<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kearifan Menapaki Sejarah Seorang Naipospos dan Keturunannya</title>
	<atom:link href="http://www.naipospos.net/?feed=rss2&#038;p=90" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.naipospos.net/?p=90</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 09:04:15 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ani sianipar</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1586</link>
		<dc:creator>ani sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 02:55:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1586</guid>
		<description>Makasi banyak ito atas penjelasannya.tapi jujur,saya masih bingung.mungkin molo marga sianipar tu br.simanungkalit sudah banyak yang menikah.tapi masalah yang saya tanya:Apa akibatnya bila Marga Simanungkalit tu Br.Sianipar?karna ini pengalaman pribadi saya.ketika saya bertanya sama Uda saya tumagon marga tuan dibangarna ma huoli i drpd simanungkalit.Cukup parahkan to?masa sampe segitunya sih ito?Padahal hubungan darah atw keluarga dgn Simanungkalit ini ga ada sama sekali.Kalau ito bisa dapat info ttg pertanyaan saya,tolong dijelaskan ya ito.gabe adong ma attong hata sian iba songon on&quot;SUNDAT MA HAPE NAMARSIHAHOLONGAN ALANI PARTUTURAN&quot;mauliate godang da ito.mudah2an ada yang bisa memberi comment sian dongan na asing asa lam tamba parbinotoan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasi banyak ito atas penjelasannya.tapi jujur,saya masih bingung.mungkin molo marga sianipar tu br.simanungkalit sudah banyak yang menikah.tapi masalah yang saya tanya:Apa akibatnya bila Marga Simanungkalit tu Br.Sianipar?karna ini pengalaman pribadi saya.ketika saya bertanya sama Uda saya tumagon marga tuan dibangarna ma huoli i drpd simanungkalit.Cukup parahkan to?masa sampe segitunya sih ito?Padahal hubungan darah atw keluarga dgn Simanungkalit ini ga ada sama sekali.Kalau ito bisa dapat info ttg pertanyaan saya,tolong dijelaskan ya ito.gabe adong ma attong hata sian iba songon on&#8221;SUNDAT MA HAPE NAMARSIHAHOLONGAN ALANI PARTUTURAN&#8221;mauliate godang da ito.mudah2an ada yang bisa memberi comment sian dongan na asing asa lam tamba parbinotoan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maridup Hutauruk</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1575</link>
		<dc:creator>Maridup Hutauruk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 00:22:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1575</guid>
		<description>@Ani Sianipar. Sebutan ‘ito’ dalam Ruhut-ruhut Parhundulan adalah sebutan yang sangat umum dalam kekerabatan Batak. Dalam hal ini Ani Sianipar sudah cukup maju dalam pandangan Habatakon mengenai kesetaraan (tidak lagi mengadopsi pandangan leluhur tentang hubungan antara marga Sianipar – Simanungkalit – Hutauruk) - Bagus.
. 
Ada cerita lain diluar yang diceritakan di artikel ini yang saya ketahui dari seorang marga Sianipar bahwa istri Raja Sianipar (marga Sianipar pertama) adalah boru Naipospos (Hutauruk), kemudian Raja Patuat Gaja beristri boru Simanungkalit (boru naipospos juga), kemudian Raja Batang Buruk beristrikan boru Hutauruk.

Menurut WM Hutagalung bahwa marga Sianipar pertama adalah Patuat Gaja dan memiliki anak 3 orang yaitu Gr. Soaloon, Purbaraja, Dt. Tapak (berurutan); Sementara tarombo dari Yayasan Bonapasogit Indonesia menyebutkan bahwa anak Sianipar ada 4 orang yaitu Gr. Soaloon, Purbaraja, Dt. Tapak, Sibatang Buruk (berurutan).

Ada juga cerita legenda Boru Margidol (boru Simanungkalit) dengan Raja Sianipar (Patuat Gaja). Dikisahkan bahwa Boru Margidol sudah dijodohkan bapaknya dengan seorang raja tetapi Boru Margidol tidak suka kepada raja yang dijodohkan itu. Singkatnya dia bersedih, menangis dan menyendiri. Kemudian dia bertemu dengan Raja Sianipar yang menyapanya mengapa dia bersedih dan singkatnya malah Boru Margidol dan Raja Sianipar menjadi saling mengasihi. Singkat cerita lagi bahwa Raja Sianipar mendatangi Raja Simanungkalit untuk meminang Boru Margidol tetapi karena sudah ditunangkan kepada raja lain sehingga dia merasa berat untuk mengabulkan, namun agar tidak menyinggung perasaan maka Raja Simanungkalit membuat persyaratan yang berat yaitu agar Raja Sianipar mau memberi mahar seekor gajah. Oleh karena cintanya kepada Boru Margidol maka ternyata dia mampu membawa gajah kepada Raja Simanungkalit calon mertuanya, akhirnya Raja Simanungkalit merestui mereka menjadi suami istri. (Ini adalah sekelumit kisah Raja Sianipar menjadi Patuat Gaja).

Kelanjutan ceritanya, terjadi peperangan antara Raja Simanungkalit dengan raja yang dijodohkan sebelumnya, namun peperangan itu dapat dimenangkan oleh Raja Simanungkalit karena bantuan menantunya Patuat Gaja. Cerita inilah yang kemudian hari menjadi semacam sesuatu yang perlu diingat oleh keturunan Sianipar untuk berhatihati agar tidak mengikat janji dengan boru Simanungkalit. Disebutkan konsekuensinya bahwa pemuda marga Sianipar tidak boleh main-main mengajukan perikatan atau janji kepada boru Simanungkalit, sederhananya marga Sianipar tidak boleh mempermainkan boru Simanungkalit dalam urusan asmara menuju pelaminan, apabila dilanggar akibatnya berat, sebuah kondisi yang tidak terpikul. Sebaliknya keluarga marga Simanungkalit juga mendapat konsekwensi dari komitmen marga Sianipar, apabila pihak Sianipar meminang boru Simanungkalit, maka pihak Simanungkalit tidak boleh mengajukan mekanisme sinamot dalam tata cara menuju pernikahan sebagaimana dilakukan masyarakat Batak secara umum.

Pernah suatu ketika bahwa saya (kami) dihampiri oleh seorang tua marga Sianipar karena kebetulan bersamasama berada pada uduran Hula-hula/Tulang dalam sebuah pesta perkawinan. Sianipar (orangtua) ini mengatakan secara tegas; “Kami tidak akan ada marga Sianipar kalau tak ada Hutauruk.” Komunikasi ini tidak berlanjut karena saat itu sudah harus melaksanakan pemberian ulos kepada yang berpesta. Dalam hal ini kurang dapat dipastikan Sianipar parompuan mana yang dimaksud oleh siorangtua Sianipar ini. Beberapa kesempatan kemudian hari bahwa saya ada menanyakan kepada beberapa orang marga Sianipar tentang kisah-kisah yang berkisar hubungan antara marga Hutauruk, Simanungkalit dengan marga Sianipar namun saying ternyata tidak banyak marga Sianipar yang saya tanyakan ada mengetahui kisah-kisah tersebut.

Melihat penjelasan-penjelasan di atas, termasuk yang ada di artikel memang ada hal-hal yang kontradiktif disamping ada juga yang berkaitan, dan hal ini yang saya ketahui belum ada yang membenarkan cerita mana yang paling benar. Mohon maaf kalau saya menceritakan marga lain, karena di situs kita ini adasaja yang berasumsi seolah berpantang menceritakan marga lain, akan tetapi saya mencoba memberitahukan apa yang saya ketahui.

Mengenai yang dipertanyakan oleh ito Ani Sianipar secara pribadi dapat saya jelaskan bahwa:

1. Prinsip adanya marga-marga adalah untuk membuka sekat-sekat pantangan hubungan perkawinan sedarah. Kecuali ada padan yang berlaku diantara marga-marga yang berhubungan.
2. Adanya marga-marga bagi orang Batak adalah berdiri sendiri-sendiri diatas kemuliaannya membawakan marga masing-masing. Secara teritorialpun setiap marga memiliki otonomi wilayah sendiri-sendiri. Oleh karena itu setiap marga adalah wujud dari sebutan ‘raja’ dimana marga-marga lain harus saling menghormatinya dalam kesetaraan sesame raja-raja.
3. Falsafah kekerabatan Dalihan Natolu menjamin kesetaraan dimana posisi Hula-hula-Dongan Tubu-Boru saling bergulir menuju kesetaraannya. Satu marga tidak mesti menjadi boru selamanya, atau menjadi Hula-hula selamanya.
4. Dalam konteks marga Sianipar marhula-hula kepada Simanungkalit atau Hutauruk adalah dari pangkal marga-marga itu, artinya secara umum marhula-marboru, artinya dalam pemanggilan partuturan dan sikap selayaknya memang demikian, tetapi untuk hal-hal khusus yang berhubungan dengan perkawinan, saya hanya mengetahui seperti yang dilegendakan akan ada konsekwensi baik bila laki-laki Sianipar dengan perempuan Simanungkalit, atau sebaliknya? 
5. Sepertinya legenda ini berpengaruh besar secara psychology bagi marga Sianipar dan Simanungkalit. Sebab akibat yang bersifat gaib tersebut memang sulit dijelaskan secara logis. Dan memang saya belum mengetahui perkawinan antara marga Sianipar dengan Simanungkalit, akan tetapi marga Sianipar dengan boru Hutauruk (Mangain boru; ref. http://batakone.wordpress.com , judul SAKTI MARGA) sudah ada yang saya ketahui dan mereka gabe (maranak-marboru).

Demikian yang dapat saya jelaskan menurut sepengetahuan saya saja. Mungkin ada penjelasan lain yang lebih rinci dari pengunjung yang budiman yang dapat menjadi jawaban yang lebih pas, silahkan menanggapinya. Horas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ani Sianipar. Sebutan ‘ito’ dalam Ruhut-ruhut Parhundulan adalah sebutan yang sangat umum dalam kekerabatan Batak. Dalam hal ini Ani Sianipar sudah cukup maju dalam pandangan Habatakon mengenai kesetaraan (tidak lagi mengadopsi pandangan leluhur tentang hubungan antara marga Sianipar – Simanungkalit – Hutauruk) &#8211; Bagus.<br />
.<br />
Ada cerita lain diluar yang diceritakan di artikel ini yang saya ketahui dari seorang marga Sianipar bahwa istri Raja Sianipar (marga Sianipar pertama) adalah boru Naipospos (Hutauruk), kemudian Raja Patuat Gaja beristri boru Simanungkalit (boru naipospos juga), kemudian Raja Batang Buruk beristrikan boru Hutauruk.</p>
<p>Menurut WM Hutagalung bahwa marga Sianipar pertama adalah Patuat Gaja dan memiliki anak 3 orang yaitu Gr. Soaloon, Purbaraja, Dt. Tapak (berurutan); Sementara tarombo dari Yayasan Bonapasogit Indonesia menyebutkan bahwa anak Sianipar ada 4 orang yaitu Gr. Soaloon, Purbaraja, Dt. Tapak, Sibatang Buruk (berurutan).</p>
<p>Ada juga cerita legenda Boru Margidol (boru Simanungkalit) dengan Raja Sianipar (Patuat Gaja). Dikisahkan bahwa Boru Margidol sudah dijodohkan bapaknya dengan seorang raja tetapi Boru Margidol tidak suka kepada raja yang dijodohkan itu. Singkatnya dia bersedih, menangis dan menyendiri. Kemudian dia bertemu dengan Raja Sianipar yang menyapanya mengapa dia bersedih dan singkatnya malah Boru Margidol dan Raja Sianipar menjadi saling mengasihi. Singkat cerita lagi bahwa Raja Sianipar mendatangi Raja Simanungkalit untuk meminang Boru Margidol tetapi karena sudah ditunangkan kepada raja lain sehingga dia merasa berat untuk mengabulkan, namun agar tidak menyinggung perasaan maka Raja Simanungkalit membuat persyaratan yang berat yaitu agar Raja Sianipar mau memberi mahar seekor gajah. Oleh karena cintanya kepada Boru Margidol maka ternyata dia mampu membawa gajah kepada Raja Simanungkalit calon mertuanya, akhirnya Raja Simanungkalit merestui mereka menjadi suami istri. (Ini adalah sekelumit kisah Raja Sianipar menjadi Patuat Gaja).</p>
<p>Kelanjutan ceritanya, terjadi peperangan antara Raja Simanungkalit dengan raja yang dijodohkan sebelumnya, namun peperangan itu dapat dimenangkan oleh Raja Simanungkalit karena bantuan menantunya Patuat Gaja. Cerita inilah yang kemudian hari menjadi semacam sesuatu yang perlu diingat oleh keturunan Sianipar untuk berhatihati agar tidak mengikat janji dengan boru Simanungkalit. Disebutkan konsekuensinya bahwa pemuda marga Sianipar tidak boleh main-main mengajukan perikatan atau janji kepada boru Simanungkalit, sederhananya marga Sianipar tidak boleh mempermainkan boru Simanungkalit dalam urusan asmara menuju pelaminan, apabila dilanggar akibatnya berat, sebuah kondisi yang tidak terpikul. Sebaliknya keluarga marga Simanungkalit juga mendapat konsekwensi dari komitmen marga Sianipar, apabila pihak Sianipar meminang boru Simanungkalit, maka pihak Simanungkalit tidak boleh mengajukan mekanisme sinamot dalam tata cara menuju pernikahan sebagaimana dilakukan masyarakat Batak secara umum.</p>
<p>Pernah suatu ketika bahwa saya (kami) dihampiri oleh seorang tua marga Sianipar karena kebetulan bersamasama berada pada uduran Hula-hula/Tulang dalam sebuah pesta perkawinan. Sianipar (orangtua) ini mengatakan secara tegas; “Kami tidak akan ada marga Sianipar kalau tak ada Hutauruk.” Komunikasi ini tidak berlanjut karena saat itu sudah harus melaksanakan pemberian ulos kepada yang berpesta. Dalam hal ini kurang dapat dipastikan Sianipar parompuan mana yang dimaksud oleh siorangtua Sianipar ini. Beberapa kesempatan kemudian hari bahwa saya ada menanyakan kepada beberapa orang marga Sianipar tentang kisah-kisah yang berkisar hubungan antara marga Hutauruk, Simanungkalit dengan marga Sianipar namun saying ternyata tidak banyak marga Sianipar yang saya tanyakan ada mengetahui kisah-kisah tersebut.</p>
<p>Melihat penjelasan-penjelasan di atas, termasuk yang ada di artikel memang ada hal-hal yang kontradiktif disamping ada juga yang berkaitan, dan hal ini yang saya ketahui belum ada yang membenarkan cerita mana yang paling benar. Mohon maaf kalau saya menceritakan marga lain, karena di situs kita ini adasaja yang berasumsi seolah berpantang menceritakan marga lain, akan tetapi saya mencoba memberitahukan apa yang saya ketahui.</p>
<p>Mengenai yang dipertanyakan oleh ito Ani Sianipar secara pribadi dapat saya jelaskan bahwa:</p>
<p>1. Prinsip adanya marga-marga adalah untuk membuka sekat-sekat pantangan hubungan perkawinan sedarah. Kecuali ada padan yang berlaku diantara marga-marga yang berhubungan.<br />
2. Adanya marga-marga bagi orang Batak adalah berdiri sendiri-sendiri diatas kemuliaannya membawakan marga masing-masing. Secara teritorialpun setiap marga memiliki otonomi wilayah sendiri-sendiri. Oleh karena itu setiap marga adalah wujud dari sebutan ‘raja’ dimana marga-marga lain harus saling menghormatinya dalam kesetaraan sesame raja-raja.<br />
3. Falsafah kekerabatan Dalihan Natolu menjamin kesetaraan dimana posisi Hula-hula-Dongan Tubu-Boru saling bergulir menuju kesetaraannya. Satu marga tidak mesti menjadi boru selamanya, atau menjadi Hula-hula selamanya.<br />
4. Dalam konteks marga Sianipar marhula-hula kepada Simanungkalit atau Hutauruk adalah dari pangkal marga-marga itu, artinya secara umum marhula-marboru, artinya dalam pemanggilan partuturan dan sikap selayaknya memang demikian, tetapi untuk hal-hal khusus yang berhubungan dengan perkawinan, saya hanya mengetahui seperti yang dilegendakan akan ada konsekwensi baik bila laki-laki Sianipar dengan perempuan Simanungkalit, atau sebaliknya?<br />
5. Sepertinya legenda ini berpengaruh besar secara psychology bagi marga Sianipar dan Simanungkalit. Sebab akibat yang bersifat gaib tersebut memang sulit dijelaskan secara logis. Dan memang saya belum mengetahui perkawinan antara marga Sianipar dengan Simanungkalit, akan tetapi marga Sianipar dengan boru Hutauruk (Mangain boru; ref. <a href="http://batakone.wordpress.com" rel="nofollow">http://batakone.wordpress.com</a> , judul SAKTI MARGA) sudah ada yang saya ketahui dan mereka gabe (maranak-marboru).</p>
<p>Demikian yang dapat saya jelaskan menurut sepengetahuan saya saja. Mungkin ada penjelasan lain yang lebih rinci dari pengunjung yang budiman yang dapat menjadi jawaban yang lebih pas, silahkan menanggapinya. Horas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ani sianipar</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1572</link>
		<dc:creator>ani sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 03:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1572</guid>
		<description>@ito hutauruk:horas ito...mantaf banget artikelnya.jadi na manungkun ma jo au ito.aut sura br.sianipar tu marga simanungkalit marsihaholongan,boa do i ito?hape hula2 sianipar do simanungkalit.aha do akibatna molo sampe terjadi perkawinan br.anipar tu simanungkalit?apakah sdh ada yang terjadi yang ditau ito perkawinan antara br.sianipar dan simanungkalit?kalau ito pernah tahu,apa yang terjadi dlm perkawinan mereka.Mauliate godang ito...lam tamba parbinotoan tu tarombo halak hita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ito hutauruk:horas ito&#8230;mantaf banget artikelnya.jadi na manungkun ma jo au ito.aut sura br.sianipar tu marga simanungkalit marsihaholongan,boa do i ito?hape hula2 sianipar do simanungkalit.aha do akibatna molo sampe terjadi perkawinan br.anipar tu simanungkalit?apakah sdh ada yang terjadi yang ditau ito perkawinan antara br.sianipar dan simanungkalit?kalau ito pernah tahu,apa yang terjadi dlm perkawinan mereka.Mauliate godang ito&#8230;lam tamba parbinotoan tu tarombo halak hita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maridup Hutauruk</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1300</link>
		<dc:creator>Maridup Hutauruk</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 23:44:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1300</guid>
		<description>@Hotman Banjarnahor
Horas ma! Molo di artikel berjudul &#039;Siapa itu Naipospos?&#039; tarsurat do referensi penulisan di toru ni artikel i, jadi khususna tarombo ni naipospos na disi na sian referensi i do i tanpa adong persepsi sian panurat.

Molo di artikel berjudul &quot;Artikel Kearifan menapaki sejarah seorang Naipospos dan keturunannya&quot; memaparkan sude alternatif-alternatif na adong berkembang di pinompar naipospos.

Molo pandapot pribadi do na disungkun muna, ba 5 (lima) do anak ni Naipospos. Alai ndang boi ahu mamaksahon versi na huboto on tu hita pinompar Naipospos, jala arop do na ujui di tingki parpunguan di Dolok Imun 2008 disinggung mengenai on, alai ndang adong huroa tarpingkir di angka panitia ujui jala memang dang adong dilibathon angka punguan marga-marga di daerah.

Nunga attar bagas nian hu telusuri mengenai tarombo on, termasuk mai melalui referensi2 na adong, menelusuri tu angka natua-tua langsung berdiskusi di piga-piga huta di Sipoholon, jala termasuk mai menelusuri songon kronologi tarjadina marga-marga khususna na 7 marga alana marga marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang ndang na gabe marga i di generasi pertama, suang songon i do tong marga Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol, dung di generasi sekian do i terjadi.

Jadi menurut au ndang apala porlu nian adong wadah di hita songon Punguan Naipospos rupani molo holan parpunguan tu konteks budaya, alai molo na naeng manghantushon Sejarah ni Naipospos, manang na porlu do paresohon angka arta ni Naipospos, tar songon tano ulayat rupani, ba sangat diporluhon do Punguan Naipospos on sebagai parsadaanta mengakomodir sude pandapot. Sai na adong do songon bulu na masiososan ala jonok do mudarta be di sada pinompar.

Adong do tersirat nian husurathon di artikel Kearifan...  i na ingkon fokus do hita tu sada tujuan na memang sude do mangharingkothon. Horas ma ate, GBU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Hotman Banjarnahor<br />
Horas ma! Molo di artikel berjudul &#8216;Siapa itu Naipospos?&#8217; tarsurat do referensi penulisan di toru ni artikel i, jadi khususna tarombo ni naipospos na disi na sian referensi i do i tanpa adong persepsi sian panurat.</p>
<p>Molo di artikel berjudul &#8220;Artikel Kearifan menapaki sejarah seorang Naipospos dan keturunannya&#8221; memaparkan sude alternatif-alternatif na adong berkembang di pinompar naipospos.</p>
<p>Molo pandapot pribadi do na disungkun muna, ba 5 (lima) do anak ni Naipospos. Alai ndang boi ahu mamaksahon versi na huboto on tu hita pinompar Naipospos, jala arop do na ujui di tingki parpunguan di Dolok Imun 2008 disinggung mengenai on, alai ndang adong huroa tarpingkir di angka panitia ujui jala memang dang adong dilibathon angka punguan marga-marga di daerah.</p>
<p>Nunga attar bagas nian hu telusuri mengenai tarombo on, termasuk mai melalui referensi2 na adong, menelusuri tu angka natua-tua langsung berdiskusi di piga-piga huta di Sipoholon, jala termasuk mai menelusuri songon kronologi tarjadina marga-marga khususna na 7 marga alana marga marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang ndang na gabe marga i di generasi pertama, suang songon i do tong marga Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol, dung di generasi sekian do i terjadi.</p>
<p>Jadi menurut au ndang apala porlu nian adong wadah di hita songon Punguan Naipospos rupani molo holan parpunguan tu konteks budaya, alai molo na naeng manghantushon Sejarah ni Naipospos, manang na porlu do paresohon angka arta ni Naipospos, tar songon tano ulayat rupani, ba sangat diporluhon do Punguan Naipospos on sebagai parsadaanta mengakomodir sude pandapot. Sai na adong do songon bulu na masiososan ala jonok do mudarta be di sada pinompar.</p>
<p>Adong do tersirat nian husurathon di artikel Kearifan&#8230;  i na ingkon fokus do hita tu sada tujuan na memang sude do mangharingkothon. Horas ma ate, GBU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hotman Bandjarnahor</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1299</link>
		<dc:creator>Hotman Bandjarnahor</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 15:02:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1299</guid>
		<description>Horas Ampara Doli (Katua) @ Maridup Hutauruk
Namanungkun ma au nuaeng  Katua, molo jinaha sian tulisan ni Katuai taringot tu Keturunan ni Naipospos di Artikel Siapa itu Naipospos ?  dohot Tarombo ni Naipospos di Artikel Kearifan menapaki sejarah seorang Naipospos dan keturunannya, versi dia do menurut Katuai na tingkos.
Mauliate</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Ampara Doli (Katua) @ Maridup Hutauruk<br />
Namanungkun ma au nuaeng  Katua, molo jinaha sian tulisan ni Katuai taringot tu Keturunan ni Naipospos di Artikel Siapa itu Naipospos ?  dohot Tarombo ni Naipospos di Artikel Kearifan menapaki sejarah seorang Naipospos dan keturunannya, versi dia do menurut Katuai na tingkos.<br />
Mauliate</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maridup Hutauruk</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1233</link>
		<dc:creator>Maridup Hutauruk</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 17:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1233</guid>
		<description>@Tumpal Silitonga
Horas Lae, Cerita sejarah sering menjadi pemicu bagi kita untuk mencitai leluhur (habatakon). Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Tumpal Silitonga<br />
Horas Lae, Cerita sejarah sering menjadi pemicu bagi kita untuk mencitai leluhur (habatakon). Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tumpal Silitonga</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1231</link>
		<dc:creator>Tumpal Silitonga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 23:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1231</guid>
		<description>Horas raja nami. Terima kasih untuk cerita sejarah ini. Istri saya boru lumbangaol sudah lahir di jakarta tetapi dalam tarombo tetap kutulis sian parhorian.  GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas raja nami. Terima kasih untuk cerita sejarah ini. Istri saya boru lumbangaol sudah lahir di jakarta tetapi dalam tarombo tetap kutulis sian parhorian.  GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ricardo Parulian Sibagariang</title>
		<link>http://www.naipospos.net/?p=90&#038;cpage=1#comment-1059</link>
		<dc:creator>Ricardo Parulian Sibagariang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 11:21:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.naipospos.net/?p=90#comment-1059</guid>
		<description>Horas.

Ya, memang kita harus arif dan bijaksana dalam menapaki sejarah silsilah Raja Naipospos dan keturunannya.

Marilah kita berdoa kepada TUHAN agar memberikan kepada kita sedikit saja dari kebijaksanaan yang telah diberikan TUHAN kepada Raja Salomo.

&lt;strong&gt;Ya Tuhan, Sumber segala ilmu pengetahuan dan kebijaksanaa, segala puji, hormat, dan kemuliaan, bagi-Mu Bapa, Yang telah memberikan kasih karunia bagi kami keturunan nenek moyang kami Raja Naipospos, mulai marga: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.

Ya Tuhan Allah kami, kami megaku bahwa kami adalah manusia yang lemah yang sering melanggar titah-Mu dan selalu bersikap keras kepala dan tinggi hati. Tuhan, ampunilah kami sebagimana kami mengampuni yang bersalah kepada kami. Juga berbelas kasihanlah Engkau Tuhan, bantu dan berikanlah kami kekuatan untuk melaksanakan seluruh titah-Mu dan selalu bersikap rendah hati seperti teladan yang telah diberikan Putera Tunggal-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Karena kami adalah manusia yang lemah yang tak dapat berbuat apa-apa tanpa-Mu.

Ya Tuhan, Yang Awal dan Yang Akhir, kami mohon berikanlah kepada kami keturunan Raja Naipospos sedikit saja dari kebijaksanaan yang telah Engkau berikan kepada hamba-Mu Raja Salomo. Agar kami dapat secara arif dan bijaksana dalam menapaki sejarah silsilah Raja Naipospos dan keturunannya.

Terimakasih ya Bapa, karena Engkau telah mengabulkan doa kami.

Kami berdoa dalam nama Yesus Kristus, Perantara dan Juru Selamat kami yang tunggal, yang berkuasa dengan Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa, Amin&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas.</p>
<p>Ya, memang kita harus arif dan bijaksana dalam menapaki sejarah silsilah Raja Naipospos dan keturunannya.</p>
<p>Marilah kita berdoa kepada TUHAN agar memberikan kepada kita sedikit saja dari kebijaksanaan yang telah diberikan TUHAN kepada Raja Salomo.</p>
<p><strong>Ya Tuhan, Sumber segala ilmu pengetahuan dan kebijaksanaa, segala puji, hormat, dan kemuliaan, bagi-Mu Bapa, Yang telah memberikan kasih karunia bagi kami keturunan nenek moyang kami Raja Naipospos, mulai marga: Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun.</p>
<p>Ya Tuhan Allah kami, kami megaku bahwa kami adalah manusia yang lemah yang sering melanggar titah-Mu dan selalu bersikap keras kepala dan tinggi hati. Tuhan, ampunilah kami sebagimana kami mengampuni yang bersalah kepada kami. Juga berbelas kasihanlah Engkau Tuhan, bantu dan berikanlah kami kekuatan untuk melaksanakan seluruh titah-Mu dan selalu bersikap rendah hati seperti teladan yang telah diberikan Putera Tunggal-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Karena kami adalah manusia yang lemah yang tak dapat berbuat apa-apa tanpa-Mu.</p>
<p>Ya Tuhan, Yang Awal dan Yang Akhir, kami mohon berikanlah kepada kami keturunan Raja Naipospos sedikit saja dari kebijaksanaan yang telah Engkau berikan kepada hamba-Mu Raja Salomo. Agar kami dapat secara arif dan bijaksana dalam menapaki sejarah silsilah Raja Naipospos dan keturunannya.</p>
<p>Terimakasih ya Bapa, karena Engkau telah mengabulkan doa kami.</p>
<p>Kami berdoa dalam nama Yesus Kristus, Perantara dan Juru Selamat kami yang tunggal, yang berkuasa dengan Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa, Amin</strong></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
