Partangiangan Situmeang, Boru, Bere se-Dunia di Sipoholon dan Sibolga, 2-4 Juli
Jakarta (SIB)
Partangiangan Pomparan Jamita Mangaraja Situmeang, Boru, Bere se-dunia akan digelar pada 2-3 Juli 2009 di Pea Nariburan, Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara dan 4 Juli di Sibolga. Acara tersebut akan dihadiri sekitar 10 ribu warga Situmeang dari penjuru tanah air.
Para tamu yang akan hadir antara lain : Prof Dr Robinson Situmeang MSc (pakar Matematika dan Komputer yang telah menjadi warga negara Amerika Serikat), Irjenad Mayjen (TNI) Robert Situmeang, Bupati Darmas Raya, Sumatera Barat, Datuk H Marlon Situmeang, mantan Wakasad Letjen (Purn) FX Sujasmin (Boru), dan lainnya.
Ketua Umum Partangiangan Situmeang, Boru, Bere se- Dunia 2009 St Patar Pandapotan Situmeang mengatakan bahwa panitia penyelenggara (Bolahan Amak di Bona Pasogit dan Sibolga) saat ini telah merampungkan berbagai persiapan demi suksesnya acara tersebut. Bahkan jalan menuju Pea Nariburan, lokasi partangiangan, telah dibenahi, termasuk tempat parkir dan akomodasi.
Dikemukakannya, partangiangan tersebut merupakan sejarah baru bagi Situmeang, Boru, Bere dalam rangka menggalang kebersamaan sekaligus untuk berdoa bersama, agar semua pomparan ( turunan) diberikan berkat yang yang berlipat ganda. Dengan adanya kebersamaan itu, diharapkan pada masa mendatang Situmeang dohot Boru dapat bersinergi dan bertalenta sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya.
Dalam rangka suksesnya acara, Patar Situmeang bersama panitia nasional dan Panitia Bolahan Amak Bona Pasogit telah melakukan berbagai kegiatan dan pertemuan dengan tokoh masyarakat Situmeang di Sipoholon dan Sibolga. Panitia juga telah melakukan audensi dengan Ephorus/Sekjen HKBP di Pearaja Tarutung dan Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing (Toluto) untuk mengundang mereka agar hadir pada acara tersebut.
Sementara itu Koordinator Humas dan Publikasi Partangiangan Situmeang se-Dunia Drs Ampuan Situmeang, SS mengemukakan, sedikitnya ada dua tujuan partangiangan.
Pertama, mempersatukan Pomparan Jamita Mangaraja Situmeang dohot Boru agar saling mengasihi, tolong-menolong, dan saling mendoakan. Doa bersama tersebut adalah dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan atas segala berkat dan talenta yang diterima oleh seluruh pomparan Jamita Mangaraja selama ini, baik berupa hasangapon, hamoraon, hagabeon, pangkat, pendidikan, dan umur yang panjang.
Kedua, berdoa bersama untuk memohon kepada Tuhan, kiranya tetap memberkati Situmeang dohot Boru pada masa mendatang agar semakin banyak warga Situmeang dohot Boru yang diberikan talenta, baik berupa pendidikan tinggi, pangkat, jabatan, pengusaha sukses, dan kaum profesionalisme.
Saat ini Pomparan Situmeang dohot Boru sudah berjumlah puluhan ribu orang, tersebar di seantero nusantara dan luar negeri. Warga Situmeang banyak berdiam di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tanah Jawa Simalungun, Jakarta, Bogor, Tangerang, (Jabodetabek), Jawa timur, Riau, dan lainnya.
Di antara mereka, lima orang telah meraih pangkat jenderal, satu orang kepala daerah, banyak pejabat sipil, militer/ polisi, jaksa, di pemerintahan RI, banyak pengusaha/ pedagang, kaum profesionalisme, anggota DPRD, dan lainnya. Warga Situmeang telah banyak yang meraih jenjang pendidikan doktor (strata tiga/ S-3), magister (strata dua/ S-2), dan sarjana (strata satu/ S-1). Tetapi, masih banyak juga yang belum berhasil menggapai cita-citanya.
“Inilah semua yang akan didoakan, termasuk bila ada putra-putri terbaik Situmeang dohot Boru yang memiliki talenta dan berhasrat untuk membangun Bona Pasogit,” ujarnya.(Jl/g)

