SEMINAR RAJA NAIPOSPOS

PUNGUAN RAJA NAIPOSPOS DOHOT BORUNA

 

U N D A N G A N

 SEMINAR: PERSPEKTIF ADAT DAN HUKUM ADAT BATAK

 24 OKTOBER 2009

 ==============================================

 

Jakarta, Oktober 2009

Horas Tondimadingin Pir Tondimatogu.

Sebagai bentuk keperdulian sosial terhadap pelestarian Budaya Batak, kami akan menyelenggarakan Seminar Sehari dengan topic PERSPEKTIF ADAT DAN HUKUM ADAT BATAK,

Pada Hari: Sabtu 24 Oktober 2009

Jam: 08:30 WIB S/d selesai

Bertempat: Ruang LOTUS, Gedung JAKARTA DESIGN CENTER, Latai-6

Alamat: Jl. Jend. Gatot Subroto 53, Slipi – Jakarta

 

Kehadiran Bapak/Ibu sungguh merupakan suatu kehormatan sekaligus ungkapan kebersamaan sebagai Masyarakat Adat Batak. 

Atas partisipasinya terlebih dahulu kami ucapkan banyak terimakasih. 

 

Hormat Kami,

Brigjen Pol (Purn) Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH. / Ketua Umum Punguan Raja Naipospos                    

=====================================

Drs. Mindo Lumbangaol / Ketua Penyelenggara

  

Undangan harap dibawa

Berlaku untuk 1 (satu) orang

RSVP: Refan / Ika

021-31923233 / 3908153

 ===============================================

  

MAKALA SEMINAR

  1. PERGESERAN BUDAYA DAN ADAT BATAK, PENYEBAB DAN DAMPAKNYA, DR. Togar Nainggolan (Antropolog Budaya, Dosen UNIMED dan UNIKA St Thomas SumUt).
  2. EFEKTIFITAS, LEGITIMASI DAN PRESPEKTIF HUKUM ADAT SEBAGAI KONTROL SOSIAL  BAGI PELESTARIAN BUDAYA BATAK, DR. Barita Simanjuntak (Pakar Hukum Adat dan Dekan FH-UKI Jakarta).
  3. PERSEPSI DAN APRESIASI LEMBAGA PERADILAN TERHADAP HUKUM ADAT SEBAGAI HUKUM YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT BATAK. Prof. DR. Valerina Kriekhoff (Antropolog Hukum dan Hakim Agung MARI).



Info dari admin
Penyusunan Silsilah Naipospos Versi 1.0

Kami mengundang partisipasi Bapak/Ibu dalam menyediakan data silsilah dari generasi awal hingga generasi kita sekarang ini. Kirimkan data silsilah anda melalui email ke admin@naipospos.net
 

9 Komentar mengenai “SEMINAR RAJA NAIPOSPOS”

  1. 1



     Ricardo Parulian Sibagariang,

    Horas.

    Mauliate ma di hamu Amparaniba Maridup Hutauruk di boaboamuna on. Lumobi ma mauliate di Tuhanta.

    Anggiat ma tutu mardalan jala manjadi saluhutna sangkapsangkap di ulaon i hombar tu lomo ni roha ni Tuhan. Marhite ulaon i, sai lam sada ma rohanta bangso Batak jala lumobi gabe hasangapon di goar ni Tuhanta.

    Boti ma.

    Jalangjalang parhorasan sian ahu,

    RICARDO PARULIAN SIBAGARIANG

  2. 2



     februando Simanungkalit,

    Horas…!
    Mauliate ma di panitia na manggagas seminar on, sai anggiat ma mardalan dohot denggan. anggiat marhite seminar on dapot angka ide na brilian mambahen lam tudengganna anggka ulaon adat batak tu joloan on, jala lam menarik tu angka sundut naumposo tanpa merubah persfektip dasar adat batak. Molo tabereng paradaton di tingkion nunga lam dao bergeser sian adat na ni ulahon ni ompunta sijolo-jolo tubu, jala nunga lam membosankan. sotung gabe mago adat batakta nauli i. Horas

  3. 3



     Leopold P. Sibagariang,

    Horas ma di hita salahutna, tarlumobi panitia ni Seminar on.

    Marhite undangan on, sahat do tu hami barita taringot tu Seminar naringkot on. Molo dirimangrimangan puto ni panghataion annon tung mansai denggan do i. Alana hona situtu tu hadirionta songon sada horong ni halak Batak ima pomparan ni Ompunta Siraja Naipospos namaradat jala naumboto uhum.

    Molo tung pe so boi hami ro, tangiang dohot holong sian hami asa anggiat parbue ni ulaon (seminar) i mamboan parbue (parbinatoan) nalam bagas di hita namardongan tubu taringot tu adat dohot uhum, di tonga-tonganta nang ditonga-tonga ni natorop (masyarakat).

    Horas….horas….horas….!

  4. 4



     Aswin Manathing Halomoan Hutauruk,

    Mauliate matutu di Tuhanta. ai nunga sidung acara seminar i dohot denggan.

    Songon on ma kesimpulan naboi di tarik sian seminar i:
    Seluruh peserta yang diwakili oleh ketua marga se Jabotabek termasuk pembawa makalah Bapak Dr. Lintong Oloan Siahaan, SH, MH., Dr. Togar Nainggolan dan Dr. Barita Simanjuntak, sepakat untuk menggalang kekuatan yang dianggap bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat Batak di masa depan. Adapun kesepakatan tersebut akan diwujudkan melalui rencana pembentukan: LEMBAGA MUSYAWARAH MASYARAKAT BATAK.
    Mengingat pentingnya keberadaan LEMBAGA MUSYAWARAH MASYARAKAT BATAK tersebut hadir di tengah banyaknya terpaan arus moderenisasi dan globasasi, maka peserta seminar berharap agar masyarakat batak melalui para ketua yang hadir pada acara seminar tersebut untuk secepatnya melakukan sosialisasi tentang rencana pembentukan lembaga tersebut kepada seluruh anggota marga-marga batak yang ada di Jakarta sekitarnya.
    Untuk itu, perlu segera dibentuk TIM KERJA yang diharapkan dapat memfasilitasi pembentukan lembaga dimaksud pada pertemuan-pertemuan berikutnya, sekaligus sistem yang dianggap representatif bagi keterwakilan seluruh marga yang ada.

    Demikian notulen hasil Seminar Sehari tentang “PERSPEKTIF ADAT DAN HUKUM ADAT BATAK” yang diselenggarakan di Jakarta Design Center pada tanggal 24 Oktober 2009. Kiranya Tuhan memberkati kita semuanya, Amin.
    Mewakili Panitia,

    Aswin Manathing H. Hutauruk

  5. 5



     hardi hutauruk,

    Horas.
    Mauliate di haradeon muna mangalehon hatorangan/informasi.GBU

  6. 6



     Drs Parasian Simanungkalit SH,MH,

    Saya mengucapkan terima kasih atas inovatif sdrku membuka web ini. Saya selaku Ketua Umum Punguan Pusat Parsadaan Toga Naipospos Dohot Boruna, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Dalam Dokumen sebagai referensi yang ada pada saya dan untuk menjaga dan mempertahankan persatuan dan kesatuan Toga Naipospos, perlu saya sampaikan bahwa silsilah Naipospos sebagai berikut:
    TOGA NAIPOSPOS, mempunyai 2 putra yakni: 1. TOGA MARBUN, 2. TOGA SIPOHOLON. Putra dari Toga Marbun ada 3 : yakni, 1. Lumbanbatu, 2.Banjarnahor, 3.Lumban Gaol. Sedangkan putra Toga Sipoholon ada 4 yakni: 1.Sibagariang, 2.Hutauruk, 3.Simanungkalit, 4.Situmeang. Ini juga hasil Pleno Pengurus dan Natuatua Naipospos yang diadakan Hari Sabtu tgl 8 Nopember 2009 tempat di GPW Polri Jakarta Selatan. Demikian untuk pedoman buat kita semua, dan bila ada yang beda pendapat kiranya dapat menerima ini dan SALAM NAIPOSPOS. HORAS

  7. 7



     Maridup Hutauruk,

    @ Drs Parasian Simanungkalit SH,MH,
    Horas ma di ketua i; Sebenarnya kalau Pinompar Naipospos hanya membawakan tarombonya masing-masing sudah cukup untuk menjaga dan mempertahankan persatuan masing-masing. Akan tetapi ada banyak pemikiran yang mencoba mengambil tarombo dari atas yaitu dari Naipospos, maka tentu saja harus ada upaya untuk menyatukannya karena kenyataannya memang ada versi yang berbeda.

    Mencoba mengambil tarombo dari naipospos tentu mempunyai maksud tertentu? sementara tarombo yang dipakai oleh masing-masing marga sebatas dari marganya sama sekali tidak berkonflik ke marga lain di keturunan Naipospos.

    Apa pentingnya Tarombo Naipospos? karena semua marga-marga keturunan naipospos sudah memuliakannya masing-masing, sebagai contoh untuk konteks perkawinan saling ‘marsibuatan’.

    Tentu saya melihat ada kepentingan lain dari semua marga-marga Naipospos, yaitu; legitimasi tanah ulayat Naipospos di bonapasogit yang semuanya tentu setuju untuk kemaslahatan orang banyak terutama tentunya untuk pinompar Naipospos. Kepentingan lain adalah apabila kita memang perduli dengan Sejarah Naipospos untuk dibakukan. Diluar dari dua kepentingan ini saya kira tak ada perlunya untuk berusaha bersatu dalam wadah Naipospos, karena hanya di dua hal tersebutlah letak esensinya.

    Harus kita satukan dulu persepsi kepentingan Naipospos sebagai wadah bagi setiap marga-marga keturunannya. Kalau kepentingan ini belum mampu difahami oleh marga-marga keturunan Naipospos maka tak perlulah menentukan Tarombo Naipospos versi mana yang benar.

  8. 8



     Leopold P. Sibagariang,

    Terimakasih kepada Saudaraku: Drs. Parasian Simanungkalit, SH, MH,

    Saya tahu bahwa Saudaraku: Drs. Parasian Simanungkalit menjadi Ketua Umum pada saat partangiangan Toga Naipospos tanggal 29 Juni 2009 di Dolok Imun. Tentu tidak mudah memimpin hingga partangiangan bisa terwujud. Anda bersama saudara-saudara lain telah memberi hati, pikiran dan tenaga dalam seluruh proses hingga selesainya partangiangan tersebut. Ucapan terimakasih dan doa: semoga ketua dan semua panitia dilimpahi berkat Tuhan.

    Tetapi ijinkanlah saya memberi sedikit tanggapan & beberapa pertanyaan:

    1. Web site: Raja Naipospos
    Saya setuju bahwa saudara kita yang membuka web site ini pantas dihargai. Web ini telah memberi ruang berkomunikasi “bebas” diantara keturunan Naipospos. Pada masa lalu, komunikasi itu sanggat sulit karena tidak ada sarana yang relatif menjangkau bagi keturunan Naipospos yang sangat tersebar. Tentu bisa saja, ketiadaan komunikasi itu membuat atau membangun persepsi yang berbeda. Untuk itu, web ini membuka ruang membentangkan fakta-fakta dan pemahaman kultural, termasuk tentang tarombo. Mereduksi kembali ke suasana miskomunikasi merupakan langkah mundur dan sangat tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

    2. Dokumen
    Saudara Parasian menyebut bahwa dokumen merupakan referensi Anda. Saya hanya bertanya tentang dokumen: Apakah cukup dokumen sebagai sumber utama (referensi) pada suasana kultural yang didominasi tradisi lisan pada masa lalu? Siapa yang membuat dokumen? Siapa-siapa sumber penulis dokumen? Apakah pendekatan positivisme hukum pas (valid) dengan pemahaman tarombo?

    3. Mempertahankan kesatuan dan persatuan Toga Naipospos
    Substansinya tarombo yang dibentangkan dalam web ini, entah versi manapun, mengakui ikatan darah di antara pomparan Naipospos. Ijinkan saya bertanya, kesatuan dan persatuan Toga Naipospos mana dikhawatirkan? Apakah ada tarombo Naipospos yang tidak mengakui ikatan kesatuan dan persatuan pomparan Naipospos?

    4. Pengurus Pusat Parsadaan Toga Naipospos
    Menghargai usaha dongan tubu yang pasti sangat berkorban, perlu pemahaman yang sama diantara kita tentang Pusat Parsadaan Toga Naipospos. Karena itu ijinkan saya bertanya: Mulai kapan dibentuk Pusat Parsadaan Toga Naipospos? Dimana letak pusatnya? Bagaimana bentuknya, apakah hierarkis, ketok palu? Kalau demikian, siapa-siapa perwakilannya di daerah-daerah?

    5. Pleno Pengurus dan Natuatua Naipospos tgl. 8 Nopember 2009
    Ijinkan saya bertanya: Apakah pertemuan itu “mewakili” semua pomparan Raja Naipospos? Mungkin perlu juga kami tahu: Siapakah orangtua kita yang menyetujui tarombo yang disampaikan oleh Sdr. Parasian itu? Mengapa terjadi perbedaan: antara Sdr. Parasian dengan Sdr. Maridup yang juga melaporkan pertemuan itu?

    Kata orang, hangat istilah missing link dalam masyarakat kita kini karena banyaknya kepentingan yang mau ditutupi. Tapi saya kira, pomporan Naipospos jauh dari suasana istilah itu. Mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.

    Horas

  9. 9



     Leopold P. Sibagariang,

    Ralat: Yang dimaksud Partangiangan Naipospos di Dolok Imun di atas adalah tgl. 29 Juni 2008


Form Penulisan Komentar

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru