Siapakah Tuhan itu?

Oleh: Hotman Jonathan Lumbangaol, Upload 19 Desember 2007

Jika semua orang ditanya tentang Siapakah Tuhan itu, mungkin jawaban akan beragam. Pengalaman setiap orang tentang Allah pasti tidak sama jawabnya. Menurut almarhuma Mother Teresa, Allah itu ada di wajah orang penyakit kusta, ada pada orang-orang miskin-itulah pandangan seorang pekerja sosial yang mengabdikan dirinya pada kemanusian di Calcuta, India.

Ada satu kisah untuk mengajak pembaca tentang Siapakah Tuhan itu? Seorang hamba Tuhan, dan memimpin sebuah lembaga sosial, dia suami yang punya jabatan karier di sebuah perusahaan. Menurutnya, ia mengalami berbagai tegoran dari Tuhan-karena hidupnya yang aut-autan. Ada sebuah momen, dia berbalik arah 180 derajat. Lalu dengan sepenuh hati, sepenuh waktu, dia melayani Tuhan. Di mimbar, ia sungguh lantang dan emosional memberitakan tentang Tuhan. Hidupnya berubah total, dia sungguh-sungguh bersyukur atas kasih anugerah Tuhan, yang telah mengubah hidupnya. Dan dia tidak mau jatuh kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu dia terus-menerus memberitakan Firman Tuhan. Menurutnya itulah yang mengubahnya-ia bersaksi bertemu Tuhan.

Lain lagi kisah tentang satu keluarga, cerita hubungan ibu dan anak bernama Stephen. Stephen mengatakan hubungannya dengan ibunya dipulihkan setelah ia melihat video kesaksian seorang putri di GodTube. Seorang putri berontak pada ibunya, tetapi ibunya telah menyelamatkan dia dari narkoba lewat kesabaran ibu menegor anaknya berubah. Kisah yang agak mirip tetapi berbeda tentang pemberontakkan anak kepada orangtua. Kisah ini malah menekankan Tuhan-lah yang berkarya, padahal ibu yang berperan. Kontroversi tetapi menarik untuk dicari tahu.

Di Negara-negara Barat diakui bahwa bapak filsafat dan gerakan pendidikan modern sejak zaman Sokrates (470-399 S.M.) mengajar bahwa setiap manusia memiliki di dalam dirinya suatu tuhan dalam tanda petik (kebenaran). Mencari Tuhan, sebenarnya hanyalah semisal dokter yang aktif menolong orang hamil, namun untuk melahirkan tetap saja dilakukan oleh seorang wanita hamil tadi.

Sastrawan Prancis Jean Jacques Rousseau (1712-1778), sebelum Revolusi Prancis, yang berpesan bahwa mencari Tuhan itu tidak benar. Ia menjadi seorang pemikir bebas yang tidak mau diikat oleh isme-isme. Ia berada pada titik, tidak percaya ada Tuhan, tetapi dalam perjalanan hidupnya. Namun ada ruang waktu, ia menyadari kekeliruan-nya, bahwa ia kembali mengakui Tuhan itu ada. Terlalu sepi hidup ini jika tidak ada Tuhan. Jean Jacques Rousseau berkomitmen setelah lama berselancar dengan dunia filsafat, sains, teologia, hingga akhirnya sastra dianggapnya Tuhan. Ia mempertuhankan sastra. Pertobatannya bukan karena bapak Katolik atau kakeknya Protestan.

Demikian juga, Karl Marx dulunya Kristen-kemampuan logika sosialis menyeretnya jatuh terlalu dalam, hingga akhir hayatnya ia meninggalkan agama Kristen yang sudah dianut kakek-moyangnya. Charles Darwin bertahan pada pendapat yang salah-membuat sensasi demi popularitas. Hal itu juga dikejar Dan Brown dalam novel-novelnya Da Vinci Code, kisah yang menelusuri tentang cawan suci, membalikkan fakta demi popularitas.

Tentulah ada beberapa pendapat tentang Siapakah Tuhan. Dari situ tumbuhlah pemahaman tentang Tuhan dan penghayatan yang berbeda-beda menurut agama dan aliran setiap manusia. Alkitab, Al-Quran, Veda, dan kitab suci lainnya menolong manusia memahami Siapakah Tuhan menurut masing-masing.

Tuhan menurut Kristen

Aliran pentanisme salah satu aliran berasal dari Barat. Menurut aliran ini wujud tuhan berbentuk benda materi-tuhan berbentuk materi itu tidak jelas dan samar diajarkan pentaisme. Tuhan datang seperti benda, maka manusia harus malu berbuat kesalahan karena tuhan

Namun, menurut teologia Kristen: Tuhan adalah Alfa dan Omega artnya yang awal dan yang akhir.Tuhan satu-satunya kebenaran. Tuhan-lah yang datang mengambil rupa menjadi manusia. Ia maha hadir tetapi tunggal. Menurut nabi Zakaria di Perjanjian Lama bahwa Tuhan adalah Tuhan yang bertindak dalam sejarah. Tuhan yang bergerak, Tuhan yang benar-benar prihatin dengan pergumulan hidup manusia. Tuhan bukanlah hanya kuasa transenden, kuasa yang melihat dari langit. Dia juga terlibat dalam sejarah manusia, Dia adalah Immanuel, Tuhan beserta kita, Dia Immanen, Dia tinggal bersama kita, Dia tidak terjangkau pikiran.

Jadi, kontroversi mengapa Tuhan menjadi manusia sebenarnya tidak terlalu luar biasa. Alasannya, manusia telah jatuh kedalam dosa. Maka Tuhan menyuruh Yesus kepada manusia berdosa. Untuk menerangkan hal ini, penulis mengingat kotbah Dr Petrus Oktavianus ketika beliau diundang para ulama di Jawa Timur berdialog tentang Siapakah Yesus itu?

Satu ulama di forum itu menanyakan ke pendeta Oktavianus tentang ketidak-setuju-an mereka Yesus juga Tuhan. “Kami sebenarnya percaya Isa Almasih ada. Tetapi tidak percaya Yesus itu Tuhan,” Oktavianus menjawab sederhana dengan ilustrasi. “Bapak-bapak percaya bahwa Tuhan itu maha pencipta,” dijawab serempak setuju. Ia kemudian melanjutkan. “Bapak-bapak juga percaya Tuhan itu maha kuasa, pencipta langit bumi dan segala isinya”? Dijawab mereka percaya. Kalau demikian tidak terlalu sulit untuk mempercayai bahwa Allah menjadi manusia mengambil rupa dan dilahirkan oleh dara Maria. Meciptakan langit dan bumi pun Tuhan tidak sulit, apalagi hanya berinkarnasi menjadi Tuhan. Jadi, Tuhan menjadi manusia tidak terlalu luar biasa, lebih sulit diterima pikiran jika Tuhan berinkarnasi menjadi lembu. Bukankah Tuhan itu maha kuasa? Satu jawaban yang sederhana tetapi mengena.

Jadi, soal siapa Tuhan itu-masing-masing kita diberikan ruang, dan hak untuk membuat keputusan. Atau Anda juga dapat melihat dan mendengarkan kotbah para hamba Tuhan atau berpengalaman mengikuti kisah di acara GodTube, atau melihat kotbah melalui internet?

Menurut penulis, kebenaran tidak ada pada agama-agama, dan satu pun agama tidak ada yang mengerti Tuhan. Kebenaran hanya pada Tuhan dan kebenaran manusia adalah kebenaran usaha-pembenaran manusia. Teologi Kristen dengan tegas mengajarkan Tuhan mengambil inisiatif mengenalkan diri kepada manusia. Tuhan yang mencari manusia, bukan manusia mencari Allah. Jadi menurut Anda seperti apa Tuhan itu, terserah-kita bebas memilih.



Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0

Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net
 

9 Komentar mengenai “Siapakah Tuhan itu?”

  1. 1



     RIKI IMARA RITIAU,

    Yesus adalah Tuhan..??? Sederhana saja, Hidup & Mati adalah milik SIAPA..?? Jawabnya TUHAN. Tertulis di alkitab bahwa YESUS dapat membangkitkan orang mati & YESUS bangkit dari KEMATIAN. Ia berkuasa atas KEMATIAN. Karena ROH ALLAH menjadi manusia,…yaitu YESUS. Ia hadir tdk melalui persetubuhan, ROH ALLAH dapat menciptakan Alam Semesta & isinya, Ia PASTI sangngup menciptakan YESUS & masuk kedalam YESUS agar bisa merebut manusia dng memberitakan INJIL ALLAH. Bahkan ROH ALLA melalui YESUS rela mati di kayu salib untuk mengambil alih DOSA manusia.

    >>>>> Admin
    Tapi sayangnya, meskipun kita sudah pada tau tapi bukan berarti kita pada mau melaksanakannya, habis…! enakan jadi orang berdosa (untuk saat ini x)

  2. 2



     Rudi J Hutauruk,

    @ Admin,
    Toho mai tutu,
    ai tu hita angka pardosaon do parroni Yesus,
    ndang na tu na so mananda dosa…

    >>>>> Admin
    Molo orang suci iba godang do tantangan, hape molo pardosa iba godang do kesempatan, didia tumabo memanfaatkan kesempatan manang melawan tantangan. Alai alani hapogoson ma dohot na hurang malo ma nian mambahen hita gabe lam mardosa. Molo sonang ra parngoluon ta saonari on (songon na di surgo na nidok na i) ndang pola be hita ra mardosa i be. Laho tu surgo pe ikkon ber kompetisi do, di parngoluon pe tong do ikkon ber kompetisi, banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih, ala na adong do na talu asa adong pemenang, jala gumodang do natalu sian na monang ba dohot tu na rame ma iba, gumodang dongan sependeritaan ha ha ha ha . . . . !!!

  3. 3



     Hotman Jonathan Lumbangaol,

    Salam
    Horas ma tuhamu angka abang, appara hahanggi dohot napinariboto, tarlumobi ma angka na mananggapi tulisan on. Las roha molo adong na makkritik dohot na mambahen tanggapan.

    Sian
    Hotman J Lumbangaol

  4. 4



     lani,

    makasih yak tulang,,,,,

    udh maparin tuhan menurut kristen,,,,,

    hehehe,,,,

    kbtulan saya disuruh dosen bwt cri artikel ttg tu,,,

    kpn2 klu saya perlu hal laen bleh kan tanya tulang???

    hakz,,, hakz,,,,

  5. 5



     lani,

    hahah…..

    trima kasih ya tulang,,,,
    sudah publis artikel ” tuhan menurut kristen”

    kbetulan saya disuruh dosen bwt cri artikel tu,,,

    sekali gi makasih,,,,

    nnti klo saya bth hal lain blh kan tany tulang,,,?????

    hehehe

  6. 6



     Maridup Hutauruk,

    Secara umum: Manusia mengenal tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya termasuk manusia. Secara umum manusia mengenal tuhan yang menyediakan sorga bagi manusia yang mengikuti kemauannya. Masih tanda tanya siapa yang menciptakan neraka? apakah neraka diciptakan oleh tuhan juga?.

    Selanjutnya: Muncul agama-agama yang menyuarakan tentang tuhan. Masing-masing agama katanya menyuarakan tentang tuhan yang sama sesuai pengenalan manusia tentang tuhan sebagai maha pencipta dan yang menyediakan surga.

    Kenyataannya: Tuhan mempromosikan diri agar manusia memilihnya dan bukan memilih saingannya \’si setan\’, dan setan pun menjanjikan sesuatu kepada manusia.

    Kesimpulan:
    Ada dua kubu yang saling berkompetisi untuk dipilih oleh manusia, dan manusia adalah penentu bagi masing-masing kubu untuk menjadi pemenang. Artinya ada kemungkinan tuhan sebagai pemenang dan mungkin pula setan yang menjadi pemenang.

    Kalau ada dua kubu, tentu bukan satu kubu sebagai penguasa. Apa relevan lagi konsep kemahaan sebagai pencipta segalagalanya.

    Pertanyaan: Kalau kebaikan dengan takaran nilai normatif yang dikenal manusia sebagai takaran keinginan tuhan, lalu siapa yang menciptakan takaran nilai kejahatan? Kalu takaran nilai kejahatan diciptakan oleh manusia tentu dengan satu hembusan saja akan hapus oleh tuhan karena dia berkuasa atas ciptaannya, dan manusia-pun akan serta merta mengakuinya. Lalu, saat ini manusia sudah memiliki takaran nilai kebaikan dan kejahatan, tetapi toh tuhan tidak menghapus kejahatan itu? apakah tuhan juga yang menciptakannya? atau harus menunggu tanggal mainnya?

    Jawaban: Saya secara pribadi belum mampu menjawab, mungkin yang lain bisa…?

  7. 7



     Hojot Marluga,

    Salam
    Mauliate ma komandan masukkan mi. Porlu do hita diskusi mengasah nalar dohot haporseaon. Ahu pe sering do marpikkir ai toho do nuaeng jolma nasering mandokkon Tuhan mangatusi Tuhan?

    Mauliate
    http://marbunonline.blogspot.com (Media Marbun)

  8. 8



     Maridup Hutauruk,

    @Hojot Marluga,
    Mauliate ma, ai ahu pe ringkot do boi nian pajumpang hita mardiskusi alana mengagumkan do akka liputan dohot artikel muna. Molo adong tingki di bulan Nopember on ate! alana Desember on naeng melacak do iba di luar Jkt. Molo dang, ba taon na ro na ma i ate?
    Horas ma, GBU

  9. 9



     Hojot Marluga,

    Salam
    Mauliate.
    Boha, molo ari Kamis (20/11) hita pajumpang, alai molo boi di atas ni jam onom ma. Didia maha hita pajumpang? molo usul hu di Gramedia Matraman?

    Hotman J Lumbangaol


Form Penulisan Komentar

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru