ADA APA DI SIPOHOLON?

Maridup HutaurukKalau mendengar kata ‘Sipoholon’ mungkin orang-orang muda Batak tidak banyak yang tau, tetapi bila ditanya kepada generasi tua tentu Sipoholon akan mengusik kenangan mereka. Mungkin karena mereka pernah melintasinya dari arah Utara menuju Kota Tarutung seperti dari Toba, dari Simalungun, bahkan dari Medan oleh karena sebelum ada Lintas Sumatera Jalur Timur maka satu-satunya Jalan Lintas Sumatera memang melalui Sipoholon-Tarutung menuju ke Timur sampai ke Pulau Jawa. Atau karena dahulunya Kota Tarutung adalah sebagai Pusat semuanya dari Tanah Batak yang di Utara, maka jalur perdaganagan menuju Kota Tarutung yang datang dari Muara, Humbang, Toba, pasti melintasi Sipoholon. Atau para generasi tua dahulu mengenangnya sebagai kota pelajar karena pusat pendidikan di Simanare sangat terkenal. Bahkan Sipoholon pernah terkenal dengan sebutan ‘Sitopa Hudon’ yaitu sebagai daerah penghasil periuk tanah yang sekarang ini disebut sebagai kerajinan ‘gerabah’. Atau mungkin juga para generasi tua dahulu akan mengenang yang disebut ‘Gitar Sipoholon’ yang sangat merdu untuk dipetik oleh pemuda-pemuda dulu untuk merayu para gadis-gadis batak yang cantik perilakunya terutama gadis-gadis Sipoholon. Atau mungkin mereka akan terkenang secara religius karena di Sipoholon terdapat bengkel orgel yang disebut ‘Poti Marende’ yang banyak digunakan di gereja-gereja di Tanah Batak.

Untuk sekarang ini, yang disebut terkenal dari Sipoholon itu sudah sirna semuanya, habis ditelan zaman yang mereka sebut moderen. Tarutung Tidak lagi sebagai pusat perdagangan karena sudah jauh tertinggal dari Siborongborong dan Balige. Hari onan Sabtu di Tarutung hanyalah sebatas pemenuhan kebutuhan warga Tarutung dan sekitarnya seperti kebutuhan akan ikan mas yang datang dari Tapanuli Selatan dan Toba, bahkan babi kampung sudah harus diimpor dari Sialangbuah-Deli Serdang, sehingga Sipoholon bukan lagi sebagai jalur lintas padat. Pembangunan sarana pendidikan yang merata di setiap kota kecamatan di Tapanuli Utara juga mempengaruhi hilangnya pamor Sipoholon. Gelar Sitopa Hudon sama sekali sudah tak pernah terdengar lagi karena memang sama sekali tak ada lagi yang manopa hudon yang dahulu marga Situmeang sangat terkenal sebagi ahli-ahli gerabah. Yang masih terdengar ada 2-3 bengkel gitar Sipoholon yang masih bertahan dengan ciri khas-nya, ditambah dengan meningkatnya pamor pemandian airpanas atau Aekrangat Sipoholon di Siriaria.

Lalu, ADA APA DI SIPOHOLON? Ternyata di Sipoholon akan diadakan hajatan besar yang mengundang seluruh marga-marga Pinompar Naipospos sipitu marga dari seantero dunia, tepatnya berlokasi di Parhutaan Lobu Sibabiat – Dolok Imun, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara, Indonesia, pada tanggal 29 Juni 2008 dimulai pukul 10:00 WIB. Kalau ajaran agama mengatakan ‘Bila dua tiga berkumpul dalam dama Tuhan, maka Tuhan-pun akan ada hadir’. Kalau hajatan ini sudah disebut mendunia dan hadir disana dan ada Tuhan hadir, maka ‘mujijatpun akan terjadi pada hari itu’.

Tuhan itu memang maha gaib dan penuh misteri. Sering kita dengar bahwa rencana Tuhan tiada yang tau, dan apa yang tak mungkin bagi manusia menjadi mungkin bagi Tuhan. Pada judul ‘Pesta Jebeleum 75 Taon Pomparan Naipospos’ tentu manusia akan berikhtiar dengan alam pikirannya berharap mendapat berkat dari Maha Pencipta berupa output kebaikan bagi Pomparan Naipospos, Tuhan memberkati!

Wujud nyata dari pertemuan Pomparan Naipospos di tahun 1933 dan 1983 sudah banyak yang diterima oleh pomparan tersebut. Kita tentu tidak mampu membuat data-data berkat (pasupasu) yang telah diterima oleh Pomparan Naipospos. Perjalanan hidup Pomparan yang sudah berkembang biak mengisi bumi setelah partangiangan di tahun 1983 tentu merupakan pasupasu yang tidak bisa diukur dengan angka-angka bila dibandingkan dengan suku melayu yang ada di Tanah Deli yang sudah hilang dari peredaran dibonapasogitnya sendiri, atau suku Betawi di Jakarta yang juga demikian. Oleh karena itu, apabila kita pinjam umpasa dari bangsa Great Britain yang mengatakan ‘Man proposes God disposes’ yang kira-kira disebut ‘Manusia merencanakan Tuhan menentukan’ maka dapatlah kirakira berkat apa yang akan dilimpahkan kepada Pomparan Naipospos di masa depan, misalnya:

A. Raja-raja dari sipitu marga Pomparan Naipospos beserta semua pomparan yang hadir akan memanjatkan doa kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta agar diberikan berkat-berkat berkelimpahan. Kalau jaman dahulu disebutlah ini sebagai ‘Martonggo’ yaitu secara ritual berhubungan langsung dengan Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Di zaman nabi-nabi orang Jahudi seperti Nabi (Raja) Daud dan  Nabi (Raja) Sulaiman yang agung itu, dalam hal memohon kekhususan dari Tuhan berlaku juga hubungan-hubungan dengan Tuhannya secara sakral seperti ini dan meminta seorang nabi agung untuk mengundang Tuhan itu hadir.

Makna ‘doa’ dalam wujud langsung berhubungan dengan Tuhan Pencipta Alam Semesta sebagaimana yang akan berlangsung pada Pesta Jubeleum ini tidaklah sama dengan ‘doa’ yang sering dicetuskan oleh seseorang dengan rentetan permintaan bertubitubi bagaikan muntahan peluru mitraliur dan bahkan tanpa disadari menyuruh tuhannya memenuhi semua kebutuannya dan menempatkan tuhannya itu seolah babu dan pesuruh atas kemauannya.

Doa khusus yang akan dipanjatkan di Dolok Imun pada tanggal 29 Juni 2008 adalah ‘doa’ berupa perjanjian yang termateraikan antara Pomparan Naipospos dengan Tuhan Pencipta Alam Semesta. Kalau perjanjian yang termateraikan tentu saja kedua belah pihak yaitu Pomparan Naipospos dan Tuhan harus memenuhi syarat-syarat yang termateraikan tersebut. Kalau syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Tuhan Pencipta Alam Semesta sudah pasti ‘BERKAT-BERKAT YANG BERKELIMPAHAN’, sementara syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Pomparan Naipospos hanya Pomparan Naipospos sendirilah yang tau. Kalau syarat-syarat dari dua pihak ini ada yang tidak terpenuhi maka dapat dikatakan ‘Perjanjian yang termateraikan itu’ disebut ‘batal demi…….’

B. Pomparan Naipospos mungkin akan meminta legitimasi atas Bonapasogit Naipospos ini dari Raja di Pemda Tapanuli Utara. Legitimasi ini tentu akan disambut oleh Pomparan Naipospos untuk mendirikan kembali sebuah Huta Naipospos. Di zaman kemuliaan Naipospos dahulu bahwa sebuah Huta tentu harus berdasarkan perhitungan-perhitungan Ilmu Parumaon Batak kuno. Kalau di Cina terdapat yang disebut ‘The Forbiden City’ yang hitungannya berdasarkan ilmu Feng Sui maka Batak-pun demikian.

Mujizat pun datang dan Huta Naipospos pun ada di Dolok Imun. Sewaktu memasuki Huta Naipospos maka kita akan melewati sebuah lapangan rumput yang disebut bahal dimana ternak kerbau yang dimiliki Naipospos berkeliaran mencari makan. Dalam legendanyapun diceritakan bahwa dahulu apabila kerbau-kerbau Naipospos manguge maka Aek Sigeaon pasti keruh. Sekarang ini Aek Sigeaon tetap keruh walau tak ada kerbau milik Naipospos yang manguge di kawasan hulunya.

Ketika melewati bahal maka kita akan sampai di harbangan huta dimana di kiri kanan harbangan itu terdapat sopo yang tak berdinding dimana para muda-mudi biasanya bercengkerama memainkan gitar Sipoholon.

Sesaat memasuki Huta Naipospos yang dikelilingi oleh benteng gundukan tanah setinggi sekitar 1,5 meter yang ditumbuhi oleh pohon-pohon bambu berduri yang dimaksudkan sebagai pertahanan dari serangan musuh dan menangkal terpaan angin. Disebelah kiri setelah memasuki harbangan yang disebut daerah Jabu Suhat terdapat jejeran ruma (Rumah Adat Batak) diantaranya terdapat juga sopo yang digunakan sebagai lumbung padi dan biasanya ditempati oleh marga boru Naipospos, kemudian disebelah kanan yang disebut daerah Jabu Tampar Piring terdapat jejeran ruma yang dulunya ditempati oleh para tamu-tamu raja.

Berjalan kearah dalam maka dikiri dan kanan kita temukan jejeran ruma yang disebut daerah Jabu Tonga yang biasanya ditempati oleh 7 marga Pinompar Naipospos. Kemudian lebih dalam lagi akan kita temukan ruma di ujung sebelah kiri yang disebut daerah Jabu Soding yang dulunya ditempati oleh keturunan Naipospos yang belum nikah.

Lalu disebelah kanan dalam huta terlihatlah ruma Raja Naipospos sebagai ruma parsaktian yang berdiri di daerah Jabu Bona dimana Raja Naipospos bertahta. Halaman yang luas diantara deretan ruma dikiri-kanan yang di arah harbangan disebut Talaga, sementara di daerah tengah disebut Pogu ni Alaman, dan disebelah dalam di depan istana Naipospos disebut Alaman Julu.

Demikianlah huta Naipospos di hamparan kaki Dolok Imun dengan rancangan yang memenuhi ukuran untuk melaksanakan pesta besar ‘horja’ bahkan ‘horja bius’ dapat dilangsungkan. Huta spesifik Batak ini tentu akan menjadi objek wisata yang akan meningkatkan pendapatan daerah dan menghidupkan kegiatan perekonomian masyarakat sekitar, disamping dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk hajatan pesta-pesta adat.

C. Legitimasi Pomparan Naipospos berlanjut kepada pengolahan lahan yang terlantar di hamparan kaki Dolok Imun. Disamping tanaman rakyat berupa padi sawah, padi darat, jagung, dan palawija, juga ditumbuhi tanaman produktif seperti kopi sigararutang, mangga, jeruk, apel, dan lain-lain yang dengan sendirinya bahwa Pomparan Naipospos ikut melestarikan alam yang mendukung program dunia yaitu Global Warming, daripada hanya ditumbuhi ramba-ramba, sampilpil, dan arsam. Duniapun akan melirik…….

D. Pinompar Naipospos pun memiliki wadah berbadan hukum yang mengelola Dolok Imun dan hamparan lahan yan luas itu. Perjanjian dengan Tuhan yang termateraikan itu akan membawa ‘berkat-berkat berkelimpahan’ Amin.

Pada masa Tapanuli Utara masih satu sebelum ada pemekaran sudah terdapat penduduk miskin sebanyak 5.626.569 jiwa berdasarkan SUSENAS tahun1984. Pada saat Tapanuli Utara setelah pemekaran hanya berpenduduk sebanyak 262.642 (dua ratus enam puluh dua ribu enam ratus empat puluh dua) jiwa berdasarkan pendataan April 2003. Kalau melihat data ini maka kita akan bertanya; Kemana hilang penduduknya?

Pada tahun 1956 Kabupaten Tapanuli Utara dipecah menjadi dua yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi. Pada tahun 1998 Kabupaten Tapanuli Utara dimekarkan (diciutkan?) menjadi dua lagi yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tobasa. Pada tahun 2003 Kabupaten Tapanuli Utara diciutkan lagi menjadi dua yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Tapi walaupun Kabupaten Tapanuli Utara yang sejak tahun 1956 sudah dipecahpecah kok bisa penduduknya hanya berjumlah 262.642 jiwa di tahun 2003? Kemana perginya? Ternyata penduduknya mutasi ke lain daerah mungkin karena tak adalagi tanda-tanda kehidupan di Tapanuli Utara yang ibarat kertas peta sudah dikoyak-koyak tersebut.

Lalu, kalau penduduknya hanya tinggal sedikit dibanding hanya penduduk miskin yang 5.626.569 jiwa di tahun 1984 maka dapatlah dipastikan penduduk Tapanuli Utara yang 262.642 jiwa di tahun 2003 sudah pasti MISKIN. Argumentasi lain yang memastikan penduduk Tapanuli Utara miskin adalah bahwa jumlah banyak penduduk yang migrasi ke daerah lain itu tentu saja yang lebih berkemampuan dayasaing di daerah lain sementara di daerahnya Tapanuli Utara mereka tidak berpeluang untuk maju atau memang sudah mereka pastikan tidak bakal ada kemajuan bagi mereka karena memang tidak ada iklim yang memajukan mereka. Tragis…..

Sipoholon adalah wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kecamatan Parmonangan di Utara, Kecamatan Andiankoting di Selatan, Kecamatan Tarutung di Timur, Kecamatan Parmonangan di Barat, Kecamatan Pagaran di Barat Daya seharusnya dapat menjadi pusat kegiatan perekonomian untuk 5 kecamatan yang mengelilinginya. Sipoholon sebagai satu diantara 15 kecamatan di Tapanuli Utara berjumlah penduduk 20.409 jiwa atau sekitar 7,8% dengan luas wilayah 189,20 km2 atau 5% dari luas wilayah Kabupaten Tapanuli Utara yang 3793.71 km2 , tentu pula semuanya miskin. Kok bisa miskin…? Luas lahan sawah di Kec. Sipoholon adalah 1.100 hektar yang dikelola oleh 4.383 Kepala Keluarga (KK) atau dengan ratio kependudukan sekitar 4,65 jiwa/KK, atau penguasaan sawah sekitar ¼ ha/KK.

Apabila produktifitas sawah dianggap sama dengan sawah unggulan di Sumatera Timur seperti Deli Serdang yang mampu menghasilkan 4 ton gabah/ha, maka di Kec Sipoholon akan menghasilkan rata-rata 1 ton gabah/KK yang setara dengan sekitar 600 kg beras untuk menghidupi 4,65 Jiwa/KK, atau sekitar 129 kg/jiwa. Oleh karena sawah di Sipoholon bermusim tanam 1 x dalam setahun maka produksi 129 kg/jiwa tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan setiap jiwa dalam setahun atau kira-kira 0,35 kg/jiwa/hari, atau 3,5 ons/jiwa/hari. Padahal untuk satu orang di kampung membutuhkan minimal 2,5 ons per sekali makan untuk mampu memenuhi kalori hidup dalam sehari yaitu untuk memenuhi kalori kerja, beraktivitas lainnya, dan juga kalori untuk mengatasi cuaca dingin. Padahal kenyataannya sawah yang digarap oleh setiap keluarga rata-rata tidak ada yang mengelola sampai 2.500 m2 (¼ ha)/KK. Untuk mengelola ladang dan kolam ikan tentu tidak adalagi energi mereka, bagaimana pula untuk mampu menyekolahkan anak? Bagaimana pula mampu untuk hidup sehat dengan pola makanan ‘4 sehat 5 sempurnah’? Bagaimana pula untuk kebutuhan sandang dan papan dimana dari 50 tahun kebelakang yang disaksikan bahwa perumahan masyarakat tidak ada yang berubah dan bahkan untuk mengganti lantai dan dinding yang sudah keropos sudah tidak mampu, apalagi untuk menyediakan jamban untuk MCK? Dan yang paling tragis bahwa mungkin institusi gereja dan rumah ibadah yang berlipatlipat lebih banyak dari jumlah desa sudah tidak lagi dikunjungi tuhannya untuk membina moral dan spiritual umatnya. Maka kalau mereka menyandang gelar ‘Peta Kemiskinan’, itu sudah menyangkut kemiskinan segala-galanyanya. Sungguh-sungguh sangat tragis……

Raja adalah panutan….., maka seorang raja di Tapanuli Utara yang menaungi kecamatan-kecamatannya seperti Sipoholon tentu harus mampu menyelamatkan rakyatnya dari kepunahan. Indikasi kepunahan sudah tampak dari berkurangnya jumlah penduduk dengan sangat drastis dari jumlah 5.626.569 miskin menjadi hanya seperduapuluh saja yaitu 262.642 semua miskin juga.

Dari 21 raja yang pernah berkuasa di Tapanuli Utara sejak merdeka tahun 1945 yaitu dimulai dari Bupati C. Sihombing, maka hanya satu dua saja putra daerah asli yang menjadi raja di daerahnya, apalagi raja dari Pomparan Naipospos sama sekali tak pernah ada. Jangankan untuk raja eksekutif, untuk menjadi raja legislatif saja tak pernah ada, kemana mereka pergi…? Ini adalah fenomena menarik yang perlu direnungkan walau hanya untuk direnungkan sekejap saja pada tanggal 29 Juni mendatang. Mungkin Pomparan Naipospos berpandangan: ‘untuk apa menjadi raja hanya untuk 200 ribuan rakyat? Atau buat apa menjadi raja untuk rakyat miskin? Atau karena memang belum ada yang pantas untuk menjadi raja?’.

Menjelang runtuhnya kewibawaan Raja Sisingamangaraja-XII Ompu Pulo Batu (1871-1907), sebenarnya ada pengalihan harajaon-nya kepada Raja Mulia Naipospos (Hutauruk) walaupun harajaon itu bersifat keagamaan (Parmalim) yang kemudian pamornya tenggelam ditelan semaraknya pergerakan menuju kemerdekaan di berbagai kawasan Indonesia. Syukur Parmalim masih ada eksis sebagai salah satu wadah pelestari habatakon yang dipimpin secara turun temurun oleh keturunan Raja Mulia. Pernah pula pada masa pemerintahan Sisingamangaraja-X Ompu Tuan Nabolon (1819-1841), Sisingamangaraja-XI Ompu Sohahuaon (1841-1871) sampai Sisingamangaraja-XII Ompu Pulo Batu (1871-1907) yang menerapkan opat harajaon yang dipimpin oleh raja yang disebut Raja Naopat untuk 4 wilayah di Tanah Batak.

Untuk wilayah Simalungun dipimpin oleh 4 raja maropat yakni marga Damanik, marga Purba Dasuha, marga Purba Tambak, marga Sinaga, dan salah satu dari raja maropat ini menjadi Raja Naopat yang langsung sebagai mewakili harajaon Sisingamangaraja di wilayah Simalungun.

Untuk wilayah Silindung dipimpin lagi oleh 4 raja maropat yaitu dari marga Hutabarat, Hutapea, Sitompul, dan Hutauruk (Raja Ela Muda) sebagai siahaan ni harajaon menjadi satu diantara 4 dari raja maropat yang menjadi Raja Naopat sebagai mewakili harajaon Sisingamangaraja di Silindung dan disebutkan beliau meninggal dunia pada usia 120 tahun. Pinompar Raja Ela Muda masih ada bermukim di Hutagurgur Sosor Sipoholon, dan menurut ceritanya banyak juga pemuda Hutauruk dari huta ini yang di culik Bonjol semasa Paderi, termasuk kakak Raja Ela Muda bernama Bona.

Kalau pada zaman sebelum kemerdekaan sudah ada raja pemerintahan dari pomparan Naipospos, kok setelah Indonesia Merdeka malah menjadi tak ada? Mungkin tongotonggo (doa) di tahun 1933 dan 1983 kurang begitu manjur atau memang ada perjanjian termateraikan yang tidak dipenuhi?

Di Sipoholon terdapat sejumlah 5.024 ha lahan layak sawah yang tidak diusahaai, Ada terdapat seluas 2369 ha lahan ladang yang sifatnya hanya diusahaai seperlunya saja sehingga tidak mampu mendukung ekonomi keluarga. Ada juga seluas 5763 ha hutan rakyat yang tak pernah dimanfaatkan bahkan kayu-kayu pinus yang ditanami 40 tahun lalu oleh generasi terdahulu telah habis ditebang dan dijual dengan harga Rp 150.000 – 250.000 per pohon dan penebangan tersebut tidak ditanami kembali sehingga terancam tandus karena topsoil menjadi tergerus habis. Sungguh besar potensi lahan yang seharusnya mampu menghindar dari gelar ‘peta kemiskinan’.

Disamping potensi pertanian yang masih mampu untuk memakmurkan, maka Sipoholon pun mempunyai bahan galian alam yang berpotensi besar. Jenis tanah hitam yang dulunnya digunakan untuk hudon tano masih terdapat di kawasan huta Simanungkalit. Penggalakan industri rumah untuk kerajinan gerabah ini tentu mengaktifkan kegiatan masyarakat sebagaimana terdapat di Pleret-Jabar.

Pemanfaatan pasir Aek Sigeaon yang tidak pernah habis-habisnya dan bahkan sekarang ini mengancam bobolnya tanggul akibat terjadinya pendangkalan oleh pasir di hilir sungai.

Pemanfaatan batu kapur di Huta Situmeang seharusnya mampu diolah menjadi industri keramik dan marble seperti di Padalarang-Jabar. Dan yang paling menggiurkan adalah potensi panas bumi di Siriaria untuk pembangkit listrik berkapasitas besar, disamping dapat juga dimanfaatkan untuk disalurkan melalui pipa sebagai heater untuk rumah-rumah dan hotel-hotel yang mendukung kepariwisataan sebagaimana hot spring water ini banyak termanfaatkan di Amerika dan Eropa.

Potensi wisata dan hasil hutan seperti getah haminjon juga belum termanfaatkan. Mungkin Pomparan Naipospos akan mengatakan “Darimana uang untuk mengelola itu?” padahal barusaja mereka katakan teken kontrak dengan Tuhan, dan tuhanpun pasti tak ingkar janji! Mau apalagi…… Maha Pencipta cukup bermurah hati menyediakan tempat yang alamnya kaya seperti Sipoholon.

Mudah-mudahan ‘Pesta Jubeleum 75 Taon Pomparan Naipospos’ yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2008 pukul 10.00 WIB di Parhutaan Lobu Sibabiat, Dolok Imun, Kec. Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara, Indonesia akan berlangsung semarak, khusuk, menyenangkan dan yang terpenting segala doa-doa harus menjadi kontrak termateraikan dimana Tuhan dan Pomparan Naipospos saling konsekwen. HORAS.

Oleh: Maridup Hutauruk



Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0

Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net
 

22 Komentar mengenai “ADA APA DI SIPOHOLON?”

  1. 1



     binsar marbun,

    aku sendiri tak tau dimana sipoholon…
    dimana dolok imun…? entah lah…
    yg ku tau cuma dolok sanggul…
    kampung ku di siantar… besar aku di siantar… merantau di batam

  2. 2



     parhuta-huta,

    Ba lao attong tu tarutung molo dung marhepeng

  3. 3



     sahat hutauruk,

    terima kasih atas Blog ini, Dengan adannya bLog ini sayA mengEtahui banyaK tenTang Naipospos Terimakasih…………….
    HORAS.,.,.,.,.,.,

    @ Admin
    Terimakasih atas kunjungannya, semoga naipospos online jadi tempat kita berbagi pengetahuan, sukacita, peluang dan kesempatan

  4. 4



     SAHAT HUTAURUK,

    Bagi seMua pinOmparni Angka Naipospos……
    Sesekali MaRi kiTa pulAng ke BonapAsogit sUpaya kitA daPat berKumpul daN bersIlah TurahMi,.,.,.,.
    okE datAng ya.,.,.,.,.,
    horas.,.,.,.horas.,.,.,horas,,.s,s,s,s,s,,s

  5. 5



     agustinus hutauruk,

    horas dihita pomparan ni naipospos!

    jolo martarombo majolo hita ate, ahu hutauruk lbn baringin no 14.natua-tuai tinggal disirongit bengkel margoar hiras hutauruk(Alm)
    terakhir sikkola di sman sipoholon, thn 1991.
    mungkin adong do ra dison dongan salenting ate.
    teman lama yang mungkin mengenal ttg saya, saya berharap bisa bertukar info, email,agusthut@yahoo.com,

    mauliate tusude, horas.

  6. 6



     paido simanungkalit,

    molo songon pandapottu.sipoholon adalah sangat pantas dibilang dengan taman wisata rohani,selain itu daerah surga karena apa,terbentang luas sawah dan ladang.kalau kita lihat dengan dijakarta ini,sangat banyak yang pengangguran,kelaparan,pengamen,banyak yang tangis,dll.jadi sipoholon itu tercukupi dengan makanan jadi kita pantas berterima kasih kepada Tuhan.
    saya putra sipoholon dari seminarium sipoholon
    jadi songon email paidokalit@ymail.com.jadi mangaratto di jakarta selatan.di PT.veas Indonesia

    mauliate tusude
    horas…horas…horas…

  7. 7



     PANDAPOTAN,

    SALAM KENAL,TU SUDE POMPARAN NI RAJA NAIPOSPOS ASA MARSIURUPURUPAN TU JOLOANON. HORAS

  8. 8



     PANDAPOTAN NAIPOSPOS,

    SALAM KENAL,TU SUDE POMPARAN NI RAJA NAIPOSPOS ASA MARSIURUPURUPAN TU JOLOANON. HORAS

  9. 9



     Fernando Hutauruk,

    Horas Horas Horas !!!

    Memang toho hian ma nidok ni Among Maridup ( manjou aha do au nuaeng ? au Hutauruk Lumban rihit no 13)
    Jadi memang molo lao hita tu akka na masa parjolo
    songon akka hata naung di baen gabe poda manang “panduan” dihabatahonta, massai godang sirimang-rimanganni hita akka pomparan ni Raja Toga Naipospos, termausk ma i di dalihan natolu,
    Somba marhula hula, manat mardongan tubu jala elek marboru.
    Alai dingoluta siapari nuaeng, nunga ro didia ta ulahon on ???
    Molo ta sukkunt u dirinta ganup marsada sada, boha do parniulaanta taringot tu si ?
    baru muse molo tasukkun secara kolektif, nunga sahat tu dia Naipospos menomba hula hula na ???
    Justru godang hian do naipospos nuaeng dang mamboto marga aha do hula hula ni oppu i,
    Paduahon muse, molo lao hita tu poda namandok “manat mardongan tubu” Boi dohonon holan hutauruk tu hutauruk, situmeang tu situmeang (dst) nama na mardongan tubu. ai nunga lancang pomparanni Raja i mangalap boru sian tonga-tonga ni dongan tubuna.
    Patoluhon muse, ima “elek marboru” apala on ma sada sahit naumbalga di hita pomparan ni raja i, ai dang ikkon apala boru tubu i asa boru,
    nunga piga hali tarbege au akka pamoruon ni Naipospos diboan tu pengadilan holan alani tano, hape kenyataan godang tano terbengkalai dang hona urus.. jadi holan alani patuduhon “harajaon” na do, asa songon na sangap manang jagar, hape dang disadari akka berena so sikkola ( anggo na mangan i beres do i)
    Na parpudi, ima di kehidupan rohani, nunga massai lemah, huparguru ma Among namandok sipata 4 gareja disada huta.. on ma sada indikasi paboa nunga moru sada niroha dohot rim ni tahi di pomparan ni Raja i. Boi ma hudokkon kejadian Gempa Tektonik 1986, jabu ni akka huta so dipadenggan dope, alai gareja nga gabe 4 ? dohonon na patujolohon harajaon ni Debata, mekkel ma iba. Hape sai sude do nian hita mangido “ajar” sian Tuhanta, alai dang tubu ringgas ni roha lao marsaor dibagasan Tuhanta, marminggu, partangiangan, manjaha Bibel dijabu.
    Boha do dapot hita “parsiajaran” na ta holsohon i ??
    Mangihut ma muse mengenai keinginan “isme” atik boi nian pomparan ni Raja i gabe songon uluan di hita. Tanpa kita sadari kita lah yg telah mengingkarinya, seandainya Pomparan ni Raja i gabe uluan, nunga adong “haradeon” di hita ??? Ai holan hasomalan na sai lao nama i, manarita, marungut-ungut, mengutuki dll.Sian pamotoanhu, apala godang do Pomparan ni Raja i na mampu… alai mulak muse songon “pandohan” ni Mesias i, Tumagon do gabe raja dihuta ni halak dari pada dihuta ni iba sandiri.. jadi on ma sada cambuk disiala na manghalomohon Pomparan ni Raja i gabe uluan tu joloan on.
    jadi mulak ma muse tu hadirion ta, baru ma secara kolektif, ai molo kampanye do holan satokkin i do i.

    Horas ma di pomparan ni Raja i disude luat portibion.

  10. 10



     Maridup Hutauruk,

    Mauliatema di komentarni anggi niba Fernando Hutauruk. Ahu sian Lumban Soit (Raja Simodom-modom) No. generasi 13 do tong. Artikel on nisurat menjelang partangiangan bolon di Dolok Imun di bulan Juni 2008, jala nisaksihon do acara i di tingki i. Adong do nian indikasi keinginan ni angka naung boi di parngoluanna songon menyumbang bibit jagung 5 ton sian Sarfi Hutauruk (anggota DPR-RI) dohot bibit eme 20 ton sian Jhony Allen Marbun (Anggota DPR-RI), dohot sian na asing. Alai nunnga lobi satonga taon saonari on dang adong binege penyaluranna di bonapasogit an. Dang apala binoto manang na botul do adong sumbangan i manang na naung gabe busuk do di panitia?

    Mansai maniak do nian ate-ate mamereng situasi di bonapasogit ta an alai ahama na boi tarbahen, holan roha niba dope na boi mandok prihatin, pelaksanaanna dang adong dope na tarida.

    Mauliate ma di hamu ala adong do pe tingki muna mengomentari angka situasi na adong na masa di bonapasogitta, jala molo gabe tamba do tu angka pambahenan untuk kemajuan hutanta, suatu langkah awal yang baik do i. Unang pola taharaphon na ingkon marpabue langsung saonnari on alai sai adong do gunani haduan di angka generasi berikut.

    Adong do beberapa artikel na asing hubahen di situs ta on na mungkin boi menyentuh pemikiran untuk bebuat sesuatu tu tano hatubuan ni angka omputa, asa boi suatu saat gabe songon tanah perjanjian ma bona pasogit i ta bahen. Rap mangalului na songon si Musa ma hita asa adong na manguluhon. Horas ma

  11. 11



     Holong Friendus LG,

    Namalo nampuna hata, naoto tu pargadisan

    Sai tong ma hita on tu pargadisan…………..!!!

  12. 12



     Fernando Hutauruk,

    Bah horas ma di Abang Maridup.. ai dida do abang maringanan saonari ??? molo au di Depok do abang maringanan.
    Jadi abang, mauliate ma diabang dohot diakka dongan naasing dope na sai tong mangaleon rohana lao patupahon hal2 na met-met pe, holan menyumbang pemikiran pe sipata nunga lobi sian mauliate dohonon, alai pos ni roha i do hinauli ni hajolmaon abang. Ba sebagai wujud na, tong ma hita marhaposan tu Amatta namartua Debata, sai anggiat buah pemikiran ni abang boi gabe parbue diganup namanguduti.
    Alai sian hajolmaon ma hita nuaeng namakkatai on abang, mansai maol, rikkot ni daging sipata alai holan roha diparguru na deba.
    Songon diau abang, nunga magap situtu be au molo sai ikkon nama mambahen “sipatupa” on tu huta, ai so marlaba na bisuk dihutaan abang,sipata do iba gabe sisurang molo dang domu tu nadiroha nasida i.
    Alai ndang na putus asa au abang dison. Holan mansiasati keadaan nama, I do molo didok hape bisuk i sipata dang na ikkon sai monang dipardoppahan haha ironis do memang,alai saonari songon siasatna hudalanhon , akka gelleng ni parhuta nama na sai niondihon diparserakan on, ni poda2an, ni ajar2an jala semampu niba molo boi pinatupa kesempatan dinadeba, anggiat gabe songon pioneer diakka tinodohonna diari namangihut.
    Songon sada ilustrasi dah abang, molo rutin hita manongos tu sada sada keluarga dihuta, gabe pasituakna do on dietong, manang gabe tubu losok mula-ulaon, ai sikkop do pasi balanjo saminggu tongosan on, manang gabe sigaretna do naik sian commodore gabe marlboro hahaha, Adong sada tudos tudos di au abang, tu ambar na adong aek na do paturunon dekke nametmet asa magodang, ai molo ambar na so maraek, manang beha pe tau mate do dekke i.
    Jadi akka parsikkola na baru tammat sian hutaan, ta jou tu jolonta, ta ajar2i asa prihatin, tabah, berdaya juang tinggi, dang cengeng.
    Jala dang dung hea adong doli2 sian jolokku pintor karejo dibagasan sataon, somal do jo hu paida ida nanggo apala 2 taon asa haru tarida kesabaranna, keprihatinanna, daya juang na.
    Ai sipaat alani burju na marbere, manang martulang naposo, jala pinatangi tangi holso ni iboto, lae manang inang bao niba, gabe sai ni hudus patujolohon bere manang tulang naposo manang anak ni abang niba, hape gabe hasisega, ai laput dang tarboto hian dope songon di akarakterna, gabe mambaen ila,
    ai somal na molo so sabar di ulaonna, pandapotan na met met olo sipata mambaen dang sabar di sada2 karejo, gabe ditinggalhon, lao muse mangalului karejo naasing, tong dang sabar , dungi ditinggalhon, molo pola 5 hali ibana maos pinda2 karejo, gabe do bolong 6 manang 7 taon so marlapatan, hape molo nipaida ida nanggo apala 2 taon, ihut nilean parsiajaran dohot akka sipasingot, lalu do karejona di sada perusahaan jala denggan karirna, ba jumpang muse tikkina ni orahon asa sikkola na diujungi ia na kuliah muse, manang na kursus2.
    Jala on do hupatikhon abang di ngolukku, manang na gabe tubu pe taho hansit ni roha sian akka abang,akkang, ito , lae , tunggane, inang uda, amang tua niba tu au, dang parsoalan i di au. Alai ba kenyataan do abang nungga piga2 naung sukses, gabe boi tong songon regenerasi lao lehonon estafet mangajari akka nabaru ro muse sian huta.
    Jadi on nama tumikkos anggo diombason abang menurut au. Anggo na dihuta i do abang, sai laos ma ditangihon Tuhanta pangidoan nasida,, ba sae ma holan bulan 12 i nibaen kewajiban songon pasi kue tahun baru na, tamba ni i muse, ba parubatna molo tung jumpang dibagasan sahit. Ai anggo nileon pasi baju sikkolana, songon na hudok i do, gabe di orui do ari2 na mula-ulaon, ai nang boha adong do pasibaju ni ianakkon na molo masuk sikkola.
    On songon saran sian au tu akka dongan na marhais martuduk diparserahan on.

    Horas’

  13. 13



     Tulus,

    immatutu

  14. 14



     Janry Haposan U. P. Simanungkalit, SSi., MSi.,

    Sangat dibutuhkan komitmen yg kuat (bukan basa-basi) untuk membangun Sipoholon menjadi Daerah yang benar-benar dapat kita banggakan bersama. Untuk itu, diperlukan hasadaan ni roha seluruh Pomporan Raja Naipospos, dengan segenap Potensi & Kekuatan yg ada mari kita bangun bersama Sipoholon dengan berlandaskan pada ketulusan & kecintaan pd Bona Pasogit.

    Nb: Tolong Naipospos Online Care & Facilitate this Raw Idea. TVM

  15. 15



     Parhuta-huta,

    @ Janry Haposan U. P. Simanungkalit, SSi., MSi.,

    Maklum ma hamu amang, ummura do marbasa-basi online on daripada mangulahon.

    Sipata do hami napogos on gabe tiga-tiga ni akka namalo manang na pamalo-malohon. Hami napogos on boi do gabe dalan ni namalo gabe mamora manang na gabe berkuasa.

    Di dok akka natua-tua Namalo nampuna hata – Naoto tu pargadisan, so binoto andigan ro na mangulahon sian asi ni roha, holan na malo mambuat roha do na ro tu hamion

  16. 16



     dortina harianja,

    sipoholon keren a8i5,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!

    pa la9i tempat permandiany………………
    pokoky kren a8iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis deh

  17. 17



     rani hutauruk,

    no place more peaceful than sipoholon,,, I love it so much….I\’ll never forget forever……let\’s we all the young generation build up sipoholon since now…belajar dan bekerja keras yuk.. tingkatkan tali persaudaraan tapa bukan bararti ikutan KKN loo…horas sipoholon…

  18. 18



     Agave Si8tinjak,

    Sipoholon adlh yg trbaik…
    bagaimana pun keadaan sipoholon,ttap akan mjd kota kelahiran yang takkan terlupakan…sipoholon kan bangkit!!!!!

  19. 19



     Krabil Hutauruk,

    Buat : Angginiba Fernando Hutauruk
    Dung hujaha do suratmon mansai borat do dibaen ho persoalanna tu akka keluargata na ro sian hutata, adong do halak na bijak mandok \" Jangan membandingkan kekurangan/kelemahan kita pada kelebihan orang lain dan jangan membandingkan kelebihan kita kepada kekurangan orang lain jala halak batak mandok Manuk sibontar andora ! Alana sude on ada masanya \" INDAH PADA WAKTUNYA \".
    Jadi na apala hupikkiri sian hatorangan mi Ima : Ndang pola sai kirimon be Hepeng tu Huta sae holan Natal dohot Tahun Baru. Molo ahu mamereng Lumban Rihit dohot hutata Partangga adong rasa prihatin jala adong rasa bangga. Boasa hudok songoni prihatin siala ndang apala adong perkembangan di sude aspek kehidupan tong dope tarulang akka tano, cara pengolahanna tong songon na jolo, jala na parsikkola pe boi etongon dohot jari termasuk ma ianakkon ni akka dongan tubuta na di perserahan ( Pinompar ni A. Hapaltua ) Otik jolmana alai ndang adong na gabe boi sisukkunon . Hudok adong rasa bangga ala ndang pola adong akka panaritaon, ndang adong dope gabe pangido-ido, ndang adong na sai mansusai boi ma dohonon benget di hapogoson .
    Na paling lungun rohaku, ndang adong boi hita masipaleanan roha, ala ndang adong eksis mardalan punguanta khususna na Jabodetabek, jala asa diboto ho anggia, holan punguan ni A. Hapaltua ma na so mardalan nian adong do punguan ni A. Hapaltua alai holan sa oppu jadi sihol do rohakku disi. Akibatna aha ma namasa di hita ? Komunikasi Macet, Informasi mandek, beha ma boi hita mamikkiri Hutata pajumpang laho martukkar pikkiran pe sulit.
    Jadi anggia molo boi sisahon ma jolo waktumu, pikkiranmu, Gogom laho pamajuhon pinompar ni O. Hapaltua na adong di tano parserahan on. Asa boi satahi hita laho mamikkiri Lumbanrihit, Hutabagot, Peanajagar, Partangga, Jala unang mandele ho mangurupi tu huta, jala ingotma ianggo akka keluarga na ro sian hutata, nungga adong karakterni sandiri, jala balga do potensi na dilehon Tuhanta tu ganup na tinompana .Dukung ma halaki mengembangkan potensi nai asa mamparbue haduan.
    Horas ma, anggiat hatanta on lam marguna muse.

  20. 20



     m. situmeang,

    horas tano batak.
    horas sipoholon huta hatubuan.

  21. 21



     A. Naipospos,

    Horas Tano Batak

    Jujur dang hea dope ahu mulak tu huta ta, alai molo rohaki sae naeng mulak tu huta asal hi ima Sipaholon, ahu Naipospos Simanungkalit No. 15, tinggal di Pekanbaru, Riau.

    Horas Sipoholon.

  22. 22



     Maridup Hutauruk,

    @agustinus hutauruk, dortina harianja, rani hutauruk, Agave Si8tinjak, m. situmeang, A. Naipospos

    Sahali-sahali mulak ma jolo hita tu Sipoholon i, paling tidak alogo na sian i gabe hosa na imbaru dihita, jala paling tidak muse uap na i boi longkot di dagingta be. HORAS MA TU HITA SASUDENA. GBU


Form Penulisan Komentar

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru