tanggapan atas kebenaran dari keturunan Raja Naipospos

RAJA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA
OLEH MOLE SITUMEANG (OP.MARIA)

Adapun Tuan SORBA NI BANUA mempunyai istri 2 (dua) orang, yaitu:
A. NAI ANTING MALELA BR.PASARIBU. Istri pertama melahirkan 4 (empat) orang putra:
1. Sibagot Ni Pohan
2. Sipahet Tua
3. Silahi Sabungan
4. Raja Oloan
5. Raja Hutalima
B. Boru Sibasopaet Istri kedua melahirkan 3(tiga) putra:
1. Raja Sumba
2. Raja Sobu
3. Raja Naipospos

Meraka semuanya 8 (delapan) bersaudara dan Raja Naipospos adalah putra paling bungsu dari Tuan Sorba Ni Banua.
Sesudah dewasa dia pindah ke sekitar daerah Laguboti mendirikan kampung Lumban Gala-Gala dan menetap disana kemudian berumah tangga dia mengawini istrinya yang bernama NAI MARDINGKAN HAOMASAN Br.PASARIBU itulah istri yang pertama.
Sesudah sekian lama berumah tangga belum juga dikarunia anak laki-laki hatinya merasa masgul karena anak laki-laki adalah tali pengikat perkawinan dan kita dapat memaklumi anak laki-laki adalah menjadi penerus generasi selanjutnya.
Setelah lama berpikir dia pun bertekad untuk mengambil istri kembali (berumah tangga) kebetulan dirumahnya ada seorang gadis yang bernama MARTUASAME Br.PASARIBU maen dari istrinya yang pertama NAI MARDINGKAN HAOMASAN anak perempuan dari itonya kandung Marga PASARIBU dan dia telah lama tinggal bersama-sama mereka di rumah RAJA NAIPOSPOS itulah yang di kemudian hari menjadi istri kedua dari RAJA NAIPOSPOS dan tidak berapa lama mereka berumah tangga MARTUASAME pun hamil itulah kehamilan pertama dari istri RAJA NAIPOSPOS.
Tetapi seusudah kehamilan MARTUASAME namborunya NAI MARDINGKAN HAOMASAN pun hamil pula suatu kebahagiaan yang tak terhingga bagi keluarga RAJA NAIPOSPOS karena kedua istrinya telah hamil suatu karunia Tuhan baginya.
Kemudian tibalah waktunya MARTUASAME istrinya kedua melahirkan seorang putra bagi RAJA NAIPOSPOS putra pertamanya dia menimang dipangkuannya, dipeluk putranya dengan hangat dan memberi namanya DONDA UJUNG cikal bakal dari marga SINAGABARIANG(SIBAGARIANG) itulah anak pertama dari RAJA NAIPOSPOS
Beberapa waktu kemudian istri pertamanya NAI MARDINGKAN HOUMASAN pun melahirkan seorang anak laki-laki dan RAJA NAIPOSPOS pun memangku anaknya itu memeluknya dengan bahagia maka diapun memberi nama anak itu BATU cikal bakal dari marga LUMBAN BATU itulah anak laki-laki yang kedua.
Beberapa tahun kemudian istrinya yang kedua MERTUSAME melahirkan seorang anak laki-laki maka RAJA NAIPOSPOS memberikan nama anaknya itu DONDA HOPOL cikal bakal marga HUTAURUK itulah anak laki-laki yang ketiga.
Kemudian istri pertama NAI MARDINGKAN HOUMASAN melahirkan lagi seorang anak laki-laki maka RAJA NAIPOSPOS pun memberikan nama anaknya itu NAHOR cikal bakal marga BANJARNAHOR itu anak laki-laki keempat.
Kemudian istri kedua MARTUASAME melahirkan seorang laki-laki lagi maka RAJA NAIPOSPOS memberikan nama anaknya itu UJUNG TINUMPAK itulah cikal bakal marga SIMANUNGKALIT itulah anak laki-laki yang kelima.
Kemudian dari istri pertama NAI MARDINGKAN HAOMASAN melahirkan seorang anak laik-laki maka RAJA NAIPOSPOS pun memberikan nama kepada anaknya itu GAOL cikal bakal dari marga LUMBAN GAOL itulah anak laki-laki yang keenam.
Di kemudian hari lagi maka istrinya yang kedua MERTUASAME melahirkan seorang anak laki-laki maka RAJA NAIPOSPOS pun memberi nama anaknya itu JAMITA MANGARAJA cika bakal dari marga SITUMEANG itulah anak laki-laki ketujuh.
Maka dari kedua istrinya dia mempunyai putra seluruhnya 7 (tujuh) orang. Begitulah urutan kelahiran dari ketujuh putra RAJA NAIPOSPOS dari kedua istrinya NAI MARDINGKAN HAOMASAN dan MARTUASAME dan DONDA UJUNG adalah putra sulung dari RAJA NAIPOSPOS dari istri yang kedua MARTUASAME dan NAI MARDINGKAN HAOMASAN adalah namboru kandung dari MARTUASAME bukan kakak beradik karena dari dahulu sampai sekarang hal tersebut dipantangkan oleh semua marga Batak kecuali sikakak meninggal maka boleh adiknya perempuan diambil istri oleh suami kakaknya atau ganti tikar.
Tidak ada gelar lain dari RAJA NAIPOSPOS dari dahulu sampai sekarang tetap dengan nama RAJA NAIPOSPOS kalaupun ada punguan tetap bernama Punguan RAJA NAIPOSPOS dan semua keturunan RAJA NAIPOSPOS harus tetap melestarikan nama itu tidak boleh menambah atau menguranginya karena RAJA NAIPOSPOS adalah nama sejatinya.
Inilah tarombo RAJA NAIPOSPOS berserta ketujuh anaknya itu dari kedua istrinya dan urutan kelahirannya.

RAJA NAIPOSPOS
?

INA I INA II
NAI MARDINGKAN HAUMASAN MARTUASAME Br.PASARIBU
Br.PASARIBU

? ? ? ? ? ? ?
II IV VI I III V VII
BATU NAHOR GAOL DONDA UJUNG DONDA HOPOL UJUNG TINUMPAK JAMITA
MANGARAJA
LBN.BATU BANJARNAHOR LBN.GAOL SINAGABARIANG HUTAURUK SIMANUNGKALIT SITUMEANG

Demikianlah Artikel ini saya tulis menurut yang saya ketahui semoga menambah wawasan kita bagi seluruh keturunan RAJA NAIPOSPOS. Penulis

MOLE SITUMEANG (OP.MARIA)

TANGGAPAN SEKITAR POLEMIK MARGA KETURUNAN TOGA NAIPOSPOS DAN KETURUNANNYA

Setelah membaca beberapa tulisan yang ada pada website Naipospos.net penulis ingin memberi sedikit tanggapan. Namun sebelumnya lebih dahulu memperkenalkan nama Ama Natalia Lumban Gaol saat ini berdomisili di Malang.

Tanggapan ini dimaksudkan untuk memberi warna atau untuk melengkapi pendapat dari beberapa penulis sebelumnya yang didominasi referensi atau sumber ceritera yang dituturkan oleh orangtua yang tinggal di sekitar Silindung & Sipoholon. Sedangkan penulis bersal dari daerah Humbang tempat parserahan keturunan Sitoga Marbun sehingga sumber yang diperoleh juga didominasi dari ceritera yang dituturkan oleh orangtua yang bermukim dikawasan Humbang.

Baca selengkapnya…..!!! »

Parsorion ni sibaen Tangiang

Maol mura do martangiang. Adong do halak na malo makkatai, alai molo didok martangiang, tor bakkol do. Ai dang sarupa hata tangiang tu Debata dohot hata tu dongan jolma. Ninna na deba.

Disada tikki dipangido amanta Sittua ma ibana asa sibaen tangiang di partangiangan weik. Dijua, didok ”Hansit Pathu bah” ninna ibana.

Baca selengkapnya…..!!! »

Partangiangan Luhutan Bolon Pinompar ni Toga Naipospos Taon 1933

Partangiangan Luhutan Bolon Pinompar ni Toga Naipospos Taon 1933

Oleh Maridup Hutauruk 

Pada tahun 1933 di Sipoholon diadakan pertemuan akbar untuk semua keturunan Naipospos dari delapan penjuru mata-angin. Hajatan besar ini dinamai ‘Partangiangan Luhutan Bolon Pinompar ni Toga Naipospos Taon 1933’

Hajatan besar ini tepatnya dilaksanakan di Pasar Sirongit di sekitar Jembatan Sirongit arah Simanare sekarang. Dahulu jumlah rumah di kawasan ini lebih banyak dari sekarang ini, karena di seberang sungai Sigeaon yang ada di Sirongit merupakan perkampungan penduduk yang rapat dengan rumah-rumah di tepian Sungai Sigeaon. 

Baca selengkapnya…..!!! »

Tujuh Dewi Nipasosop

Cerita Ringan:

 Tujuh Dewi Nipasosop

Oleh: Maridup Hutauruk 

Cerita ini hanyalah sebuah cerita imajinatif yang hanya sedikit bahkan tidak mengandung nilai sejarah. Walaupun diimajinasikan berlokasi kejadian di Tanah Batak, dan diimajinasikan diperankan oleh orang-orang Batak, tetapi bukanlah mengarah kepada unsur Sejarah Batak. Kebetulan cerita ini diperan utamakan oleh tujuh orang pemeran utama, dan penulispun adalah orang Batak dari satu kelompok keturunan tujuh marga, maka tujuh marga yang mewakili tujuh nama pemeran utama dipinjamkan untuk mewakili tampilannya, sementara predikat nama-nama juga diambil secara imajinasi acak. Beginilah Ceritanya: 

Baca selengkapnya…..!!! »

Powered by WordPress | Designed by Ganar dinero | Sponsored by Zealot Advertising Pekanbaru