariang.
Perlu kita ketahui bersama bahwa penjelasan Sibagariang langsung disalin dari artikel tulisan saya yang berjudul KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA oleh Holong Friendus Lumban Gaol selaku Administrator Naipospos Online.
Penjelasan Raja Naipospos pun disalin langsung dari artikel tulisan saya yang berjudul KISAH RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA, namun ditambahi beberapa kalimat oleh Holong Friendus Lumban Gaol selaku Administrator Naipospos Online.
Kalimat yang ditambahi tersebut adalah sebagai berikut.
Istri pertama memberinya 4 orang anak
- Sibagariang
- Hutauruk
- Simanungkalit
- Situmeang
Istri kedua memberinya 1 orang anak
- Marbun
Meskipun merupakan anak dari Istri kedua namun Marbun lahir lebih dahulu
Tidak menjadi persolan bagi saya pribadi meskipun tulisan saya dikutip atau disalin. Asalkan tulisan saya yang disalin itu demi kebaikan dan juga tidak lupa dari siapa tulisan itu disalin.
Sekarang yang saya pertanyakan adalah tentang kalimat yang Ampara Holong Friendus Lumban Gaol tambahkan pada penjelasan Raja Naipospos yaitu sebagai berikut.
Meskipun merupakan anak dari Istri kedua namun Marbun lahir lebih dahulu
Memang hal ini telah saya pertanyakan kepada Ampara Holong Friendus Lumban Gaol pada artikel tulisan saya yang berjudul SIAPAKAH MARTUSAME ITU SEBENARNYA. Tetapi jawaban Ampara Holong Friendus Lumban Gaol tidak ada.
Dengan rendah hati, saya meminta kepada Ampara Holong Friendus Lumban Gaol untuk memberikan alasan disertai bukti-bukti yang dapat diterima akal sehat bahwa Marbun adalah yang pertama lahir di antara lima bersaudara putera Raja Naipospos sesuai pernyataan Ampara Holong Friendus Lumban Gaol.
Tarombo bukanlah argumen dan firasat saja melainkan harus disertai dengan fakta-fakta di lapangan dan dapat diterima akal sehat.
Ampara, yang pertama lahir dalam keturunan Raja Naipospos adalah Donda Hopol (SIBAGARIANG) dan bukan Marbun. Setelah Donda Hopol (SIBAGARIANG) lahir dari isteri I (pertama) boru Pasaribu, kemudian Marbun lahir dari isteri II (kedua) boru Pasaribu. Lalu Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang pun lahir secara berurutan dari isteri I (pertama) boru Pasaribu.
Karena melalui isteri I (pertama) boru Pasaribu, Tuhan mengaruniakan putera sulung yaitu Donda Hopol (SIBAGARIANG) kepada Raja Naipospos maka Marbun menjadi yang bungsu.
Jadi, Raja Naipospos mempunyai 5 (lima) orang putera, yaitu:
1. SIBAGARIANG
2. HUTAURUK
3. SIMANUNGKALIT
4. SITUMEANG
5. MARBUN
Fakta pendukung bahwa Sibagariang adalah yang pertama lahir dari lima bersaudara putera Raja Naipospos telah saya uraikan dengan jelas pada artikel-artikel yang telah saya tulis, khususnya pada artikel Sanggahan Ricardo Parulian Sibagariang terhadap Ama Natalia Lumban Gaol mengenai tarombo Naipospos. Mari kita membacanya secara saksama, teliti, dan dengan hati tenang.
Soal diterima atau tidak, itu kembali pada tiap-tiap individu. Yang penting saya telah memberikan bukti nyata di lapangan yang bukan hanya sekedar opini.
Dengan kerendahan hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kata-kata saya kurang berkenan di hati Ampara Holong Friendus Lumban Gaol.
Salam hangat persaudaraan dari saya,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
April 20th, 2009 at 3:56 pmadmin,
@ Ricardo Parulian Sibagariang
Horas ketua genk…, karena program itu belum benar-benar beres makanya dinamakan versi bheta ketua genk, ntar kalo projek outdoor yang sedang aku kerjakan saat ini selesai baru aku teruskan lagi pekerjaan program database silsilah naipospos, harap maklum…!!!
Berbeda pendapat dan berbeda sudut pandang merupakan bagian dari demokrasi, tergantung pada audience untuk menilai sesuai kebutuhan mereka. Perbedaan pendapat mengenai silsilah naipospos bukan terjadi hari ini atau kemarin sore, mengutip kalimat dari sumber yang tidak jelas “Padi menunduk tandanya berisi, padi tegak tandanya masih hijau dan nanti kalo sudah berisi akan menunduk, kecuali dimakan hama wereng” jadi kita harus maklum karena kadang orang yang lahirnya baru kemarin sore merasa lebih paham daripada orang-orang tua yang sejak jaman dulu berbeda pendapat namun tetap tidak bisa mendudukkan secara pasti mengenai silsilah naipospos.
Untuk konteks pemikiran generasi saat ini kadang terlintas pemikiran apakah Naipospos yang “kurang asam” (koq punya 2 istri) atau keturunannya yang “kurang ajar” (kurang dapat pelajaran) mengenai silsilah, (red). Tapi secara pribadi saya cukup bangga menjadi pomparan dari istri ke-dua tapi semoga Amsal memberi jawaban…!
Mengenai sumber data pada halaman naipospos dan sibagariang adalah benar adanya, kerena program itu merupakan versi bheta maka saya ambil sumber data apa-adanya dulu untuk bahan percobaan, nanti kalo versi final release-nya sudah beres maka seluruh data akan diganti dengan data kiriman dari pengunjung naipospos online.
Penulisan komentar ini membuat saya jadi teringat seseorang yang mengajarkan tentang Tuhan kepada Orangtua dan Oppungnya tercinta, dia merasa seperti generasi yang hilang hilang berabad-abad lamanya dan telah ditemukan kembali sehingga dia merasa perlu untuk mengajarkan tentang Tuhan kepada Orangtua dan Oppungnya dengan cara yang ekstrim. Hal ini berawal ketika dia mulai membaca buku suci dan kemudian aktif di persekutuan lalu (merasa) “Terpanggil dan Terpilih”.
Tapi sebenarnya semua itu adalah kemunafikan, berawal ketika IPK perkuliahannya masuk zona degradasi karena tidak mencapai 2.0 selama 6 semester maka dia mulai mencari obat penenang jiwa karena mungkin dia membaca sepenggal kalimat “Hai kamu yang lemah-letih…..!” lalu akhirnya dia merasa terpanggil sehingga punya alasan mengorbankan perkuliahannya dan merasa terpilih untuk memberi pelajaran keTuhanan kepada Orangtua dan Oppungnya. Cara jitu mempertanggung-jawabkan kegagalan kepada Orangtua dengan klise panggilan Tuhan.
April 20th, 2009 at 6:39 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Salam damai sejahtera,
Terimakasih banyak saya ucapkan kepada Ampara saya Holong Friendus Lumban Gaol sebagai Administrator Naipospos Onlina atas jawabannya.
Maaf, tapi ada satu hal yang masih mengganjal pemikiran saya yang belum Ampara jawab. Tentu Ampara tahu yang saya maksud yaitu Ampara belum menjelaskan alasan Ampara menambahkan kalimat pada penjelasan Raja Naipospos dengan menyatakan bahwa Marbun lebih dahulu lahir dari lima bersaudara.
Tolong lah Ampara jelaskan. Karena kita pun ingin tahu jawaban dari Ampara tentang hal tersebut sebagai hal yang pasti bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita bersama. Bukan begitu, Ampara.
Dengan kerendahan hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kata-kata saya kurang berkenan di hati Ampara Holong Friendus Lumban Gaol.
Salam hangat persaudaraan dari saya,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
April 23rd, 2009 at 3:11 pmadmin,
@ Ricardo Parulian Sibagariang
Maaf, tapi ada satu hal yang masih mengganjal pemikiran saya yang belum Ampara jawab. Tentu Ampara tahu yang saya maksud yaitu Ampara belum menjelaskan alasan Ampara menambahkan kalimat pada penjelasan Raja Naipospos dengan menyatakan bahwa Marbun lebih dahulu lahir dari lima bersaudara.
Jawaban atas pertanyaan ampara itu cukup sederhana…!!!
Saya dapat informasi itu dari Bapak saya, Bapak saya informasi itu dari Bapaknya (Oppung saya, namun sekarang ini dia sudah di balik papan), sedangkan Oppung saya itu juga dapat informasi dari Bapaknya (Oppung bapak saya, yang juga sudah di balik papan)
Jejak ompung kami itu berawal dari Muara lalu pindah ke Pollung, katanya, nenek moyang kami itu marbuni di Muara karena merupakan istri kedua (bersembunyi dan akhirnya menjadi Marbun).
Saya pribadi tidak yakin bahwa ibunya Marbun itu merupakan adik dari istri pertama naipospos, namun dengan dijadikan adik maka urusan akan menjadi lebih mudah
Informasi yang saya dapat itu adalah informasi yang sudah dibawa turun temurun, dan bukan yang ditanyakan kepada tua-tua adat.
Menjadi pomparan dari istri ke-2 itu asik juga ampara, tapi gak asyik juga kalo pomparan dari istri kedua berusaha mendapat pengakuan untuk lebih dituakan. he he he
Sudut pandang itu tentu saja berbeda-beda tergantung darimana melihatnya, sama seperti ampara pulang dari jakarta naik pesawat maka akan melihat gunung itu lebar dan mengerucut, sedangkan dari hutanami gunung itu kelihatan tinggi dan mengecil diatasnya.
Sebab kedunya berasal dari ibu yang berbeda dan mendiami tempat yang berbeda maka ada baiknya kita tidak memaksakan sudut pandang dari Sipoholon tentang marbun yang jauh Marbuni di Muara sana dan juga tidak memaksakan sudut pandang Marbun tentang Toga Sipoholon, sebab ini bukan masalah kemarin sore……!!!
April 23rd, 2009 at 5:27 pmAmos Simanungkalit,
Horas!!
Salam sejahtera buat semua keluarga naipospos!!
Maaf kalau saya mencoba ikut ambil bagian dalam pembicaraan yang sepertinya mulai “panas” ini.
Saya masih bertanya-tanya;apa pentingnya memperebutkan siapa yang lebih tua?! Setahu saya sudah ada “parpadanan” diantara Sipoholon dan Marbun. Apa masih kurang? Kenapa sifat egois masih kita pelihara? Bagaimana nanti generasi selanjutnya mengambil sikap? Jangan sampai timbul masalah dalam keluarga besar kita ini. Bukankah kita adalah saudara,sama-sama keturunan dari Martuasame.
Kita ikuti saja apa yang sudah disepakati sebelumnya. Gitu aja kok repot???
April 23rd, 2009 at 11:09 pmRicardo Parulian Sibagariang,
Horas.
Terimakasih saya ucapkan kepada Ampara saya Holong Friendus Lumban Gaol selaku Administrator Naipospos Online atas jawabannya. Saya sangat menghormati jawaban Ampara karena saya tahu betul bahwa saya tak berhak sedikit pun untuk memaksakan yang saya ketahui untuk Amapara iyakan. Meskipun yang saya ketahui benar adanya dan disertai fakta-fakta yang dapat diterima akal sehat. Bukan begitu, Ampara.
Tuhan telah mengaruniakan akal budi, hati nurani, dan kebebasan kepada manusia untuk membedakan dan memilih yang baik atau pun yang buruk dalam hidupnya.
Kepada Tulang saya Amos Simanungkalit, terimakasih banyak saya ucapkan atas nasihatnya.
Memang benar Tulang, bahwa kita bersama adalah keturunan Raja Naipospos alias Martuasame, yaitu: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Ya, marilah kita mengikuti tarombo Naipospos yang telah disepakati sejak dahulu kala oleh para nenek moyang kita. Tarombo Naipospos pada awalnya dan yang benar yaitu Raja Naipospos memperanakkan lima orang putera yang secara berurutan adalah Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Bukan begitu, Tulang.
Tapi ada baiknya, marilah kita menegur dan menasihati para Saudara kita yang menyimpang dari yang benar.
Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. (I Tesalonika 5:11)
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Terimakasih.
Salam hangat,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
April 24th, 2009 at 4:37 pmJudah Hutauruk,
Horas !!!
Terimakasih saya ucapkan kepada Ampara saya Holong Friendus Lumban Gaol selaku Administrator Naipospos Online atas jawabannya. Saya sangat menghormati jawaban Ampara karena saya tahu betul bahwa saya tak berhak sedikit pun untuk memaksakan yang saya ketahui untuk Amapara iyakan. Meskipun yang saya ketahui benar adanya dan disertai fakta-fakta yang dapat diterima akal sehat
Justru fakta fakta yg Abang Ricardo utarakan inilah yg menjadikannya tidak masuk akal.
1. Jika pesta massaktihon dilakukan di Dolok Imun, berarti hinambor Naipospos ada didolok imun,karena sungguh tidak masuk akal jika pesta massaktihon tidak dilakukan di tempat dimana kuburannya berada.lantas siapakah yg maringanan di Sombaon same ???
2. Jika Sombaon same adalah sebenar benarnya Naipospos, lantas kenapa dikubur di Sipoholon ? bukan di Dolok imun ?? mengingat jarak antara Sipoholon dan dolok imun tidak terlalu jauh.
3. Jika marbun (sebagai individu) adalah setaraf dengan Sibagariang,Hutauruk, Situmeang dan Simanungkalit, lantas mengapa Lumban batu, Banjar Nahor dan Lumban Gaol dipadan-padankan dengan bapa Tuanya (Bp.Udanya) ???
Jadi Abang Ricardo, kalau hanya berpatokan apa katanya Bapatua Garan Sibagariang selaku mantan kepala negeri, maka seluruh pomparan Naipospos juga berhak mempertanyakan atas dasar apa seorang Garan Sibagariang menyatakan bahwa Naipospos memperanakkan 5 orang ? kalau hanya karena embel embel mantan kepala negeri, saya rasa kita terlalu naif jika menyepakati beliau sedemikian rupa.
Atau adakah bukti yg nyata , otentik atau berupa naskah tertulis atas pernyataan itu, atau hanya karena katanya katanya ???
Jika tidak ada, maka sebaiknya kita kembali ke kesepakatan semula, yang sudah pernah ada dan dijalankan oleh umumnya turunan Naipospos tanpa menimbulkan konflik.
Kalau lebih ekstrim bisa saja ada orang lain selaku turunan Naipospos menganggap bahwa Ricardo Sibagariang atau Garan Sibagariang selaku mantan kepala negeri yg mempunyai kepentingan “paliluhon” ??? bisa kan ???
salam
April 25th, 2009 at 9:17 amadmin,
@Carles Sibagariang, by email
Horas Ampara,
Adong do dapothu tarombo ni Donda Hopol (Sibagariang ) sian Hutaraja mungkin bermanfaat tu silsilah Raja naipospos.
Mauliate.
Carles Sibagariang
Terimasikasih atas dukungannya Ampara dalam menyediakan data silsilah, LESS TALK, DO MORE seperti tag line iklan Clas Mild, kami nantikan partisipasi berikutnya dalam penyusunan data silsilah
April 25th, 2009 at 12:24 pmRicardo Parulian Sibagariang,
@Judah Hutauruk
Salam damai sejahtera,
Terimakasih atas pertanyaan dari Ampara saya Judah Hutauruk. Salam kenal dan hangat persaudaraan dari saya Ricardo Parulian Sibagariang.
Maaf Ampara Judah Hutauruk, jika Ampara betul-betul telah membaca seluruh artikel tulisan saya dan jawaban saya atas komentar-komentar pada artikel tulisan saya dengan hati tenang dan teliti maka jawaban-jawaban Ampara Judah Hutauruk akan terjawab dengan sendirinya.
Saya akan membantu Ampara Judah Hutauruk untuk menemukan jawabannya.
PERTANYAAN KE-1 DAN KE-2
Jawaban pada artikel berjudul SIAPAKAH MARTUASAME ITU SEBENARNYA pada komentar ke-7 oleh ampara Fernando Hutauruk
PERTANYAAN KE-3
Jawaban pada artikel berjudul Sanggahan Ricardo Parulian terhadap Ama Natalia Lumban Gaol mengenai tarombo Naipospos pada Sanggahan ke-8 (kedelapan)
Kita tak perlu munafik dan pamalomalohon bahwa tak banyak diantara kita yang tahu pesta apakah sebenarnya yang membawa persoalan di antara keturunan Raja Naipospos tersebut. Pesta itu tak lain adalah pesta (horja) ke-7 mansantihon Raja Naipospos di Dolok Imun menjadi sombaon.
Sekarang saya bertanya, apakah ada di antara kita yang tahu apakah ada dan dimana Sombaon Naipospos? Jelas-jelas tidak ada dan tidak akan pernah ada. Karena Raja Naipospos setelah menjadi sombaon disebut sebagai Sombaon Same. Sombaon Same berasal dari sebutan Raja Naipospos yaitu MARTUASAME.
Perlu saya tambahkan bahwa Haran Sibagariang (gelar:Ompu Basar Solonggaron) telah lama meninggal dunia dan saya tidak sempat lagi mengenal beliau secara jelas bahkan berbicara langsung pun tidak. Sebagian besar tarombo Naipospos hingga pengalaman pribadi beliau dalam menetang keberadaan Toga Sipoholon merupakan yang saya dapat dari dokumen tertulis tulisan Haran Sibagariang sendiri.
Jadi, ndang holan hata ate, Ampara.
Sedikit pun saya tidak ada maksud untuk memberikan pengaruh karena Haran Sibagariang adalah mantan Kepala Negeri Huta Raja. Oh, itu belum seberapa dibandingkan keturunan Raja Naipospos lainnya yang sudah berhasil.
Maaf, kesepakan pertama apa yang Ampara Judah Hutauruk maksud? Apakah Ampara tahu bagaimana tarombo Naipospos pada awalnya dan yang benar? Tarombo Naipospos pada awalnya dan yang benar yaitu Raja Naipospos memperanakkan lima orang putera yang secara berurutan adalah Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Mari Ampara baca secara saksama, teliti, dan dengan hati yang tenang artikel tulisan saya yang berjudul Benarkah Toga Sipoholon adalah putera Naipospos.
Atau mungkin Ampara masih kurang percaya?
Kalau begitu saya sarankan Ampara Judah Hutauruk berkunjung ke kampung halaman kita yaitu Huta Raja sebagai huta parjolo pinungka ni ompunta Raja Naipospos. Kalau Ampara kurang percaya pada saya, mungkin Ampara akan percaya dengan pernyataan yang didapat Ampara langsung dari orang tua kita yang lebih tahu tarombo di Huta Raja.
Referensi bagi kita bersama adalah artikel tulisan ampara saya Maridup Hutauruk yang berjudul Apa Benar Naipospos Menurunkan Tujuh Marga. Pada artikel tersebut sangat jelas pengakuan seorang yang dituakan di Sipoholon yang bernama Torang Hutauruk bahwa Raja Naipospos memperanakkan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.
Perlu kita ketahui bersama bukan hanya marga Sibagariang yang menyatakan bahwa Raja Naipospos mempunyai lima orang putera.
Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.
Horas.
Salam hangat persaudaraan,
RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG
April 29th, 2009 at 5:25 pmsri,
tuan jolita ituh bagian dri lbn,gaol yah!!!!!!!!!
q baru tw lho,………..
trus sbnrnya kl situmeang n simanungkalit ituh,bsa ga seh?//
wlupun satu naipos2?????????????
thanx b4
May 8th, 2009 at 8:22 pmMaridup Hutauruk,
USUL!!!
July 29th, 2010 at 9:15 pmAYO KITA SAMA-SAMA BERSEMANGAT BERPARTISIPASI MENYUMBANGKAN TAROMBO MASING-MASING DI SITUS INI. PASTI SEMUA PINOMPAR NAIPOSPOS AKAN BERSYUKUR DAN MERASA TERBANTU. HORAS-GBU
Daniel Lumban Gaol,
Dear All
sebelumnya minta maaf dahulu, untuk sharing informasi mengenai keturunan Naipospos.
Menurut cerita orangtuaku yang telah dicerita turun-temurun. bahwa Naipospos memiliki seorang istri yaitu, boru Pasaribu. karena lama mereka tidak punya anak, dan ditambah menurut ada batak bahwa sesorang harus memiliki pewarisnya. maka boru Pasaribu ini merelakan Naipospos menikah lagi untuk mendapat keturunan. pilihan mereka adalah adik kandung dari boru pasaribu ini.
tak lama dari pernikahan dengan istri kedua, lahirlah anak bernama Toga Sipoholon (dimana akan memiliki empat anak, yaitu Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang). lalu tak lama kemudian, istri pertama Naipospos mengandung dan melahirkan anak bernama marbun (akan memiliki tiga anak yaitu Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol).
menurut siapa yang duluan lahir, Toga sipoholon yang lebih dulu lahir daripada Marbun, yang menjadi Siangkangan. tetapi menurut dari adat Batak anak dari istri pertama yang menjadi Siangkangan.
hubungan persaudaraan Toga sipoholon dan Marbun terjalin erat, setiap ada acara adat ataupun masalah mereka saling berbagi. sehingga hal ini terwariskan kepada anak-anaknya.
suatu masa, Sibagariang akan mengadakan pesta yang tanggalnya telah ditentukan. seperti biasa Sibagariang mengundang keenam saudaranya, tapi tanggal yang diberikan adalah beberapa hari kemudian dari tanggal ditentukan.
datanglah keenam saudara Sibagariang, setelah pesta sudah usai beberapa hari. keenam saudaranya itu, bertanya kapda Sibagariang, kenapa pestanya belum dimulai, maka Sibagariang menjawab bahwa sudah dilaksanakan beberapa hari lalu dan Sibagariang menjawab dengan segala alasan yang tidak masuk diakal Saudara-saudaranyanya itu.
karena sangat kecewa sekali, keenam saudara Sibagariang. jauh-jauh datang dengan segala persiapan, tapi tidak dihargai malah disuruh pulang begitu saja. maka keenam saudara itu, membuat sumpah dan ikat janji.
sumpahnya adalah bahwa jumlah keturunan Sibagariang yaitu laki-lakinya tidak lebih dari 100 orang.
ikat janji persaudaraan dan padanan, yaitu :
Lumban Batu marpadanan dengan Hutauruk
Banjarnahor marpadanan dengan Simanungkalit
Lumban Gaol marpadanan dengan Situmeang.
tapi mereka masih menganggap Sibagariang saudara mereka.
mereka boleh masibuatan kecuali dari padanan mereka yang sudah diikrarkan.
mengenai cerita padanan Marbun dengan Sihotang,
itu berawal dari adanya keturunan marbun (antara Lumban Batu atau Lumban Gaol) pergi merantau ke tempat dimana Sihotang tinggal.
keluarga dari keturunan marbun ini sudah dikaruniai anak, tapi Sihotang ini, sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak. karena dari hari-kehari hubungan pertetanggaan keturunan Marbun ini dan Sihotang ini dekat. sering anak dari keturunan marbun ini dititipkan ke rumah Sihotang untuk menghibur keluarga Sihotang dan juga memberinya sebagai anak angkat mereka. Maka, Sihotang pun sangat senang dan berterimakasih, maka Sihotang mengajak keturunan dari marbun ini untuk mengadakan padanan. hal ini disetujui oleh keturunan marbun ini. setelah dari kejadian ikat janji padanan itu, beberapa lama kemudian istri Sihotang mengandung dan melahirkan anak. tapi janji pandanan mereka tetap berlangsung hingga sekarang.
demikianlah ceritanya ini. Ceritanya ini mirip-mirip dengan sejarahnya orang Israel (Abraham, Sarah dan Hagar. Dimana Hagar pembantunya Sarah melahirkan Ismael (keturunannya orang arab, khusunya bangsa palestina dan Sarah melahirkan Ishak (keturunanya Israel/yakub)). bedanya mereka saling berperang, tetapi kita tidak, malsah mengadakan janji persaudaraan untuk selamanya.
September 3rd, 2010 at 4:04 pm